Koranindopos.com, Cilegon – Peresmian Gedung Perpustakaan Daerah Kota Cilegon menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang aktivitas masyarakat yang lebih produktif dan edukatif.
Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, E. Aminudin Aziz, mengatakan Kota Cilegon saat ini mencatat nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tertinggi di Provinsi Banten dengan skor 28,75. Meski demikian, angka tersebut masih masuk kategori rendah dalam skala nasional sehingga perlu terus ditingkatkan.
Menurut Aminudin, tantangan dalam pembangunan literasi bukan semata-mata karena rendahnya minat baca masyarakat. Ia menilai persoalan utama justru berada pada koordinasi dan pelaporan kegiatan literasi yang belum berjalan optimal di tingkat daerah.
“Persoalan yang muncul di dalam pembangunan IPLM adalah rendahnya koordinasi yang dilakukan oleh pemimpin daerah untuk menggerakkan simpul-simpul pergerakan literasi itu sendiri,” ujarnya saat menghadiri Peresmian Gedung Perpustakaan dan Festival Literasi Kota Cilegon, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) menjadi salah satu langkah yang terus didorong Perpusnas. Melalui program tersebut, perpustakaan diarahkan agar memiliki fungsi lebih luas, mulai dari pusat belajar masyarakat hingga ruang pengembangan usaha dan kreativitas warga.
Aminudin mencontohkan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di perpustakaan dapat ikut berkontribusi pada peningkatan nilai IPLM apabila terdokumentasi dengan baik.
“Ketika mengembangkan produk rumah tangga dilakukan di perpustakaan dan didukung oleh dinas UMKM. Lalu, seluruh kegiatannya tercatat dan terlaporkan dengan baik, maka nilai IPLM akan meningkat dengan sendirinya,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung bantuan buku yang telah disalurkan Perpusnas ke Kota Cilegon.
Sebanyak 58 ribu buku telah ditempatkan di 58 titik baca yang tersebar di wilayah desa dan kelurahan. Namun, pemanfaatannya dinilai belum seluruhnya masuk dalam sistem pelaporan resmi pemerintah daerah.
Aminudin berharap keberadaan buku-buku tersebut benar-benar dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber pengetahuan.
“Saya sangat mendorong dan mengajak, mari kita manfaatkan keberadaan buku ini supaya buku tidak hanya menjadi penunggu sepinya perpustakaan, tapi buku betul-betul menjadi teman berpikir, menjadi sumber ilmu pengetahuan baru bagi para pembacanya,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyampaikan apresiasi atas dukungan Perpusnas terhadap pembangunan gedung perpustakaan daerah tersebut. Ia menyebut fasilitas itu telah lama dinantikan masyarakat.
“Kami yakin kehadiran perpustakaan ini sangat dinantikan oleh masyarakat kami, mampu meningkatkan literasi, serta mutu SDM Kota Cilegon,” ujarnya.
Pemerintah Kota Cilegon, lanjut Robinsar, berkomitmen untuk terus melengkapi fasilitas perpustakaan dan menambah koleksi buku agar fungsi perpustakaan semakin optimal sebagai ruang publik yang aktif dan terbuka bagi masyarakat.
“Kami siap mendukung agar perpustakaan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Cilegon. Saya juga berharap agar seluruh jajaran dapat merawat gedung perpustakaan ini agar kondisinya tetap layak dan prima untuk bisa melayani masyarakat Cilegon,” tegasnya.
Gedung Perpustakaan Daerah Kota Cilegon dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Perpustakaan Tahun 2025 dengan nilai anggaran Rp8,7 miliar. Peresmian gedung tersebut menjadi bagian dari Festival Literasi Masyarakat Kota Cilegon yang berlangsung pada 19 hingga 21 Mei 2026.
Festival itu diisi berbagai kegiatan edukatif, mulai dari gelar wicara bersama Duta Baca Indonesia dan Read Aloud Indonesia, sosialisasi literasi hukum dan keuangan, bedah buku, hingga pelatihan menulis dan mendongeng bagi masyarakat. (BRG/Kul)










