Minggu, 26 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Bursa Saham RI Tergeser, Singapura Kini Jadi Pasar Saham Terbesar di ASEAN

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
20 Mei 2026
in Ekonomi
A A
0
Bursa Saham RI Tergeser, Singapura Kini Jadi Pasar Saham Terbesar di ASEAN
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Pasar keuangan Indonesia kembali menghadapi tekanan setelah kehilangan status sebagai pasar saham terbesar di Asia Tenggara. Posisi tersebut kini ditempati oleh Singapura seiring melemahnya kapitalisasi pasar saham Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg, total nilai pasar perusahaan tercatat di bursa saham Indonesia turun lebih dari 30 persen sejak mencapai puncaknya pada Januari 2026.

Kapitalisasi pasar saham Indonesia kini tercatat sebesar US$ 618 miliar atau sekitar Rp 10.000 triliun. Sementara itu, nilai pasar saham Singapura justru meningkat menjadi sekitar US$ 645 miliar, menjadikannya pasar saham terbesar di kawasan ASEAN saat ini.

Penurunan nilai pasar saham Indonesia terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap pasar keuangan domestik, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah dan menurunnya minat investor asing terhadap aset berisiko di negara berkembang.

Artikel Terkait

ASPPUK Minta UMKM Perempuan dan Penyandang Disabilitas Dilibatkan dalam Kebijakan Perdagangan

Cara Buat QRIS neobank untuk Usaha Rumahan, Mudah Daftar dan Praktis Terima Pembayaran Digital

Nakhoda Baru Pengusaha Tani Indonesia HKTI: Yasir Machmud Siap Pacu Kemandirian Pangan Nasional

Mengutip laporan The Straits Times, kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia belakangan terus melemah. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah munculnya ketidakpastian terkait kemungkinan pasar saham Indonesia mengalami penurunan status menjadi frontier market.

Status tersebut dinilai penting karena berpengaruh terhadap aliran investasi global, terutama dari dana-dana institusi internasional yang memiliki acuan investasi berdasarkan kategori pasar negara berkembang (emerging market).

Kondisi ini membuat sejumlah investor memilih mengurangi eksposur terhadap pasar saham Indonesia sambil menunggu kepastian arah kebijakan ekonomi dan stabilitas pasar keuangan nasional.

Dalam beberapa bulan terakhir, pergerakan IDX Composite atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami volatilitas tinggi di tengah sentimen global yang tidak menentu.

Tekanan terhadap pasar saham domestik juga dipengaruhi oleh keluarnya dana asing (capital outflow), kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global, serta tingginya suku bunga di Amerika Serikat yang membuat investor cenderung memilih aset yang dianggap lebih aman.

Sementara itu, pasar saham Singapura dinilai lebih stabil karena ditopang oleh sektor keuangan, teknologi, dan perusahaan multinasional yang memiliki fundamental kuat.

Pengamat menilai kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pasar modal Indonesia untuk kembali meningkatkan daya tarik investasi dan menjaga kepercayaan investor.

Pemerintah serta otoritas pasar keuangan diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat regulasi, serta meningkatkan likuiditas pasar agar Indonesia tetap kompetitif di kawasan Asia Tenggara.

Meski demikian, sejumlah analis masih melihat potensi jangka panjang pasar Indonesia tetap besar didukung jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi domestik, dan perkembangan sektor digital yang terus meningkat.(dhil)

Topik: saham riSingapura

TerkaitBerita

ASPPUK Minta UMKM Perempuan dan Penyandang Disabilitas Dilibatkan dalam Kebijakan Perdagangan
Ekonomi

ASPPUK Minta UMKM Perempuan dan Penyandang Disabilitas Dilibatkan dalam Kebijakan Perdagangan

oleh Editor : Akula
25 Juli 2026
Cara Buat QRIS neobank untuk Usaha Rumahan, Mudah Daftar dan Praktis Terima Pembayaran Digital
Ekonomi

Cara Buat QRIS neobank untuk Usaha Rumahan, Mudah Daftar dan Praktis Terima Pembayaran Digital

oleh Editor : Affandy
25 Juli 2026
Nakhoda Baru Pengusaha Tani Indonesia HKTI: Yasir Machmud Siap Pacu Kemandirian Pangan Nasional
Ekonomi

Nakhoda Baru Pengusaha Tani Indonesia HKTI: Yasir Machmud Siap Pacu Kemandirian Pangan Nasional

oleh Editor : Akula
24 Juli 2026
IHSG Anjlok 1,75 Persen pada Sesi I, Bursa Asia Kompak Tertekan
Ekonomi

IHSG Anjlok 1,75 Persen pada Sesi I, Bursa Asia Kompak Tertekan

oleh Editor : Affandy
24 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Klinik Pratama MPR Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Perbaikan Layanan Berkelanjutan

Klinik Pratama MPR Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Perbaikan Layanan Berkelanjutan

26 Juli 2026
Taufik Basari: Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

Taufik Basari: Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

26 Juli 2026
MPR RI

MPR RI Dorong Penguatan Risalah Perubahan UUD 1945 sebagai Rujukan Penafsiran Konstitusi

23 Juli 2026
Hari Anak Nasional Jadi Momentum Mendorong Anak Aktif Bermain Lewat Gerakan #BiarkanMerekaBerlari

Hari Anak Nasional Jadi Momentum Mendorong Anak Aktif Bermain Lewat Gerakan #BiarkanMerekaBerlari

26 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4056 shares
    Share 1622 Tweet 1014
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    597 shares
    Share 239 Tweet 149
  • Bocoran iPhone 18 Series Makin Lengkap, Ini Perbedaan iPhone 18, iPhone 18 Pro, dan iPhone 18 Pro Max

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    330 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Bocoran iPhone 18 Pro: Kamera Disebut Bakal Jadi yang Tercanggih Sepanjang Sejarah Apple

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya