Koranindopos.com , JAKARTA — Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Abidin Fikri, menyoroti panjangnya daftar tunggu haji Indonesia yang dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya kerentanan kesehatan jemaah di Tanah Suci.
Menurutnya, banyak calon jemaah baru mendapatkan giliran berangkat ketika usia mereka sudah lanjut sehingga memiliki risiko penyakit yang lebih tinggi.
Pernyataan itu disampaikan Abidin usai rapat koordinasi Timwas Haji DPR RI dengan Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah di Kantor Daker Madinah, Senin (18/5/2026).
Dalam pengawasan penyelenggaraan ibadah haji tersebut, Abidin menegaskan pentingnya pengetatan standar istitha’ah kesehatan bagi calon jemaah haji agar risiko kesehatan dapat ditekan sejak sebelum keberangkatan.
“Yang diperketat itu adalah istitha’ah kesehatan. Jadi jangan sampai main mata di daerahnya,” tegas legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur IX itu.
Ia menilai pemeriksaan kesehatan calon jemaah tidak boleh hanya menjadi formalitas administratif. Menurutnya, penentuan kelayakan kesehatan harus dilakukan secara objektif dan tanpa kompromi demi keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah haji.
Abidin juga menjelaskan bahwa persoalan kesehatan jemaah berkaitan dengan keterbatasan jumlah tenaga medis yang bertugas di Arab Saudi. Setiap penambahan tenaga kesehatan, kata dia, akan berdampak pada pengurangan kuota jemaah haji Indonesia.
“Kalau katakanlah dua perawat, satu dokter atau dua dokter dua perawat, jumlah kuota kita berapa? Kalau itu nambah satu perawat, itu sudah mengambil kuota dari jemaah,” ujarnya.
Karena itu, DPR RI menilai solusi yang paling realistis bukan sekadar menambah jumlah petugas kesehatan, melainkan memastikan jemaah yang diberangkatkan benar-benar memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan.
Dengan penerapan istitha’ah kesehatan secara konsisten, Abidin meyakini petugas medis di Tanah Suci dapat bekerja lebih efektif dalam menangani jemaah yang membutuhkan pelayanan kesehatan serius.
“Kalau kita ketat dalam menentukan istitha’ah kesehatan, insya Allah kejadian beberapa tahun terakhir bisa ditekan sehingga petugas kesehatannya bisa bekerja efektif,” katanya.
Timwas Haji DPR RI berharap pengawasan terhadap proses pemeriksaan kesehatan di daerah dapat diperkuat agar penyelenggaraan ibadah haji Indonesia semakin aman, terutama bagi jemaah lanjut usia yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun. (Hai)










