Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Gus Rozin: Ada Narasi yang Direkayasa Terkait Isu Kekerasan di Pondok Pesantren

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
19 Mei 2026
in Nasional
A A
0
Gus Rozin: Ada Narasi yang Direkayasa Terkait Isu Kekerasan di Pondok Pesantren

Foto: kompas.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Ketua Majelis Masyayikh, Abdul Ghaffar Rozin atau yang akrab disapa Gus Rozin, menilai terdapat narasi yang direkayasa atau engineered narration terkait isu kekerasan di pondok pesantren (ponpes). Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Sarasehan Nasional Temu Nasional Pondok Pesantren yang berlangsung di Grand Mercure Jakarta Kemayoran, Selasa (9/5/2026).

Menurut Gus Rozin, meskipun fakta mengenai adanya kasus kekerasan di lingkungan pesantren memang tidak dapat dipungkiri, ia menilai terdapat framing berlebihan dalam pemberitaan yang berkembang di masyarakat.

“Saya kira juga ada framing yang berlebihan. Jadi, fakta internal kekerasan ada, fakta dari luar bahwa ada engineered narration itu juga ada,” ujar Abdul Ghaffar Rozin.

Ia menjelaskan bahwa respons pesantren terhadap isu kekerasan sangat beragam. Ada pesantren yang tetap mempertahankan pola lama, termasuk sistem hukuman atau takzir, sementara sebagian lainnya justru berubah secara total hingga lebih menyerupai sekolah berasrama modern dibandingkan pesantren tradisional.

Artikel Terkait

Medan Terjal hingga Kabut Asap, BNPB Ungkap Tantangan Pemadaman Karhutla Gunung Lawu

Atasi Karhutla di Jawa Timur, BNPB Tambah Helikopter Water Bombing dan Pesawat Modifikasi Cuaca

Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026

Selain itu, menurutnya terdapat pula kelompok pesantren yang mencoba beradaptasi secara bertahap dengan perkembangan zaman dan tuntutan perlindungan santri.

“Atau kemudian ada yang setengah-setengah ya, mencoba beradaptasi. Yang ketiga ini yang saya kira paling banyak dan paling penting,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Rozin juga mengungkapkan bahwa pihaknya sempat melakukan survei sederhana terhadap pola pemberitaan kasus kekerasan di pesantren selama dua tahun terakhir.

Dari hasil pengamatan tersebut, ia melihat adanya pola yang hampir serupa setiap tahun. Menurutnya, isu kekerasan di pesantren biasanya mulai muncul pada awal tahun dan meningkat tajam pada periode Mei hingga Agustus sebelum akhirnya kembali menurun.

“Kemudian bombardir berita itu ada pada bulan 5 sampai bulan 7. Itu terjadi pada tahun 2024 dan 2025,” katanya.

Ia menilai derasnya pemberitaan tersebut berdampak besar terhadap citra dan martabat pesantren, khususnya terhadap institusi kepengasuhan serta para kiai yang selama ini menjadi bagian penting dalam pendidikan pesantren.

Meski demikian, Gus Rozin menegaskan bahwa kasus kekerasan di pesantren tetap harus diakui dan ditangani secara serius. Menurutnya, setelah gelombang pemberitaan mereda, perhatian publik biasanya bergeser pada persoalan tata kelola dan pengawasan lembaga terkait, termasuk peran negara dan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam melakukan pengawasan terhadap pesantren.(dhil)

Topik: gus rozinkekerasanpondok

TerkaitBerita

Medan Terjal hingga Kabut Asap, BNPB Ungkap Tantangan Pemadaman Karhutla Gunung Lawu
Nasional

Medan Terjal hingga Kabut Asap, BNPB Ungkap Tantangan Pemadaman Karhutla Gunung Lawu

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
Atasi Karhutla di Jawa Timur, BNPB Tambah Helikopter Water Bombing dan Pesawat Modifikasi Cuaca
Nasional

Atasi Karhutla di Jawa Timur, BNPB Tambah Helikopter Water Bombing dan Pesawat Modifikasi Cuaca

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026
Nasional

Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026

oleh Editor : Akula
24 Oktober 2026
Kronologi Pak Ogah Tewas Tertabrak Truk Boks saat Atur Lalu Lintas di Cengkareng
Peristiwa

Kronologi Pak Ogah Tewas Tertabrak Truk Boks saat Atur Lalu Lintas di Cengkareng

oleh Editor : Affandy
23 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Pakar Hukum Kemenkes Tegaskan Kasus Label Produk dr. Richard Lee Tak Tepat Dibawa ke Ranah Pidana

Pakar Hukum Kemenkes Tegaskan Kasus Label Produk dr. Richard Lee Tak Tepat Dibawa ke Ranah Pidana

24 Oktober 2026
FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan

FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan

24 Oktober 2026
Sehat Finansial Dimulai dari Mengatur Prioritas Kebutuhan

Sehat Finansial Dimulai dari Mengatur Prioritas Kebutuhan

24 Oktober 2026
Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

24 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5054 shares
    Share 2022 Tweet 1264
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1093 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya