Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

Editor : Akula oleh Editor : Akula
24 Oktober 2026
in Ekonomi, Bisnis
A A
0
Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

WCCE 2026 resmi ditutup di Jakarta dengan pengesahan dokumen Jakarta Vision on Creative Economy serta penunjukan Glasgow sebagai tuan rumah WCCE 2028. (Foto. Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Konferensi tingkat dunia The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta resmi berakhir pada Jumat (23/10/2026). Sesi penutupan forum global ini ditandai dengan pengesahan Jakarta Vision on Creative Economy, sebuah dokumen penting yang memuat komitmen internasional dalam memajukan ekosistem ekonomi kreatif secara global.

Perumusan Jakarta Vision merupakan buah dari proses diplomasi panjang yang dimulai melalui konsultasi publik pada April hingga Mei 2026, dilanjutkan dengan tiga putaran diskusi FCE Square sepanjang Agustus dan September yang menghadirkan perwakilan dari 42 negara. Pembahasan intensif tersebut bermuara pada kesepakatan final dalam Ministerial Meeting yang dipimpin oleh pihak kementerian terkait, sekaligus meresmikan Glasgow, Inggris Raya, sebagai tuan rumah WCCE berikutnya pada 2028.

Kesepakatan ini diproyeksikan menjadi landasan strategis untuk memperkuat posisi sektor kreatif dalam skema pembangunan internasional. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyampaikan pandangannya mengenai nilai penting pengesahan dokumen ini bagi masa depan ekonomi kreatif di tingkat global.

“Hari ini menjadi tonggak bersejarah dengan disahkannya Jakarta Vision on Creative Economy. Ini adalah warisan bersama kita. Saya berharap gagasan dan komitmen yang telah disepakati dapat menjadi bagian dari resolusi mendatang di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sehingga ekonomi kreatif memiliki suara yang semakin kuat dalam pembangunan global,” ujar Menteri Ekraf dalam sesi penutupan WCCE 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Artikel Terkait

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

RI Pangkas Pasokan Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini, Selaras dengan ‘Survival Mode’ Prabowo

Kukuhkan Jakarta Vision di WCCE 2026, Jakarta Siap Jadi Poros Kreatif Globa

Secara substansi, dokumen Jakarta Vision merumuskan sejumlah langkah nyata untuk memperluas akses inklusif pada teknologi serta fasilitas digital global. Kerangka kerja sama ini mengedepankan kolaborasi berkelanjutan antarumat kreatif, perlindungan hak kekayaan intelektual, pemenuhan remunerasi yang adil, hingga pembukaan akses permodalan dan investasi yang lebih luas bagi para pelaku industri.

Implementasi dari poin-poin kesepakatan tersebut dinilai sangat vital untuk membangun ekosistem yang mampu mendorong para pelaku usaha menembus pasar internasional. Langkah diplomasi ekonomi ini sekaligus menyelaraskan agenda nasional dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Panggilan Kolaborasi Antarnegara
Keberhasilan pemanfaatan ekonomi kreatif kini bergantung pada komitmen lanjutan yang dijalankan oleh tiap-tiap negara peserta setelah konferensi berakhir. Menteri Ekraf kembali menegaskan pentingnya aksi kolektif tersebut dalam ruang lingkup internasional.

“Ketika kita kembali ke negara masing-masing, mari terus melanjutkan komitmen yang telah dibangun di Jakarta. Kita harus bekerja sama untuk memastikan ekonomi kreatif memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat dunia. Melalui upaya kolektif, kita dapat mengubah visi bersama ini menjadi kenyataan,” tegas Menteri Ekraf.

Ajang WCCE 2026 yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 mencatatkan partisipasi terbesar dalam sejarah penyelenggaraannya. Forum ini dihadiri oleh perwakilan lebih dari 82 negara dan tujuh organisasi internasional, mencakup 38 kepala delegasi, 183 pembicara serta moderator, dengan total partisipan mencapai 7.639 orang, serta kehadiran pejabat tingkat tinggi yang mencetak rekor representasi menteri terbanyak.

Mengusung tema Inclusively Creative: Collective Continuity, forum ini menyajikan diskusi pleno dan sesi kreatif seraya menghadirkan arena pameran Creativillage. Eksibisi yang menampilkan deretan produk kreatif unggulan Indonesia tersebut berhasil menarik lebih dari 20.000 pengunjung dan tetap beroperasi hingga Minggu (25/10/2026), bertepatan dengan momentum Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) pada 24 Oktober.

Kelancaran gelaran internasional ini tidak lepas dari kolaborasi lintas lembaga dan kementerian di tanah air. Penyelenggaraan forum dan pameran ini didukung penuh oleh kerja sama Kementerian Luar Negeri, POLRI, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, BSSN, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta berbagai instansi terkait lainnya.

Sesi penutupan diakhiri dengan penyampaian apresiasi mendalam dari Menteri Ekraf kepada seluruh perwakilan delegasi, panitia penyelenggara, serta mitra strategis yang mengawal jalannya acara. Keberhasilan pengesahan Jakarta Vision diharapkan menjadi momentum berkelanjutan bagi penguatan jaringan dan pertumbuhan ekonomi kreatif dunia menuju penyelenggaraan WCCE 2028 mendatang. (RIS/Hend)

 

 

Topik: Berita EkonomiCreativillageEkonomi KreatifHEKRAFNASJakarta VisionMenteri EkrafTeuku Riefky HarsyaWCCE 2026

TerkaitBerita

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung
Bisnis

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
RI Pangkas Pasokan Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini, Selaras dengan ‘Survival Mode’ Prabowo
Ekonomi

RI Pangkas Pasokan Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini, Selaras dengan ‘Survival Mode’ Prabowo

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
Kukuhkan Jakarta Vision di WCCE 2026, Jakarta Siap Jadi Poros Kreatif Globa
Ekonomi

Kukuhkan Jakarta Vision di WCCE 2026, Jakarta Siap Jadi Poros Kreatif Globa

oleh Editor : Akula
24 Oktober 2026
Peningkatan Kualitas Hidup Warga Pati Lewat Program RSLH Program Rumah Sederhana Layak
Ekonomi

Peningkatan Kualitas Hidup Warga Pati Lewat Program RSLH Program Rumah Sederhana Layak

oleh Editor : Akula
24 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non-PNS 2026: Cek Syarat, Formasi, dan Cara Daftar

ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non-PNS 2026: Cek Syarat, Formasi, dan Cara Daftar

24 Oktober 2026
Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

24 Oktober 2026
Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

24 Oktober 2026
RI Pangkas Pasokan Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini, Selaras dengan ‘Survival Mode’ Prabowo

RI Pangkas Pasokan Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini, Selaras dengan ‘Survival Mode’ Prabowo

24 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5050 shares
    Share 2020 Tweet 1263
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1091 shares
    Share 436 Tweet 273
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya