Koranindopos.com – JAKARTA — Berawal dari jenis latihan pengondisian tubuh bagi para penari untuk memulihkan diri dari cedera, Pilates kini telah berkembang menjadi salah satu olahraga terpopuler di tengah masyarakat umum. Mengandalkan ketepatan gerakan, konsentrasi, pengaturan napas, hingga stabilitas otot, latihan ini diklaim memberikan deretan manfaat kesehatan.
Di media sosial, banyak praktisi yang membagikan pengalaman bahwa tinggi badan mereka bertambah beberapa sentimeter setelah rutin melakukan Pilates. Lantas, benarkah Pilates secara medis dan anatomis dapat menambah tinggi badan?
Menurut Coach Mindy dari Minna Pilates, latihan Pilates memang dapat membuat seseorang terlihat lebih tinggi. Namun, hal ini terjadi bukan karena tulang tumbuh melainkan karena perbaikan posisi dan postur tubuh.
“Benar (terlihat lebih tinggi). Karena kalau ada yang bungkuk, itu sebenarnya kembali tegap dari yang tadinya bungkuk,” jelas Mindy.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Pilates & Yoga di Flow Athletic, Simon Ngo, menjelaskan bahwa efek penambahan tinggi badan tersebut lebih tepat dimaknai sebagai tindakan merebut kembali tinggi badan asli yang terkompresi akibat gaya hidup.
“Akibat gravitasi dan postur tubuh kita yang tegak, seiring waktu tulang belakang mengalami kompresi dan ketegangan. Gerakan di semua bidang dan arah dalam Pilates mengurangi tekanan pada tulang belakang dan membuat kita terasa lebih tinggi,” ujar Simon.
Secara ilmiah, riset yang dipublikasikan pada National Library of Medicine (2024) menguji aktivasi otot inti melalui posisi Pilates pada 48 wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi Pilates yang tepat dapat memberikan efek peregangan tegap yang menambah pengukuran tinggi badan hingga 2,7 cm sekaligus mengurangi ukuran lingkar pinggang hingga 5,2 cm dibandingkan posisi berdiri biasa.
Selain membantu memperbaiki postur tubuh agar tampak lebih tegap dan proporsional, Pilates menawarkan berbagai manfaat kesehatan jangka panjang:
1. Menguatkan Otot Inti dan Otot Kecil
Pilates tidak hanya melatih otot perut (abdominals), melainkan seluruh rangkaian otot batang tubuh (core), termasuk otot punggung, bokong, hingga pinggul. Coach Mindy menambahkan bahwa Pilates secara khusus menguatkan otot-otot kecil tubuh menggunakan beban ringan (2–5 kg).
“Prinsip Pilates itu: otot yang pendek kita panjangkan, yang panjang kita kuatkan.”
2. Meningkatkan Fleksibilitas dan Rentang Gerak
Gerakan peregangan (stretching) dinamis dalam Pilates melenturkan otot, mengurangi kekakuan, serta meminimalkan risiko cedera saat beraktivitas harian maupun seiring bertambahnya usia.
3. Memperbaiki Keseimbangan dan Koordinasi (Propriosepsi)
Otot inti yang kuat membantu penopangan pusat gravitasi tubuh secara optimal. Latihan ini melatih kemampuan propriosepsi — yaitu kesadaran tubuh terhadap posisi dan pergerakannya — sehingga pergerakan menjadi lebih stabil dan terarah.
4. Pengendalian Napas dan Manajemen Stres
Serupa dengan yoga dan mindfulness, teknik pernapasan teratur dalam Pilates membantu memperdalam peregangan serta merangsang pelepasan hormon endorfin. Hal ini efektif menurunkan tingkat stres serta memberikan rasa tenang bagi kesehatan mental.(dhil/dtk)










