Koranindopos.com, Jakarta – Jakarta Financial Festival (FinFest) 2026 berhasil mencatatkan lebih dari 7.500 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan pada 23–24 Oktober 2026 di Blok M Square, Jakarta Selatan. Kegiatan ini juga menghasilkan lebih dari 1.000 pembukaan rekening dan penghimpunan dana lebih dari Rp5 miliar.
Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi menyampaikan capaian tersebut saat menutup FinFest 2026, Sabtu (24/10/2026). Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan festival keuangan perdana di DKI Jakarta tersebut.
“Alhamdulillah saya dilaporkan dua hari pelaksanaan tumpah ruah dan juga sukses acaranya. Catatan yang saya terima, pengunjung hampir lebih dari 7.500, kemudian juga ada pembukaan rekening lebih dari 1.000, dan pengumpulan dana lebih dari Rp 5 miliar,” ujar Edwin.
Menurut Edwin, kegiatan serupa diharapkan dapat kembali digelar untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai layanan keuangan sekaligus mendorong lebih banyak warga memanfaatkan produk perbankan.
Dalam festival yang melibatkan Pemprov DKI Jakarta, OJK, Bank Indonesia, dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DKI Jakarta itu, Bank Jakarta turut mendapat dua penghargaan, yakni Booth Teredukatif dan Booth Teratraktif.
Penghargaan tersebut diberikan atas partisipasi Bank Jakarta melalui kampanye #JakartaSehatFinansial. Di lokasi acara, bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu menghadirkan layanan perbankan sekaligus pemeriksaan kesehatan gratis yang mencakup gula darah, kolesterol, dan tekanan darah melalui Klinik Bank Jakarta.
Pengunjung juga dapat mengakses layanan perbankan digital, membuka rekening tabungan, serta memanfaatkan promosi deposito daring berhadiah koper.
Kehadiran layanan tersebut menjadi salah satu upaya mendekatkan akses keuangan kepada masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta generasi muda.
Penutupan FinFest 2026 turut dihadiri perwakilan FKIJK DKI Jakarta dan Perumda Pasar Jaya. Acara diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang kompetisi dan pihak pendukung kegiatan.
Ke depan, kolaborasi antarlembaga diharapkan dapat memperluas edukasi keuangan hingga menjangkau pedagang pasar, pelaku UMKM, pelajar, dan masyarakat umum di Jakarta. (BRG/Kul)










