Koranindopos.com – Jakarta. Wakil Ketua Komisi II DPR RI Yanuar Prihatin mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan, kebebasan, dan kenyamanan jelang Pemilu 2024. Menurut dia, ketiga hal tersebut merupakan parameter dalam menjaga stabilitas politik Tanah Air.
Yanuar menegaskan, semua pihak harus mengendalikan tiga parameter dalam keadaan yang seimbang menjelang Pemilu 2024. Yakni, keamanan terjaga, kebebasan tidak terancam, dan kenyamanan bisa didapatkan siapa pun.
”Faktor-faktor yang mendorong terganggunya stabilitas politik itu bisa datang dari mana saja. Sebab, banyak hal tak terduga yang bisa terjadi di tahun politik menjelang Pemilu 2024,” kata Yanur kepada wartawan belum lama ini seperti dikutip dari laman resmi DPR RI, Senin (12/6).
Menurut Yanuar, ketika ada satu kelompok atau individu yang merasa terancam kebebasannya oleh kelompok lain, maka itu merupakan potensi terjadinya ketidakbebasan. ”Kalau individu lain terancam karena dianggap berbeda pandangan, berbeda pendapat, berbeda haluan maka itu artinya terjadi ketidakbebasan,” tegas dia.
Politikus PKB itu menyebut gangguan stabilitas politik bisa datang dari kebijakan yang dikeluarkan lembaga-lembaga negara yang bersinggungan langsung dengan wilayah politik. Stabilitas terganggu atau stabilitas terpelihara, antara lain karena ada ilustrasi kebijakan yang tidak kompatibel dengan situasi atau keadaan.
Jika hal tersebut terus dipaksakan, lanjut Yanuar, maka terjadi turbulensi yang akan berpotensi mengganggu stabilitas. Bahkan keadaan bisa semakin memburuk apabila tidak terkendali dalam waktu yang lebih lama. ”Saya mengajak segenap elemen masyarakat untuk menahan diri serta memberikan kebebasan bagi siapapun memperoleh kesempatan yang sama,” ujar dia.
Yanuar menjelaskan, menahan diri berarti berjalan pada rel yang sudah disepakati bersama. ”Lalu berikanlah kebebasan kepada siapa pun untuk tumbuh dan berkembang, baik menjadi calon atau ikut mendorong calon, beri saja kebebasan,” papar Yanuar.
Apabila parameter stabilitas politik itu terpelihara, lanjut dia, maka Indonesia dapat melalui tahun politik dengan keadaan jauh lebih baik lagi. ”Siapapun presidennya, NKRI harga mati, siapapun presidennya Pancasila tetap harus kita pertahankan,” tegas Yanuar.










