
Sentul, koranindopos.com – Pagi itu terasa lebih dingin dari biasanya, matahari berselimut awan hitam seakan enggan beranjak dari peraduannya. Terlihat setitik embun bergantung diujung daun menunggu matahari menyapanya.
Pagi buta yang dingin itu lima “bidadari” Daifi, Lala, Aunty Nana, Patri, Bunda Nana terpaksa bangun lebih awal untuk bersiap-siap menuju air terjun Hordeng, Curug Kembar dan curug Ciburial dikawasan ecopark Sentul, Bogor.
Trekking kali ini dipilih saat weekday, menurut Daifi mereka memilih trekking saat weekday biasanya pengunjung curug disentul cenderung lebih sepi ketimbang saat weekend.
Titik kumpul keberangkatan di Jungle Land Sentul, mobil pick up yang dipersiapkan ikbal sang guide lokal sudah menunggu sedari pagi. Menurut ikbal, “Jalan yang akan ditempuh menuju desa terakhir lumayan terjal dan agak sempit dengan kiri kanan jurang makanya perlu keahlian khusus untuk melewati jalan tersebut”.
Tepat pukul 07.00 wib mobil pick up melaju menuju desa terakhir pendakian dan benar saja jalan yang dilalui sempit dengan kiri kanannya jurang yang menganga lebar. Saat melewati jurang sebelah kiri, “Awas kiri negatif jangan liat kiri” saat melewati jurang sebelah kanan, “awas kanan negatif jangan liat kanan” teriak aunty Nana.
Sepanjang perjalanan kami disuguhkan dengan gugusan sawah terasering yang menghijau berjajar dipunggungan gunung dan langit yang biru menambah keindahan alam Sentul.
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit sampailah kami di desa terakhir lokasi trekking. Sebelum trekking dimulai diawali dengan warming up untuk melepaskan otot-otot yang kaku. Usai warming up trekking pun di mulai, sepanjang perjalanan melewati hutan basah yang ditumbuhi barisan pohon mahoni, hutan bambu, perkebunan kopi dan dimanjakan pemandangan gunung dengan segala keindahannya.

Perjalanan memang cukup melelahkan dengan menapaki jalan setapak, tanjakan yang lumayan terjal dan jalan yang menurun tajam. Namun lima wanita tangguh itu tetap semangat berjalan dengan diselingi ocehan dan candaan khas wong kito galo, sehingga trekking tak terasa lelahnya. Lala yang berasal dari Ambon manise hanya senyum-senyum saja demi mendengar candaan mereka.
Setelah menempuh satu jam perjalanan sampailah di curug hordeng, air terjun pertama yang dikunjungi. Semua kelelahan terbayarkan dengan kejernihan dan birunya air yang dialirkan. Air terjunnya mengalir deras dengan sensasi dingin yang menggoda untuk terjun langsung kedalam kolamnya.
Menurut informasi, curug hordeng ini berada diketinggian 720 mdpl jadi gak heran kalo hawanya sejuk dan air yang dingin. Tidak jauh dari curug hordeng ada curug kembar dan curug ciburial. Kedua curug tersebut tidak kalah menariknya dari curug hordeng. Curug kembar airnya mengalir dari atas bebatuan kiri dan kanan makanya itu disebut kembar. Air nya deras mengalir dikelilingi batu cadas yang berwarna kekuningan. Tak kalah menarik dan keindahan dari dua curug sebelumnya, curug ciburial airnya jernih dan biru mengalir di sela-sela batu tebing dengan kedalaman kolam airnya 5-6 meter. Penduduk setempat menempelkan peringatan di dinding batu agar berhati-hati dan larangan berenang di kolam ciburial bagi yang tidak bisa berenang.

Kita bisa menikmati curug ciburial dari batu-batu besar yang mengelilingi curug. Setelah puas berenang dan berendam di dua air terjun hordeng dan kembar dan berfoto ria di curug ciburial, tak terasa dua jam sudah menikmati sensasi dingin dan jernihnya ketiga curug tersebut. Kini saatnya kembali pulang dengan membawa kenangan keindahan yang disuguhkan.
“Keren ya air terjunnya, gak nyesel deh kesini” ujar Bunda Nana. “Terbayar lelah kita ya” timpal Patri.
Lokasi Curug Hordeng, Ciburial dan Kembar
Lokasi curug tidak jauh dari kota Jakarta, tepatnya di Jalan Gunungwangun, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Sentul, Kabupaten Bogor. Jawa Barat. Untuk menempuh lokasi tersebut, dari Sentul bisa mengarah ke Jungle Land kemudian lanjut menuju ke Gunung Pancar, ikuti saja jalan tersebut hingga menemukan papan petunjuk menuju Desa Loji atau Cibereum. Jalan menanjak hingga sampai ke pos masuk. Harga tiket masuk curug ini hanya sekitar Rp 10.000 per orang. Dengan harga segitu kita bisa menikmati keindahan air terjun yang eksostik yang disuguhkan alam Sentul. (doe)









