Koranindopos.com – Jakarta. Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengingatkan pemerintah daerah (pemda) untuk memberi perhatian terkait penanganan pengelolaan sampah agar tidak berdampak negatif terhadap masyarakat. Pemda harus melakukan pengolahan sampah dengan efektif untuk menghindari konsekuensi jangka panjang.
Menurut Daniel, pemda perlu menyiapkan strategi pengelolaan sampah di wilayahnya. Tidak cukup hanya dengan menyediakan TPA, namun ada pengelolaan secara menyeluruh karena bisa menyebabkan penumpukan yang pada akhirnya menimbulkan banyak permasalahan. Daniel lantas menyoroti kejadian penumpukan sampah di TPA Cipayung, Depok.
”TPA tersebut sudah melebihi kapasitas maksimalnya (over capacity) hingga membuat truk pengangkut sampah antre mengular setiap harinya saat akan melakukan pembuangan sampah,” tegas Daniel seperti dikutip dari laman resmi DPR RI, Sabtu (15/7).
Daniel menyebut persoalan kelebihan kapasitas TPA Cipayung perlu segera ditangani karena bisa berdampak buruk untuk masyarakat dan daerah. Dia mendukung upaya pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mengucurkan anggaran Rp70 miliar untuk membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Depok.
”Sebenarnya persoalan sampah ini Depok ini kan sudah lama ya. Seharusnya sudah menjadi perhatian sejak lama sehingga persoalan tidak berlarut-larut,” tutur Daniel. Pernyataan Daniel itu disebabkan oleh riuh Depok darurat sampah yang sebelumnya menggema di kalangan masyarakat sekitar hingga viral di media sosial.
Over capacity di TPA Cipayung juga menyebabkan proses pengambilan sampah di sejumlah wilayah di Depok terganggu lantaran truk-truk sampah yang biasa mengangkut sampah ke TPA Cipayung harus menginap karena kesulitan menurunkan sampah. ”Pengelolaan urusan sampah bisa diatasi dari hulu lewat kebijakan-kebijakan pemda,” tegas Daniel.
Politisi Fraksi PKB itu mencontohkan beberapa cara mengatasi sampah, di antaranya melalui peran pemerintah mengajak yang masyarakat mengurangi sampah lewat regulasi. Misalnya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. ”Kita berharap pemda di seluruh daerah bisa fokus pada penanganan sampah. Karena sampah bukan cuma terkait kesehatan tapi juga bisa berdampak di isu lingkungan dan persoalan sosial,” tandas Daniel.










