Koranindopos.com-Kuningan. Panasnya aspal tidak menyurutkan semangat 15 bikers yang berangkat dari Jakarta menuju Desa Cilimus, Kuningan, Jawa Barat. Sejauh 236 Kilometer dilibas para bikers Jakarta yang mewakili tujuh komunitas motor yaitu, Teman Sejalan Community (TSC), Astrea Prima Indonesian Community (APIC) D’Raptors Brothers (DRB), Topanerz, Hantara, YNCI Tangerang Chapter dan LA 32 Riders.
Tujuh komunitas bersatu dalam touring gembira 2 September 2023 dengan satu tujuan, senyum anak yatim. Officer-officer touring dari komunitas tersebut menjadi perwakilan dalam rangka kegiatan sosial membonceng adik-adik yatim di wilayah Cilimus Kuningan.
“Sebuah kehormatan hadirnya komunitas motor dari Jakarta ke Kuningan dalam giat sosial “Senyum Yatim” dan “kampanye Taat Berkendara” di Desa Cilimus,” ujar Aji Mauliya, Nmax Riders Kuningan.
Acara ini tergolong dadakan namun berkesan bagi adik-adik yatim yang hadir. Sebanyak 20 Yatim tersenyum bahagia, “hari ini aku seneng banget Om, aku belom pernah diboncengin ayahku, karena ayahku sudah meninggal sejak aku masih bayi,” ujar Qinanty Elsa siswi kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah, Cilimus.

Qinanty menambahkan ia tinggal di sebuah pondok tahfidz di daerah Cilimus. Bersama 120 teman temannya yang senasib. Perasaan haru yang tidak bisa dijabarkan dengan kata kata dialami oleh para bikers melihat ekspresi senang mereka saat membonceng adik adik yatim. “Della seneng naik motor?,” Tanya Heru (Hantar) yang membonceng sahabatnya Qinanty, “Seneng Om, bisa lihat pemandangan, kan sekaligus Tadabur alam om,” jawab Della.
Selain mengajak mereka riding selama 20 menit, para bikers juga memberikan edukasi tentang pentingnya berkendara, bahwa taat akan peraturan dijalan raya itu penting, selain itu para bikers juga menyampaikan kepada adik-adik ini perihal bagusnya jalan raya baru di kabupaten tersebut merupakan hasil dari pembayaran pajak kendaraan, yang dikelola oleh Jasa Raharja. Sehingga adik-adik yatim ini sudah memahami tentang fasilitas umum yang dibangun oleh negara.
Pemaparan tersebut disampaikan Herman (DRB) disebuah saung jajanan saat riding gembira tersebut. Namun ada satu pesan dari para bikers kepada adik-adik yatim ini untuk rajin sholat dan mendoakan orang tua mereka yang sudah tiada. “Ayahku meninggal karena sebuah kecelakaan, aku masih kecil, sebenernya aku takut naik motor, tapi sekarang aku sudah berani, apalagi naik motor besar,” kata Andri siswa kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah.
“Kegiatan ini InSyaaAllah, menjadi sebuah contoh sekaligus menginformasikan kepada masyarakat tentang komunitas motor. Beberapa menilai komunitas motor dengan konotasi negatif, namun dengan kegiatan sosial ini, kami membuktikan bahwa sejatinya komunitas motor merupakan wadah hobi yang memiliki kegiatan positif,” ujar Riyan dari APIC. (FEB)










