Senin, 8 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Ekonomi

RI Diproyeksikan Kena Tarif Final AS 18 Persen, Berlaku Bertahap Mulai 24 Juli 2026

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
8 Juni 2026
in Ekonomi
A A
0
RI Diproyeksikan Kena Tarif Final AS 18 Persen, Berlaku Bertahap Mulai 24 Juli 2026

Foto: dok. detik.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Pemerintah Indonesia memproyeksikan tarif final yang akan dikenakan Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah produk ekspor Indonesia mencapai 18 persen. Besaran tersebut menjadi target akhir yang diharapkan muncul setelah seluruh proses investigasi dagang berdasarkan Section 301 diselesaikan oleh pemerintah AS.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan bahwa angka 18 persen masih bersifat proyeksi dan belum menjadi keputusan final. Menurutnya, masih terdapat sejumlah tahapan hukum dan administratif yang harus dilalui sebelum kebijakan tarif tersebut diterapkan secara penuh.

“Masih akan diselenggarakan periode pemberian komentar tambahan (comment period) serta dengar pendapat lanjutan sebelum tarif diimplementasikan secara penuh. Dengan demikian, angka 18 persen merupakan proyeksi akhir yang masih tunduk pada penyelesaian proses resmi,” ujar Susiwijono dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).

Saat ini, Indonesia masih dikenakan tarif sementara sebesar 10 persen. Kebijakan sementara tersebut berlaku hingga 24 Juli 2026 dan menjadi bagian dari tahapan awal sebelum struktur tarif yang lebih permanen diterapkan oleh pemerintah AS.

Artikel Terkait

Saham-Saham Big Bank Kompak Melemah, IHSG Dibuka di Zona Merah

​Bukan Cuma Modal Usaha: PNM Hijaukan Indonesia dengan Tanam 27.000 Pohon demi Masa Depan Bumi

Yuk! Daftar 910Nineten Race 2026 di ICE BSD

Setelah masa berlaku tarif sementara berakhir, penerapan tarif akan dilakukan secara bertahap. Komponen pertama yang akan diberlakukan adalah tarif sebesar 10 persen yang berkaitan dengan isu kerja paksa (forced labor). Kebijakan ini menjadi salah satu fokus utama dalam investigasi perdagangan yang dilakukan AS terhadap sejumlah negara mitra dagangnya.

Selanjutnya, dalam beberapa pekan setelah penerapan tarif pertama, pemerintah AS berencana menambahkan komponen tarif lain yang terkait dengan kelebihan kapasitas struktural atau structural excess capacity. Penambahan komponen inilah yang diperkirakan akan membawa total tarif terhadap produk Indonesia mencapai sekitar 18 persen.

Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan proses tersebut dan melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meminimalkan dampak terhadap sektor ekspor nasional. Sejumlah pelaku usaha juga diharapkan dapat mempersiapkan strategi penyesuaian guna menjaga daya saing produk Indonesia di pasar Amerika Serikat.

Amerika Serikat selama ini merupakan salah satu tujuan ekspor utama Indonesia. Oleh karena itu, setiap perubahan kebijakan tarif berpotensi memengaruhi kinerja perdagangan bilateral, terutama pada sektor manufaktur dan industri yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap pasar AS.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa angka tarif 18 persen masih berupa proyeksi dan dapat berubah sesuai hasil akhir proses investigasi serta keputusan resmi yang akan dikeluarkan oleh otoritas perdagangan Amerika Serikat dalam beberapa waktu mendatang.(dhil)

Topik: RItarif final as

TerkaitBerita

Saham-Saham Big Bank Kompak Melemah, IHSG Dibuka di Zona Merah
Bisnis

Saham-Saham Big Bank Kompak Melemah, IHSG Dibuka di Zona Merah

oleh Editor : Affandy
8 Juni 2026
​Bukan Cuma Modal Usaha: PNM Hijaukan Indonesia dengan Tanam 27.000 Pohon demi Masa Depan Bumi
Ekonomi

​Bukan Cuma Modal Usaha: PNM Hijaukan Indonesia dengan Tanam 27.000 Pohon demi Masa Depan Bumi

oleh Editor : Akula
7 Juni 2026
AJANG LARI: Dari kiri, Brand Ambassador 910Nineten Indonesia Sandiaga Uno, CEO 910Nineten Indonesia Anastasia Irene, dan Influencer Dr. Tirta saat grand opening gerai 910Nineten Indonesia Anastasia Irene di Fx Sudirman, Jakarta Selatan pada Minggu (7/6/2026). (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOSCOM)
Bisnis

Yuk! Daftar 910Nineten Race 2026 di ICE BSD

oleh Editor : Memoarto
7 Juni 2026
Harga Emas Antam Anjlok Tajam, Turun Rp 44.000 per Gram
Bisnis

Harga Emas Anjlok dalam Sepekan, Turun Rp61.000 per Gram pada Awal Juni 2026

oleh Editor : Affandy
7 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Dembele: Prancis Ingin Berikan Perpisahan Manis untuk Didier Deschamps di Piala Dunia 2026

Dembele: Prancis Ingin Berikan Perpisahan Manis untuk Didier Deschamps di Piala Dunia 2026

8 Juni 2026
Saham-Saham Big Bank Kompak Melemah, IHSG Dibuka di Zona Merah

Saham-Saham Big Bank Kompak Melemah, IHSG Dibuka di Zona Merah

8 Juni 2026
Sony FlexStrike Resmi Meluncur, Fight Stick Nirkabel Pertama PlayStation untuk Gamer Fighting Profesional

Sony FlexStrike Resmi Meluncur, Fight Stick Nirkabel Pertama PlayStation untuk Gamer Fighting Profesional

8 Juni 2026
Toyota Alphard XE 2026, MPV Premium dengan Interior Mewah dan Harga Lebih Terjangkau

Toyota Alphard XE 2026, MPV Premium dengan Interior Mewah dan Harga Lebih Terjangkau

8 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3454 shares
    Share 1382 Tweet 864
  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    352 shares
    Share 141 Tweet 88
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Polisi Sita 276 Cartridge Vape Mengandung Narkotika Etomidate Senilai Rp1,5 Miliar

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Toyota Innova Crysta: MPV Premium Bermesin Tangguh dengan Kabin Luas dan Nyaman

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya