Oleh : Lili Retnosari*
koranindopos.com – Setiap tahun, tanggal 26 September diperingati sebagai Hari Statistik Nasional. Momen ini tentu bukan sekadar peringatan klise pada kalender, melainkan menjadi pengingat kembali akan pentingnya data. Data statistik bukan hanya kumpulan angka dan grafik yang terpampang dalam laporan pemerintahan maupun dalam lembaga statistik, tetapi merupakan landasan penting untuk pengambilan keputusan.
Data statistik merupakan bahan dasar pemerintah untuk melakukan perencanaan, pengambilan kebijakan, monitoring, serta evaluasi pembangunan. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat merencanakan kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Misalkan dalam hal mengatasi masalah kemiskinan, dengan adanya data, tentu akan mempermudah untuk mengidentifikasi daerah mana yang lebih membutuhkan, sehingga upaya-upaya pengentasan kemiskinan yang akan dilakukan lebih tepat sasaran.
Data statistik juga bermanfaat untuk mengukur perkembangan maupun progress negara dalam mencapai berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan yang telah ditetapkan. Misalnya, dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau lebih dikenal SDGs, data statistik digunakan untuk memonitoring kemajuan dalam hal pengentasan kemiskinan, pengurangan kesenjangan, serta pelestarian lingkungan.
Seringkali, data statistik dianggap hanya bermanfaat dan digunakan oleh Pemerintah saja. Padahal, semua lapisan masyarakat dapat memanfaatkan data statistik. Seperti misalnya dalam bisnis, data statistik sangat berguna untuk mengidentifikasi pasar, menentukan lokasi, menganalisa rantai pasokan, dan lain sebagainya.
Dalam dunia bisnis, data statistik sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi peluang pasar yang ada. Perilaku konsumen pun dapat terbaca melalui data statistik. Lebih jauh lagi, jika data statistik mampu dianalisis dengan baik, maka para pelaku usaha/bisnis juga dapat mengetahui preferensi, perubahan tren, dan lainnya yang nantinya membantu agar tetap mampu bersaing di pasar.
Tak berhenti disitu, dalam berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, dan lainnya, data statistik sangat dapat dimanfaatkan, agar keputusan yang diambil menjadi lebih tepat. Di bidang kesehatan, data statistik dapat membantu pemerintah dan penyedia layanan kesehatan untuk merencanakan distribusi sumber daya medis, mengidentifikasi penyakit yang mungkin menjadi wabah, dan melacak tren kesehatan masyarakat. Sementara itu, dalam dunia pendidikan, institusi pendidikan dapat menggunakan data untuk mengevaluasi efektivitas program pendidikan, mengidentifikasi masalah dalam pencapaian akademis, dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan hasil belajar. Selain itu, data dapat membantu calon mahasiswa dan orang tua dalam memilih sekolah yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pendidikan mereka.
Data statistik juga sangat bermanfaat untuk masyarakat umum. Data dapat dijadikan acuan ketika akan mencari pekerjaan, memilih tempat belanja, memilih tempat berwisata, dan lain sebagainya. Dengan melihat data, tentunya keputusan yang diambil akan menjadi keputusan yang lebih efektif dan cerdas.
Selain kesadaran betapa pentingnya dan bermanfaatnya data, yang perlu menjadi perhatian juga adalah terkait berbagai tantangan yang masih harus diatasi bersama. Masih banyak masalah terkait data yang harus dicari solusinya. Salah satu contohnya adalah mengenai privasi data. Seiring berkembangnya teknologi dan digitalisasi, serta semakin banyaknya data yang dikumpulkan dan dianalisis, maka penting bagi Pemerintah untuk terus mengedukasi masyarakat dan juga meningkatkan perlindungan data individu.
Edukasi kepada masyarakat tentang kapan dan kepada siapa saja seharusnya masyarakat harus ataupun boleh memberikan data mereka, sangat penting agar data privasi tetap terjaga. Selain itu, sosialisasi mengenai penting dan perlunya partisipasi masyarakat dalam pengumpulan data yang dilakukan oleh lembaga resmi seperti misalnya dalam kegaitan sensus maupun survei yang diselenggarakan BPS maupun Kementerian/Lembaga juga harus terus ditingkatkan. Hal ini agar kesadaran masyarakat juga meningkat, sehingga data yang dihasilkan juga akan lebih akurat.
Literasi mengenai data statistik juga tak kalah penting untuk terus ditingkatkan. Semakin banyak masyarakat yang mengerti cara membaca, menganalisis dan memaknai data-data statistik, maka semakin besar pula manfaat data statistik dapat dirasakan. Misinterpretasi dalam memaknai data statistik yang tersedia pun dapat diminimalisir. Pada akhirnya, kesadaran akan pentingnya data statistik juga akan turut meningkat.
Dengan adanya peringatan Hari Statistik Nasional, mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya data statistik. Data adalah kunci untuk memahami tantangan yang kita hadapi dan bagaimana mengambil tindakan yang relevan untuk mengatasi tantangan tersebut. Peran serta seluruh pihak dalam mengumpulkan, melindungi, dan memanfaatkan data statistik secara bijak, diharapkan akan mampu memajukan statistik Indonesia.
*Penulis merupakan Statistisi di Badan Pusat Statistik









