Kamis, 25 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Pemerintah dan Perguruan Tinggi Kembangkan Sistem Peringatan Dini Tanah Longsor

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
1 April 2024
in Nasional
A A
0
Tanah Longsor
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta, Pemerintah Indonesia, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bersama sejumlah perguruan tinggi, telah menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan kembali sistem informasi peringatan dini bencana tanah longsor skala besar yang mencakup seluruh wilayah rawan nasional.

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengungkapkan bahwa saat ini instansinya tengah melakukan studi berbasis ilmiah dengan melibatkan para ahli teknologi inovasi, iklim, dan geologi dalam negeri.

Studi ini bertujuan untuk menentukan mekanisme peringatan dini tanah longsor yang memenuhi standar keakuratan tinggi, kecepatan, integrasi, serta kemudahan akses oleh publik. “Setidaknya ada tiga mekanisme yang umum diadopsi dalam pembuatan sistem peringatan dini tersebut,” ujar Abdul, Senin (1/4/24).

Salah satu mekanisme yang diungkapkan adalah sistem peringatan dini berbasis citra satelit time-series yang memantau perubahan tata lahan dan pergerakan mahkota longsor untuk menghasilkan peringatan dini bagi masyarakat yang berisiko tinggi.

Artikel Terkait

Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Mobil yang Berhenti di Penjaringan

BULOG Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan Pada Puncak PENAS XVII Tahun 2026

UGM Dorong Pemerintah Perluas Beasiswa agar Lebih Banyak Lulusan SMA Bisa Kuliah

Mekanisme lainnya adalah peringatan dini berbasis sensor, di mana setiap daerah rawan longsor dipasangkan alat sensor untuk memantau pergerakan tanah, curah hujan, dan parameter lainnya. Data ini kemudian diolah untuk menghasilkan peringatan dini bagi masyarakat.

Adapun mekanisme ketiga adalah sistem peringatan yang melibatkan masyarakat dalam proses pemantauan dan pelaporan tanda-tanda awal tanah longsor. Namun, Abdul menyatakan bahwa masih dalam tahap pengkajian opsi terbaik untuk mekanisme tanah longsor nasional ini.

Abdul menambahkan bahwa pembuatan sistem peringatan dini tanah longsor berskala nasional ini merupakan hasil tindak lanjut dari penelitian sebelumnya yang berhasil mengembangkan sistem serupa di 35 daerah sepuluh tahun lalu.

Meskipun demikian, sistem yang dikembangkan sebelumnya masih memiliki keterbatasan dalam kapasitas dan wilayah jangkauan yang masih tergolong lokal, hanya mencakup lebih dari 200 desa.

“Karena yang kita miliki masih sangat lokal, sehingga selama ini kita masih cenderung mengandalkan sistem informasi prakiraan cuaca yang belum spesifik terhadap tanah longsor,” ungkap Abdul.

Dalam konteks ini, pentingnya informasi peringatan dini tanah longsor diakui sebagai langkah preventif yang sejajar dengan peringatan gempa bumi dan tsunami nasional. Data BNPB menunjukkan bahwa sejak Januari hingga Maret tahun ini, telah terjadi beberapa kali bencana banjir disertai tanah longsor yang menyebabkan dampak serius bagi ratusan ribu warga, puluhan ribu rumah warga, fasilitas umum yang rusak, bahkan menimbulkan korban jiwa.

Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam pengembangan sistem peringatan dini ini diharapkan dapat mengurangi dampak bencana tanah longsor di Indonesia secara signifikan dan melindungi keselamatan serta kesejahteraan masyarakat. (hai)

Topik: Tanah Longsor

TerkaitBerita

Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Mobil yang Berhenti di Penjaringan
Peristiwa

Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Mobil yang Berhenti di Penjaringan

oleh Editor : Affandy
25 Juni 2026
BULOG Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan Pada Puncak PENAS XVII Tahun 2026
Nasional

BULOG Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan Pada Puncak PENAS XVII Tahun 2026

oleh Editor : Anggoro
25 Juni 2026
UGM Dorong Pemerintah Perluas Beasiswa agar Lebih Banyak Lulusan SMA Bisa Kuliah
Nasional

UGM Dorong Pemerintah Perluas Beasiswa agar Lebih Banyak Lulusan SMA Bisa Kuliah

oleh Editor : Affandy
25 Juni 2026
Nasib Pilu Komang Ani: Lansia yang Pertahankan Tanah Malah Dipenjara, Kini Terancam Kebutaan Permanen
Peristiwa

Nasib Pilu Komang Ani: Lansia yang Pertahankan Tanah Malah Dipenjara, Kini Terancam Kebutaan Permanen

oleh Editor : Akula
24 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

AGROBISNIS: Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) bersama PT Fery Agung Corindotama (FERACO) membuka Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di GOR David-Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo. (Foto: Dok./KTNA)

PENAS XVII 2026 Dorong Investasi dan Teknologi Agrobisnis

25 Juni 2026
Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Mobil yang Berhenti di Penjaringan

Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Mobil yang Berhenti di Penjaringan

25 Juni 2026
AKBP Adri Jalani Operasi Setelah Patah Tulang Lutut Saat Amankan Demo di DPR

AKBP Adri Jalani Operasi Setelah Patah Tulang Lutut Saat Amankan Demo di DPR

25 Juni 2026
IHSG Melonjak 2,69 Persen, Kembali Tembus Level 6.000 pada Sesi I Perdagangan

IHSG Melonjak 2,69 Persen, Kembali Tembus Level 6.000 pada Sesi I Perdagangan

25 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3566 shares
    Share 1426 Tweet 892
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    445 shares
    Share 178 Tweet 111
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang di Jatim Dikabarkan Bakal PHK Ribuan Karyawan, Produksi Disebut Pindah ke Vietnam

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya