Rabu, 24 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Pemerintah dan Perguruan Tinggi Kembangkan Sistem Peringatan Dini Tanah Longsor

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
1 April 2024
in Nasional
A A
0
Tanah Longsor
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta, Pemerintah Indonesia, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bersama sejumlah perguruan tinggi, telah menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan kembali sistem informasi peringatan dini bencana tanah longsor skala besar yang mencakup seluruh wilayah rawan nasional.

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengungkapkan bahwa saat ini instansinya tengah melakukan studi berbasis ilmiah dengan melibatkan para ahli teknologi inovasi, iklim, dan geologi dalam negeri.

Studi ini bertujuan untuk menentukan mekanisme peringatan dini tanah longsor yang memenuhi standar keakuratan tinggi, kecepatan, integrasi, serta kemudahan akses oleh publik. “Setidaknya ada tiga mekanisme yang umum diadopsi dalam pembuatan sistem peringatan dini tersebut,” ujar Abdul, Senin (1/4/24).

Salah satu mekanisme yang diungkapkan adalah sistem peringatan dini berbasis citra satelit time-series yang memantau perubahan tata lahan dan pergerakan mahkota longsor untuk menghasilkan peringatan dini bagi masyarakat yang berisiko tinggi.

Artikel Terkait

Menteri Mukhtarudin Resmikan Migrant Center Pertama di Kalimantan, Rektor ULM Sambut Strategi Baru SDM

Kementerian HAM: Dugaan Penyekapan Wanita di Bandung Penuhi Unsur Pelanggaran HAM

Briptu Nanda Gugur Saat Selamatkan Anak yang Terseret Arus di Maluku

Mekanisme lainnya adalah peringatan dini berbasis sensor, di mana setiap daerah rawan longsor dipasangkan alat sensor untuk memantau pergerakan tanah, curah hujan, dan parameter lainnya. Data ini kemudian diolah untuk menghasilkan peringatan dini bagi masyarakat.

Adapun mekanisme ketiga adalah sistem peringatan yang melibatkan masyarakat dalam proses pemantauan dan pelaporan tanda-tanda awal tanah longsor. Namun, Abdul menyatakan bahwa masih dalam tahap pengkajian opsi terbaik untuk mekanisme tanah longsor nasional ini.

Abdul menambahkan bahwa pembuatan sistem peringatan dini tanah longsor berskala nasional ini merupakan hasil tindak lanjut dari penelitian sebelumnya yang berhasil mengembangkan sistem serupa di 35 daerah sepuluh tahun lalu.

Meskipun demikian, sistem yang dikembangkan sebelumnya masih memiliki keterbatasan dalam kapasitas dan wilayah jangkauan yang masih tergolong lokal, hanya mencakup lebih dari 200 desa.

“Karena yang kita miliki masih sangat lokal, sehingga selama ini kita masih cenderung mengandalkan sistem informasi prakiraan cuaca yang belum spesifik terhadap tanah longsor,” ungkap Abdul.

Dalam konteks ini, pentingnya informasi peringatan dini tanah longsor diakui sebagai langkah preventif yang sejajar dengan peringatan gempa bumi dan tsunami nasional. Data BNPB menunjukkan bahwa sejak Januari hingga Maret tahun ini, telah terjadi beberapa kali bencana banjir disertai tanah longsor yang menyebabkan dampak serius bagi ratusan ribu warga, puluhan ribu rumah warga, fasilitas umum yang rusak, bahkan menimbulkan korban jiwa.

Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam pengembangan sistem peringatan dini ini diharapkan dapat mengurangi dampak bencana tanah longsor di Indonesia secara signifikan dan melindungi keselamatan serta kesejahteraan masyarakat. (hai)

Topik: Tanah Longsor

TerkaitBerita

Menteri Mukhtarudin Resmikan Migrant Center Pertama di Kalimantan, Rektor ULM Sambut Strategi Baru SDM
Nasional

Menteri Mukhtarudin Resmikan Migrant Center Pertama di Kalimantan, Rektor ULM Sambut Strategi Baru SDM

oleh Editor : Doe
24 Juni 2026
Kementerian HAM: Dugaan Penyekapan Wanita di Bandung Penuhi Unsur Pelanggaran HAM
Nasional

Kementerian HAM: Dugaan Penyekapan Wanita di Bandung Penuhi Unsur Pelanggaran HAM

oleh Editor : Affandy
24 Juni 2026
Briptu Nanda Gugur Saat Selamatkan Anak yang Terseret Arus di Maluku
Peristiwa

Briptu Nanda Gugur Saat Selamatkan Anak yang Terseret Arus di Maluku

oleh Editor : Affandy
23 Juni 2026
Pengamat: Janji DPR kepada Mahasiswa Harus Dikawal agar Tak Berhenti pada Simbolisme Politik
Nasional

Pengamat: Janji DPR kepada Mahasiswa Harus Dikawal agar Tak Berhenti pada Simbolisme Politik

oleh Editor : Affandy
22 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

LSF RI Buka Program Magang 2026, Mahasiswa Semester 5 ke Atas Bisa Daftar

LSF RI Buka Program Magang 2026, Mahasiswa Semester 5 ke Atas Bisa Daftar

24 Juni 2026
Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Level Rp17.960

Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Level Rp17.960

24 Juni 2026
Tak Perlu Khawatir Kehabisan Daya, Realme P4x 4G Andalkan Baterai 8.000mAh untuk Temani Aktivitas Seharian

Tak Perlu Khawatir Kehabisan Daya, Realme P4x 4G Andalkan Baterai 8.000mAh untuk Temani Aktivitas Seharian

24 Juni 2026
Menteri Mukhtarudin Resmikan Migrant Center Pertama di Kalimantan, Rektor ULM Sambut Strategi Baru SDM

Menteri Mukhtarudin Resmikan Migrant Center Pertama di Kalimantan, Rektor ULM Sambut Strategi Baru SDM

24 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3549 shares
    Share 1420 Tweet 887
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    440 shares
    Share 176 Tweet 110
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang di Jatim Dikabarkan Bakal PHK Ribuan Karyawan, Produksi Disebut Pindah ke Vietnam

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya