Koranindopos.com – JAKARTA – Pengamat politik sekaligus Anggota Dewan Nasional Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Jojo Rohi, menilai berbagai janji yang disampaikan pimpinan DPR RI saat menerima audiensi mahasiswa demonstran perlu terus dikawal agar tidak berhenti sebagai simbolisme politik semata.
Menurut Jojo, pertemuan antara pimpinan DPR dan perwakilan mahasiswa pada Jumat (19/6/2026) memang dapat membuka peluang perbaikan. Namun, hal tersebut belum dapat dianggap sebagai sebuah keberhasilan sebelum ada tindak lanjut yang nyata.
“Tantangan terbesar justru berada pada kemampuan mahasiswa dan masyarakat sipil untuk terus mengawal komitmen tersebut agar tidak berhenti pada simbolisme politik semata,” kata Jojo saat dihubungi, Minggu (21/6/2026).
Ia menegaskan bahwa ujian sesungguhnya baru dimulai setelah aksi demonstrasi berakhir dan perhatian media mulai berkurang. Menurutnya, keberhasilan sebuah gerakan tidak hanya diukur dari diterimanya aspirasi oleh pejabat negara, melainkan dari implementasi nyata atas berbagai tuntutan yang telah disampaikan.
“Ujian sesungguhnya baru dimulai setelah demonstrasi usai dan sorotan media meredup,” ujarnya.
Jojo juga menilai belum terdapat komitmen bersama yang jelas antara mahasiswa dan pimpinan DPR terkait indikator untuk mengukur sejauh mana tuntutan mahasiswa benar-benar dilaksanakan. Karena itu, ia mengusulkan setidaknya tiga indikator yang dapat menjadi tolok ukur.
Pertama, DPR perlu segera memanggil kementerian dan lembaga terkait melalui rapat kerja yang dilakukan secara terbuka. Kedua, rapat tersebut harus menghasilkan rekomendasi maupun langkah konkret, bukan sekadar pernyataan politik. Ketiga, DPR perlu secara berkala melaporkan perkembangan tindak lanjut kepada publik dan kepada mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi.
“Apakah DPR segera memanggil kementerian dan lembaga terkait dalam rapat kerja terbuka. Kedua, apakah ada rekomendasi atau langkah konkret yang dihasilkan, bukan sekadar pernyataan politik. Ketiga, apakah DPR secara berkala melaporkan perkembangan tindak lanjut kepada publik dan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi tersebut,” jelasnya.
Sebelumnya, pimpinan DPR RI menemui para mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat malam. Sejumlah pimpinan DPR yang hadir dalam audiensi tersebut antara lain Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa. Turut hadir Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III Rano Alfath, serta Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Nazaruddin Dek Gam.
Pertemuan berlangsung secara tertutup di Gedung Nusantara dan dihadiri perwakilan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO, Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, Universitas Esa Unggul, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Usai audiensi, pimpinan DPR bersama perwakilan mahasiswa menggelar konferensi pers untuk menyampaikan sejumlah komitmen dan janji yang telah dibahas. Tak lama kemudian, Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa menemui massa aksi secara langsung dari atas mobil komando.
Meski demikian, Jojo menekankan bahwa substansi dari berbagai janji tersebut harus terus dipantau. Menurutnya, partisipasi aktif mahasiswa dan masyarakat sipil sangat diperlukan agar aspirasi yang telah disampaikan tidak hanya menjadi momentum sesaat, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan kebijakan yang dapat dirasakan oleh publik.(dhil/kmps)










