Koranindopos.com – JAKARTA – Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna, meminta pemerintah memberikan sanksi tegas kepada perusahaan pemilik kabel semrawut yang membahayakan masyarakat. Desakan itu mengemuka setelah insiden yang menewaskan siswi SMAN 6 Jakarta, Neisha Amalia Evrian (16), akibat tersangkut kabel yang menjuntai di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
Menurut Yayat, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kabel tersebut. Ia menilai, apabila terbukti terjadi kelalaian dalam pemeliharaan, perusahaan pemilik kabel harus dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku.
“Apakah perusahaan yang membiarkan kabel menjuntai menyebabkan korban orang lain dikenai sanksi atau tidak? Dulu kasus Sultan Rif’at Alfatih itu pemilik kabel diajukan ke pengadilan, karena dianggap unsur kelalaian,” ujar Yayat, Minggu (21/6/2026).
Ia menegaskan bahwa perusahaan yang tidak melakukan perawatan dengan baik hingga menyebabkan kecelakaan fatal harus mendapat tindakan tegas dari pemerintah daerah. Menurutnya, diperlukan regulasi yang kuat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatur penataan kabel agar tidak semrawut dan tidak bertumpuk pada satu tiang.
Yayat bahkan mengusulkan agar Pemprov DKI memiliki kewenangan untuk memotong kabel yang menjuntai apabila pemiliknya tidak bertanggung jawab terhadap pemeliharaan.
“Kalau misalnya ada yang menjuntai itu, potong saja! Dipotong kalau pemiliknya tidak bertanggung jawab. Kalau penyewa atau pelanggannya komplain, kenapa dia tidak mampu merawat?” katanya.
Peristiwa tragis yang menimpa Neisha terjadi saat siswi berusia 16 tahun itu dibonceng menggunakan sepeda motor oleh seorang pria yang bekerja sebagai pengantar sekolah keluarga korban. Saat melintas di Jalan Lauser, pengendara motor berusaha mendahului bus dari sisi kanan.
Namun, setang motor diduga tersangkut kabel yang menjuntai dari tiang listrik sehingga kendaraan kehilangan kendali.
“Akibat itu kan setir sebelah kanan ngerem karena ketarik, pengemudi jatuh ke kanan dan korban yang dibonceng jatuh ke kiri,” ujar Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo.
Korban yang terjatuh ke sisi kiri jalan kemudian terlindas bus sekolah yang tengah melintas. Meski menggunakan helm, Neisha mengalami luka berat di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa kabel yang diduga menjadi penyebab kecelakaan merupakan kabel milik PLN yang dalam kondisi terputus.
“Kronologinya mungkin teman-teman sudah tahu, tapi intinya memang itu terjadi dan kabelnya adalah kabel yang terpotong dari PLN,” kata Pramono.
Kasus tersebut kembali menyoroti persoalan kabel semrawut di Jakarta yang selama ini kerap dikeluhkan warga. Selain mengganggu estetika kota, kondisi kabel yang tidak tertata dan kurang terawat dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Yayat menilai, insiden yang menelan korban jiwa ini harus menjadi momentum bagi pemerintah dan perusahaan utilitas untuk mempercepat penataan jaringan kabel di ibu kota. Menurutnya, aspek keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.(dhil/kmps)










