“Ya, saya sangat bersyukur sekali. Saya mendapatkan berita tersebut dari Pak Gubernur. Nomor 53. Bahkan kabarnya Washington D.C. pun kalah. Ini menjadi pemacu dan semangat bagi kita semua,” ujar Rano Karno saat ditemui di Taman Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (20/6/2026).
Rano menilai, salah satu faktor yang mendorong peningkatan posisi Jakarta dalam pemeringkatan tersebut adalah semakin banyaknya kegiatan dan acara yang digelar di ibu kota. Berbagai event yang melibatkan masyarakat dinilai mampu meningkatkan daya tarik kota dan memperkuat citra Jakarta di mata dunia.
“Tolok ukurnya ternyata adalah banyaknya kegiatan atau event yang kita buat bersama, dan hal itulah yang meningkatkan penilaian tersebut,” katanya.
Ia pun optimistis posisi Jakarta akan terus mengalami peningkatan pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, kenaikan peringkat yang sebelumnya berada di posisi 71 menjadi peringkat 53 menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Mudah-mudahan itu menjadi target yang realistis dan insyaallah bisa tercapai,” tambahnya.
Dalam laporan 100 World’s Best Cities 2026, Jakarta disebut sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di dunia yang terus mengalami perkembangan pesat. Ibu kota Indonesia tersebut berhasil mengungguli sejumlah kota besar lainnya, seperti Washington D.C. di Amerika Serikat, Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, Busan di Korea Selatan, serta Delhi di India.
Keunggulan utama Jakarta terletak pada aspek lovability atau daya tarik kota. Pada kategori ini, Jakarta menempati posisi ke-28 dunia, lebih tinggi dibandingkan peringkat keseluruhannya.
Penilaian tersebut didorong oleh kuatnya sektor pariwisata, kawasan perkotaan yang menarik secara visual, serta tingginya popularitas Jakarta di media sosial. Beragam destinasi dan kawasan ikonik turut menjadi perhatian dalam laporan tersebut, seperti kawasan Kota Tua yang telah direvitalisasi, area rooftop di Sudirman Central Business District (SCBD), hingga kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).
Selain itu, keberadaan ruang publik, pusat hiburan, pusat perbelanjaan, serta beragam pilihan rekreasi keluarga turut mengantarkan Jakarta masuk ke dalam jajaran 10 besar dunia untuk kategori family-friendly attractions dan shopping.
Pencapaian ini dinilai menjadi sinyal positif bagi transformasi Jakarta menuju kota global. Setelah tidak lagi menyandang status sebagai ibu kota negara, Jakarta terus berupaya memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi, bisnis, dan destinasi wisata di kawasan Asia Tenggara.
Berbagai pembenahan infrastruktur, revitalisasi kawasan bersejarah, pengembangan ruang publik, hingga penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing kota.
Dengan masuknya Jakarta ke peringkat 53 kota terbaik dunia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap capaian tersebut dapat menjadi pemicu untuk terus berinovasi dan menghadirkan kota yang semakin nyaman, modern, dan berdaya saing di tingkat internasional.(dhil/kmps)










