
KAMERUN, koranindopos.com – Usai sudah penyelenggaraan Piala Afrika 2021 yang berlangsung awal 2022 ini di Olembe, Kamerun. Partai final yang menyajikan dua tim terbaik turnamen yaitu Mesir dan Senegal kompak menampilkan permainan terbaik mereka. Bermain sama kuat 0-0 di waktu normal membuat pertandingan harus dilanjutkan dengan babak tambahan waktu 2×15 menit. Hasilnya tetap nihil gol yang mengharuskan pengadil lapangan melanjutkan ke babak tendangan penalti. Di babak tos-tosan itulah Senegal keluar juara setelah menang 4-2.
Di luar nama dua bintang Liverpool, Mohamed Salah dan Sadio Mane yang memperkuat masing-masing tim di partai final, nama lain yang tidak kalah menjadi perhatian adalah kiper Senegal, Edouard Mendy. Penampilannya cukup apik. Bahkan ketangguhannya di bawah mister mampu dipamerkannya secara konsisten sepanjang turnamen. Dia bahkan diganjar sebagai penerima sarung tangan emas atau penjaga gawang terbaik turnamen. Kiper raksasa Liga Inggris, Chelsea itu semakin menasbihkan dirinya sebagai penjaga gawang terbaik musim ini. Gelar yang dia persembahkan untuk Senegal melengkapi capaian hebatnya dalam berburu tropi di dua tahun terakhir.
Capaian sensasional bersama Senegal tahun ini melengkapi prestasi Mendy di level klub. Musim lalu dia juga berhasil mengantar Chelsea menjadi juara Liga Champions. Prestasi tersebut membuat namanya sejajar dengan beberapa kiper hebat dunia yang telah mengoleksi tropi di level klub dan negara. Sebut saja Manuel Neuer yang lebih dulu meraih sukses bersama Bayern Munchen dan Timnas Jerman. Ada juga nama Iker Casillas yang meraup kesuksesan bersama Real Madrid dan Timnas Spanyol. Dengan usianya yang masih muda untuk ukuran penjaga gawang, yakni 29 tahun, kisah sukses Mendy jelas masih panjang. Baik bersama Chelsea maupun bersama Timnas Senegal.
Di luar nama Mendy yang berhasil menjadi juara bersama Senegal, Piala Afrika 2021 melahirkan cerita menarik. Yaitu lahirnya juara baru dalam sejarah kompetisi tertinggi antar negara di benua tersebut. Sejak mulai diperkenalkan pada 1957, Senegal tidak pernah sekalipun meraih prestasi membanggakan sebagai juara di ajang tersebut. Berbeda dengan Mesir yang berpredikat sebagai raja karena berhasil mengumpulkan tujuh tropi dalam sejarah Piala Afrika. Prestasi membanggakan yang diraih Mesir di ajang Piala Afrika diraih pada edisi 1957, 1959, 1986, 1998, 2006, 2008, dan 2010. Patut dinanti apakah Mendy akan berhasil melanjutkan capaian hebatnya bersama Senegal dengan menjadi juara di Piala Dunia 2022.(hai)









