Koranindopos.com, Depok – Pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu faktor penentu keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi kendala dalam menyusun anggaran usaha, mengelola arus kas, hingga memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Menjawab tantangan tersebut, pada tanggal 7 Juli 2026, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pemberdayaan Keuangan Pelaku UMKM IWAPI Cinere melalui Smart Budgeting” bekerja sama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Cinere.
Program ini merupakan bentuk komitmen PNJ dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM perempuan agar memiliki kemampuan pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur, efektif, dan berkelanjutan.
Kegiatan dipimpin oleh Dr. Sabar Warsini, S.E., M.M. bersama tim dosen Program Studi D4 Manajemen Keuangan Politeknik Negeri Jakarta, yaitu Dr. Dra. Endang Purwaningrum, M.M., yang berperan dalam fasilitasi pelatihan dan pendampingan mitra, serta Heidy Puspa Alyssa, S.Tr.Ak., M.M., yang memfasilitasi pelatihan. Pengembangan modul juga didukung oleh Lini Ingriyani, S.T., M.M., CSA., CTA., dosen Program Studi Manajemen Keuangan sekaligus Kepala Laboratorium Galeri Investasi Politeknik Negeri Jakarta, yang berkontribusi dalam penyusunan materi, pengembangan studi kasus, serta penyelarasan modul dengan kebutuhan riil pelaku UMKM.
Berbeda dengan pelatihan keuangan pada umumnya yang lebih menitikberatkan pada penyampaian teori, program ini mengedepankan pendekatan aplikatif melalui konsep Smart Budgeting. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya perencanaan keuangan, tetapi juga dibimbing menyusun anggaran usaha, mengelola arus kas, dan melakukan pencatatan keuangan sederhana yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
Menurut tim pelaksana, lemahnya pengelolaan keuangan masih menjadi salah satu persoalan mendasar yang dihadapi UMKM. Banyak pelaku usaha belum memiliki perencanaan anggaran yang jelas, masih mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, serta belum memiliki sistem pencatatan yang mampu memberikan gambaran kondisi keuangan secara akurat. Kondisi tersebut sering kali menyebabkan pelaku usaha kesulitan mengukur keuntungan, mengendalikan pengeluaran, hingga merencanakan pengembangan bisnis.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdian menyusun Modul Smart Budgeting, sebuah panduan praktis yang dirancang khusus bagi pelaku UMKM. Modul ini memuat materi mengenai penyusunan anggaran, pengelolaan arus kas, pemisahan keuangan usaha dan pribadi, serta dilengkapi dengan worksheet yang memudahkan peserta melakukan pencatatan keuangan secara sederhana namun sistematis.
Lini Ingriyani, S.T., M.M., CSA., CTA. menjelaskan bahwa modul tersebut dikembangkan agar mudah dipahami oleh pelaku UMKM dari berbagai latar belakang usaha.
“Kami ingin menghadirkan modul yang sederhana, praktis, dan langsung dapat diterapkan. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan pemahaman, tetapi membantu pelaku UMKM membangun kebiasaan mengelola keuangan yang lebih sehat sehingga usaha mereka dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari luaran kegiatan, tim pengabdian juga menyerahkan Modul Smart Budgeting kepada IWAPI Cinere sebagai media pembelajaran yang dapat terus dimanfaatkan setelah program selesai. Penyerahan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan program pendampingan yang berkelanjutan sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti pada saat pelatihan berlangsung, tetapi terus dirasakan oleh anggota IWAPI dalam menjalankan usahanya.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Sabar Warsini, S.E., M.M., berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi pelaku usaha dapat menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi yang dapat diterapkan oleh masyarakat. Melalui kolaborasi dengan IWAPI, kami berharap pelaku UMKM semakin siap menghadapi tantangan bisnis dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik dan terukur,” ungkapnya.
Program ini tidak hanya mendukung peningkatan literasi keuangan UMKM, tetapi juga memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menciptakan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kapasitas UMKM perempuan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional.









