Koranindopos.com – JAKARTA – Pemanfaatan ikan sapu-sapu kembali menjadi perhatian setelah Pemerintah Kota Jakarta Barat mengembangkan cara baru dalam mengolah spesies invasif tersebut. Jika sebelumnya ikan sapu-sapu kerap dikaitkan dengan berbagai olahan makanan, kini ikan tersebut justru dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF).
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mengendalikan populasi ikan sapu-sapu yang banyak ditemukan di sejumlah sungai dan saluran air di Jakarta. Selain dikenal sulit dikendalikan, ikan ini juga dinilai mengganggu keseimbangan ekosistem karena berkembang biak dengan cepat dan bersaing dengan ikan lokal.
Dalam prosesnya, ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap tidak diolah menjadi produk konsumsi manusia, melainkan dicacah terlebih dahulu sebelum diberikan sebagai sumber protein bagi budidaya maggot. Maggot kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak maupun ikan karena memiliki kandungan protein yang tinggi.
Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan membuang hasil tangkapan begitu saja. Selain membantu mengurangi populasi ikan invasif, pemanfaatan sebagai pakan maggot juga mendukung konsep ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Pemerintah berharap inovasi ini dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan ikan sapu-sapu di wilayah Jakarta Barat. Ke depan, program serupa berpotensi diterapkan di wilayah lain yang menghadapi persoalan serupa, sekaligus mendorong pengembangan budidaya maggot sebagai salah satu sektor ekonomi berbasis lingkungan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku budidaya, pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi pakan maggot diharapkan tidak hanya membantu menjaga kelestarian ekosistem perairan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dari pengelolaan sumber daya yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.(dhil/kmps)










