Jumat, 19 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Traveling

Mendalami Kearifan Lokal Suku Baduy di Desa Kanekes

Editor : Hana oleh Editor : Hana
22 September 2024
in Traveling
A A
0
Suku Baduy

Cover: Melihat aktivitas masyarakat Suku Baduy di Desa Kanekes (Shutterstock/Helza Nitrisia)

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Suku Baduy merupakan suku asli Indonesia yang berada di Pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak, Banten. Tradisi dan budaya merupakan dua hal yang masih sangat dijaga oleh masyarakat Suku Baduy. Menjadi salah satu suku yang masih mempertahankan segala kearifan lokal setempat dan hidup berdampingan dengan alam, membuat segala hal tentang Suku Baduy menarik untuk diketahui.

Namun, sampai sekarang masih banyak wisatawan yang kurang mengenal Suku Baduy secara mendalam. Sehingga tidak mengetahui aturan atau adat istiadat yang dipegang teguh masyarakat Suku Baduy. Padahal memahami dan menghargai kearifan lokal dari suatu daerah menjadi hal terpenting bagi wisatawan saat mengunjungi berbagai destinasi wisata.

Untuk mengenal lebih mendalam tentang masyarakat Suku Baduy, berikut adalah beberapa penjelasan terkait adat istiadat Suku Baduy yang bisa Sobat Parekraf pelajari:

Perbedaan Baduy Luar dan Baduy Dalam

Artikel Terkait

China Bangga Indonesia Berhasil Merawat dan Mengembangbiakkan Panda Raksasa

Ulah Wisatawan Dinilai Meresahkan, Kawasan Heritage Between Two Gates Kotagede Ditutup Sementara

Pemerintah Tertibkan Ribuan Vila Tak Berizin, Upaya Wujudkan Pariwisata yang Lebih Aman dan Berdaya Saing

Hal paling utama yang harus Sobat Parekraf ketahui, Suku Baduy terdiri dari dua suku: Baduy Luar dan Baduy Dalam. Sebab, banyak yang mengira jika Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar adalah dua kelompok yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang terlihat sangat jelas.

Sesuai namanya, Suku Baduy Luar tinggal di daerah luar, atau mengelilingi wilayah Baduy Dalam. Itu mengapa, Suku Baduy Luar cenderung lebih terbuka dan mengenal kebudayaan dari luar. Seperti sekolah, bersosialisasi dengan orang luar, serta lebih terbuka dalam menerima tamu dan wisatawan. Sebaliknya, Suku Baduy Dalam jauh lebih tertutup, dan masih sangat patuh pada aturan yang sudah ditetapkan secara turun-temurun.

Mendalami%20Kearifan%20Lokal%20Suku%20Baduy Jembatan%20Kampung%20Gajeboh Shutterstock%202094794611 Isthi%20Rahayu - Mendalami Kearifan Lokal Suku Baduy di Desa KanekesFoto: Jembatan Akar yang menghubungkan anatar Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar (Shuttterstock/Isthi Rahayu)

Bahkan untuk masuk kawasan tempat bermukimnya Suku Baduy Dalam, Sobat Parekraf harus berjalan sekitar 12 kilometer dari kawasan Baduy Luar dan melewati perkebunan hingga menyebrangi sungai di balik perbukitan. Kedua kawasan tersebut dipisahkan Sungai Cisimeut dan dihubungkan oleh jembatan yang terbuat dari ikatan akar-akar pepohonan di sekitar sungai, dan tambahan bambu pada bagian bawahnya. Jembatan Akar ini pun seakan menjadi bukti kehebatan Baduy Dalam bersinergi dengan alam.

Tidak hanya sampai di situ, penggunaan teknologi di kawasan Suku Baduy Dalam juga dilarang. Bahkan, Suku Baduy Dalam hanya berkomunikasi dengan bahasa asli mereka. Seperti bahasa Sunda dan membaca huruf aksara Hanacaraka.

Selain itu, Sobat Parekraf juga bisa melihat perbedaan antara Suku Baduy Luar dan Baduy Dalam dari pakaian yang mereka kenakan sehari-hari. Suku Baduy Dalam diwajibkan menggunakan pakaian adat berwarna putih atau biru, dan tidak boleh berkancing maupun berkerah. Bahkan, Suku Baduy Dalam juga tidak boleh memakai alas kaki. Sedangkan Baduy Luar lebih sering menggunakan pakaian berwarna hitam dengan kain ikat berwarna biru tua pada keseharian mereka.

Pahami dan Patuhi Aturan Wisata di Baduy

Berwisata masuk ke area Suku Baduy di Desa Kanekes memang diperbolehkan. Tapi Sobat Parekraf perlu memahami jika tidak semua kawasan di Desa Kanekes boleh dimasuki sembarang orang, terutama orang dari luar Baduy. Selain itu, ada juga beberapa peraturan adat Suku Baduy yang wajib dipatuhi oleh wisatawan.

Satu peraturan yang wajib ditaati saat berkunjung ke kawasan Baduy adalah menghindari penggunaan teknologi. Seperti ponsel, radio, speaker, tablet atau laptop, dan berbagai alat teknologi lainnya. Di samping itu, Sobat Parekraf juga dilarang untuk tidak memotret di kawasan dan masyarakat Suku Baduy tanpa izin. Hal ini tentunya berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Suku Baduy yang menentang penggunaan teknologi, dan masih sangat menghargai dan menjaga alam.

Itu mengapa, Suku Baduy tidak menggunakan produk-produk berbahan kimia dalam keseharian mereka. Baik itu tidak menggunakan sabun untuk mandi, pasta gigi, maupun detergen karena dianggap merusak lingkungan. Oleh karena itu, Sobat Parekraf juga harus menghargai dan menghormati aturan adat tersebut, dengan tidak membawa dan menggunakan produk berbahan kimia secara sembarangan.

Masih berkaitan dengan kepedulian masyarakat Suku Baduy dengan lingkungan dan alam, Sobat Parekraf dilarang membuang sampah sembarangan di kawasan ini. Apalagi membuang sampah ke sungai, jadi kalau memiliki sampah plastik, pastikan untuk tetap menyimpannya dan membuang saat sudah keluar dari kawasan Suku Baduy. Tidak kalah penting, kita juga tidak boleh menebang atau mencabut tanaman di kawasan Suku Baduy, ya!

Jadi itulah beberapa hal yang harus Sobat Parekraf ketahui sebelum mengunjungi Suku Baduy.

Topik: Suku Baduy

TerkaitBerita

China Bangga Indonesia Berhasil Merawat dan Mengembangbiakkan Panda Raksasa
Traveling

China Bangga Indonesia Berhasil Merawat dan Mengembangbiakkan Panda Raksasa

oleh Editor : Affandy
14 Juni 2026
Ulah Wisatawan Dinilai Meresahkan, Kawasan Heritage Between Two Gates Kotagede Ditutup Sementara
Traveling

Ulah Wisatawan Dinilai Meresahkan, Kawasan Heritage Between Two Gates Kotagede Ditutup Sementara

oleh Editor : Affandy
7 Juni 2026
Pemerintah Tertibkan Ribuan Vila Tak Berizin, Upaya Wujudkan Pariwisata yang Lebih Aman dan Berdaya Saing
Traveling

Pemerintah Tertibkan Ribuan Vila Tak Berizin, Upaya Wujudkan Pariwisata yang Lebih Aman dan Berdaya Saing

oleh Editor : Affandy
6 Juni 2026
Truntum Cihampelas Bandung
Traveling

Truntum Cihampelas Bandung Hadirkan Pengalaman Menginap Mewah di Jantung Kota Bandung

oleh Editor : Hana
5 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Film Tanah Runtuh Tampilkan Sosok Anak Down Syndrome dari Sisi yang Berbeda

Film Tanah Runtuh Tampilkan Sosok Anak Down Syndrome dari Sisi yang Berbeda

18 Juni 2026
Targetkan 5.000 Peserta di Tengah Tren Lari yang Terus Meningkat, BrookFarm Almond Run 2026 Digelar 23 Agustus di GBK

Targetkan 5.000 Peserta di Tengah Tren Lari yang Terus Meningkat, BrookFarm Almond Run 2026 Digelar 23 Agustus di GBK

18 Juni 2026
Jelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin dan Preventif Ruas Jalan Tol 

Jelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin dan Preventif Ruas Jalan Tol 

18 Juni 2026
Peran Generasi Muda dalam Memodernisasi Pertanian di Era Digital

Peran Generasi Muda dalam Memodernisasi Pertanian di Era Digital

18 Juni 2026

Terpopuler

  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    498 shares
    Share 199 Tweet 125
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3499 shares
    Share 1400 Tweet 875
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    425 shares
    Share 170 Tweet 106
  • Angka Kematian Ibu di Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya