Senin, 3 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Harga Kedelai Melambung, Menteri Koperasi UKM Sarankan Kacang Koro Jadi Bahan Baku Tahu Tempe

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
16 Februari 2022
in Ekonomi
A A
0
Harga Kedelai Melambung, Menteri Koperasi UKM Sarankan Kacang Koro Jadi Bahan Baku Tahu Tempe
Share on FacebookShare on Twitter

thumb 1644996854 46. - Harga Kedelai Melambung, Menteri Koperasi UKM Sarankan Kacang Koro Jadi Bahan Baku Tahu Tempe

 

JAKARTA, koranindopos.com – Harga kedelai di beberapa negara tengah mengalami lonjakan. Kondisi tersebut memengaruhi keberlanjutan usaha para pengrajin tempe dan tahu di tanah air. Di tengah kondisi ini, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki merasa tren naiknya harga kedelai harus dijawab dengan menyiapkan alternatif bahan baku agar usaha tempe dan tahu lebih berkelanjutan ke depannya. Salah satu komoditas yang dapat dijadikan sebagai substitusi adalah kacang koro pedang.

Teten menyatakan, para pengrajin tempe dan tahu harus melakukan inovasi untuk mencari alternatif pengganti kedelai impor yang semakin hari semakin mahal. Salah satunya dengan menggunakan kacang koro pedang. Pihaknya kini sedang menyiapkan bahan baku tempe dan tahu dengan kacang koro pedang yang dapat menjadi subtitusi kedelai. “Dengan begitu, para pengrajin tidak tergantung sepenuhnya oleh kedelai impor yang harganya selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya dan memengaruhi produksi tempe,” ujar Teten dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/2).

Artikel Terkait

Harga Emas Antam Naik Rp7.000 per Gram, Kini Tembus Rp2,61 Juta

Pemerintah Tegaskan Larangan Ekspor Logam Tanah Jarang Hanya Berlaku untuk Produk Utama

Dirut BULOG dan Para Pengusaha Penggilingan Padi Lakukan Dialog, Perkuat Sinergi Jaga Kualitas Beras Nasional

Menurut Teten, selama ini makan tempe dan tahu sebagai sumber protein bagi masyarakat Indonesia. Tapi ironinya kedelai yang merupakan bahan baku tempe dan tahu diimpor 2,5 juta sampai 3 juta ton setahun. Karena itu, dia menyarankan agar kacang koro dijadikan bahan baku tahu dan tempe yang punya potensi sebagai substitusi impor. “Ini per satu hektare saja dapat memproduksi 5 ton dan kalau mau substitusi 1 juta ton itu hanya butuh 200 ribu sampai 250 ribu hektare,” jelas Teten. Saat ini Kementerian Koperasi dan UKM tengah bekerja sama dengan para petani dari Kabupaten Sumedang mengembangkan pilot project budidaya kacang koro pedang yang telah dimulai sejak akhir Januari 2022 lalu.

Dengan pengembangan ini, lanjut Teten, diharapkan kacang koro pedang nantinya menjadi salah satu komoditas strategis penunjang ketahanan pangan di Indonesia. Dia menargetkan pada tahun ini akan tertanam kacang koro pedang di lahan seluas 100 hektare di Kabupaten Sumedang. Setelah pilot project ini berlangsung, pada tahun 2023 akan dilakukan scalling up terhadap penanaman kacang koro pedang karena Kabupaten Sumedang memiliki potensi lahan hampir 1.000 hektare yang dapat dipergunakan. “Jadi nanti setelah ini ditanami, akan diserap oleh koperasi yang akan menjadi offtaker. Jadi ada kepastian bagi petani bahwa yang mereka tanam akan terserap,” tegas Teten.

Teten menegaskan, jika Gabungan Koperasi Produsen Tempe-Tahu Indonesia (Gakoptindo) mau menyerap kacang koro pedang hasil produksi para petani, maka akan terjadi peningkatan produksi dari komoditas tersebut. Bahkan, diprediksi kacang koro pedang dapat mensubstitusi 60 persen kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu. “Peran koperasi sebagai offtaker pertama dari para petani kacang koro juga dapat menjadi jawaban untuk pembiayaan KUR (Kredit Usaha Rakyat) kluster yang dapat diakses oleh para petani,” jelas Teten.(hai)

Topik: Kacang koroKedelaiKemenkop UKM

TerkaitBerita

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp2.000 per Gram, Kini Dibanderol Rp2,633 Juta
Bisnis

Harga Emas Antam Naik Rp7.000 per Gram, Kini Tembus Rp2,61 Juta

oleh Editor : Affandy
3 Agustus 2026
Pemerintah Tegaskan Larangan Ekspor Logam Tanah Jarang Hanya Berlaku untuk Produk Utama
Ekonomi

Pemerintah Tegaskan Larangan Ekspor Logam Tanah Jarang Hanya Berlaku untuk Produk Utama

oleh Editor : Affandy
3 Agustus 2026
Dirut BULOG dan Para Pengusaha Penggilingan Padi Lakukan Dialog, Perkuat Sinergi Jaga Kualitas Beras Nasional
Ekonomi

Dirut BULOG dan Para Pengusaha Penggilingan Padi Lakukan Dialog, Perkuat Sinergi Jaga Kualitas Beras Nasional

oleh Editor : Anggoro
2 Agustus 2026
LPDB Koperasi Perkuat Inkubasi Koperasi di Papua, Siapkan KDKMP Naik Kelas dan Akses Pembiayaan Dana Bergulir
Bisnis

LPDB Koperasi Perkuat Inkubasi Koperasi di Papua, Siapkan KDKMP Naik Kelas dan Akses Pembiayaan Dana Bergulir

oleh Editor : Anggoro
1 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Kemenkeu Buka Pendaftaran Magang Reguler 2026 Batch 2, Mahasiswa Berkesempatan Dapat Uang Harian

Kemenkeu Buka Pendaftaran Magang Reguler 2026 Batch 2, Mahasiswa Berkesempatan Dapat Uang Harian

3 Agustus 2026
Kepala BGN Jenguk Korban Dugaan Keracunan MBG di Semarang, Investigasi Masih Berlangsung

Kepala BGN Jenguk Korban Dugaan Keracunan MBG di Semarang, Investigasi Masih Berlangsung

3 Agustus 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp2.000 per Gram, Kini Dibanderol Rp2,633 Juta

Harga Emas Antam Naik Rp7.000 per Gram, Kini Tembus Rp2,61 Juta

3 Agustus 2026
Pemerintah Tegaskan Larangan Ekspor Logam Tanah Jarang Hanya Berlaku untuk Produk Utama

Pemerintah Tegaskan Larangan Ekspor Logam Tanah Jarang Hanya Berlaku untuk Produk Utama

3 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4174 shares
    Share 1670 Tweet 1044
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    638 shares
    Share 255 Tweet 160
  • Pemotor Tewas Setelah Terserempet Truk di Jalan Daan Mogot Cengkareng

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • For Revenge Dipilih Garap Soundtrack Spider-Man: Brand New Day Versi Indonesia

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Kereta Bandara di Kembangan, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya