koranindopos.com – Jakarta. Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mempertimbangkan menggunakan jalur laut saat bepergian ke dan dari wilayah NTB. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan yang disebabkan oleh abu vulkanik dari letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Lombok.
“Aktivitas penerbangan di Bandara Lombok banyak yang dibatalkan sebagai dampak abu vulkanik, sehingga alternatif saat ini warga bisa menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Lembar,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaludin Malady, pada Rabu (12/11/2024), sebagaimana dilaporkan oleh Antara.
Akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki, sebanyak 30 penerbangan domestik dan internasional dari Bandara Lombok dibatalkan. Hal ini berdampak langsung pada ribuan penumpang yang batal terbang, termasuk wisatawan mancanegara dan warga lokal yang hendak melanjutkan perjalanan mereka. Beberapa penerbangan lainnya masih mengalami penundaan (delay) dan dapat dibatalkan tergantung arah pergerakan abu vulkanik yang saat ini mengarah ke barat.
“Banyak wisatawan yang batal terbang hari ini, termasuk saya dan rombongan yang akan berangkat menuju Jakarta,” ungkap Jamaludin. Beliau juga menekankan bahwa maskapai belum dapat memastikan kapan penerbangan akan kembali normal.
Artikel Terkait
Sebagai solusi sementara, Dinas Pariwisata NTB menyarankan warga dengan kebutuhan mendesak untuk menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Lembar menuju Surabaya atau Bali. Setibanya di tujuan, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan bus atau kereta api ke kota-kota lainnya.
Pejabat Humas Bandara Lombok, Arif Haryanto, menjelaskan bahwa jumlah penerbangan yang dibatalkan telah mencapai 30 penerbangan. Sekitar 6.000 penumpang diperkirakan terdampak oleh situasi ini berdasarkan rata-rata penumpang harian di Bandara Lombok. “Beberapa penerbangan masih delay dan kemungkinan bisa dibatalkan juga, tergantung kondisi abu vulkanik letusan Gunung Lewotobi,” ujar Arif.
Dinas Pariwisata NTB menghimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi dari pihak bandara dan maskapai, serta mempertimbangkan rencana alternatif jika kondisi abu vulkanik masih menghambat aktivitas penerbangan. Dengan adanya himbauan ini, diharapkan para wisatawan dan masyarakat dapat tetap melanjutkan perjalanan mereka dengan aman melalui jalur laut.(dhil)










