koranindopos.com – Jakarta. Bersamaan dengan lonjakan harga Bitcoin yang semakin meroket, kekayaan Satoshi Nakamoto, sang pencipta misterius Bitcoin, kini telah melampaui US$ 100 miliar atau sekitar Rp 1.594 triliun (kurs Rp 15.940). Ini menjadikan Nakamoto, meskipun sosoknya belum diketahui dengan pasti, sebagai salah satu individu terkaya di dunia, seandainya dia nyata dan masih hidup.
Menurut data terbaru dari Timechainindex, wallet yang disebut-sebut milik Satoshi Nakamoto, yang dikenal dengan nama Patoshi wallet, kini memiliki lebih dari 1,12 juta BTC. Dengan harga Bitcoin yang terus mengalami kenaikan, nilai total dari kepemilikan Bitcoin tersebut kini diperkirakan mencapai sekitar US$ 102 miliar.
Patoshi wallet, yang dipercaya oleh banyak pihak sebagai wallet milik Satoshi Nakamoto, kini menguasai sekitar 5,68% dari total pasokan Bitcoin yang ada di pasar global. Kepemilikan yang sangat signifikan ini mengangkat kekayaan bersih Nakamoto mendekati tokoh-tokoh terkenal lainnya dalam daftar orang terkaya di dunia, seperti Michael Dell dan Bill Gates, yang masing-masing tercatat memiliki kekayaan bersih sekitar US$ 110,2 miliar dan US$ 105,2 miliar.
Lonjakan nilai Bitcoin, yang kini menembus harga lebih dari US$ 50.000 per koin, menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kekayaan Satoshi Nakamoto terus meningkat. Bitcoin, yang merupakan mata uang kripto pertama di dunia, semakin mendapat perhatian investor global, serta mengukuhkan posisinya sebagai aset digital yang bernilai tinggi.
Dengan nilai kekayaan yang telah tembus lebih dari US$ 100 miliar, Satoshi Nakamoto secara teoritis bisa masuk dalam daftar 20 orang terkaya di dunia. Ini jika dia benar-benar hidup dan memilih untuk mengakses atau menggunakan aset Bitcoin-nya. Sebagai perbandingan, kekayaan Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, yang kerap berada di posisi puncak daftar orang terkaya dunia, saat ini berada di kisaran US$ 240 miliar.
Namun, meskipun kekayaan Nakamoto mengesankan, misteri seputar identitas asli sang pencipta Bitcoin tetap menjadi hal yang menarik. Satoshi Nakamoto adalah nama samaran yang digunakan oleh individu atau kelompok yang menciptakan Bitcoin pada tahun 2008, dan sejak itu, identitas asli di balik nama tersebut belum terungkap. Sebagian besar Bitcoin yang diciptakan pada tahun-tahun awal masih berada di dalam wallet miliknya, yang membuatnya menjadi “orang terkaya yang tidak diketahui” di dunia kripto.
Kepemilikan lebih dari satu juta BTC yang ada di dalam Patoshi wallet ini membuat Satoshi Nakamoto menjadi salah satu pemain terbesar di pasar Bitcoin. Dengan persentase yang sangat besar dari total pasokan Bitcoin, Nakamoto memiliki potensi untuk mempengaruhi harga pasar jika suatu saat memutuskan untuk mengakses atau menjual sebagian besar asetnya. Meskipun demikian, banyak yang berpendapat bahwa Nakamoto mungkin memilih untuk mempertahankan kepemilikannya tanpa menjualnya, mengingat filosofi desentralisasi yang mendasari penciptaan Bitcoin itu sendiri.
Keberadaan wallet Patoshi yang memiliki lebih dari satu juta BTC ini menjadi salah satu elemen penting dalam pasar Bitcoin. Jika Nakamoto memutuskan untuk melakukan transaksi atau menjual sejumlah aset Bitcoin-nya, hal ini bisa berdampak besar pada harga pasar dan mempengaruhi sentimen investor. Namun, karena Nakamoto tampaknya memilih untuk tetap “diam” dan tidak mengakses Bitcoin-nya, hal ini menambah unsur misteri dalam dunia Bitcoin yang semakin populer dan berharga.(dhil)










