JAKARTA, koranindopos.com – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus meningkatkan penyaluran dana bergulir kepada koperasi-koperasi sektor riil yang bersentuhan langsung perekonomian masyarakat.
Pada tahun 2021 jumlah mitra koperasi yang mendapatkan pinjaman dana bergulir sebanyak 192 unit, dimana 25 persen merupakan koperasi sektor riil.
“Tahun 2020 sektor riil hanya 2 persen, 2021 kita sudah 13,5 persen tapi untuk jumlah koperasi sektor riilnya itu sudah hampir 25 persen dari 192. Untuk itu, tahun 2022 ditargetkan oleh Pak Menteri untuk sektor riil harus mencapai 40 persen,” kata Supomo Direktur Utama LPDB KUMKM, (24/2).
Menurut Supomo, peningkatan porsi pembiayaan koperasi sektor riil bukan tanpa alasan, sebab koperasi sektor riil mampu menjadi akselerator perekonomian masyarakat mulai dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan pariwisata.
“Sekarang ini banyak sekali potensi ekonomi masyarakat dari sektor riil bahkan banyak produk-produk yang dihasilkan mampu menembus pasar ekspor, dengan inilah kami diminta pemerintah untuk mendukung perekonomian melalui koperasi sektor riil,” kata Supomo.
Salahsatunya, Koperasi Pasar (Koppas) Srinadi Klungkung Bali, telah mendapatkan manfaat penyaluran dana bergulir dari LPDB-KUMKM untuk mengembangkan bisnis dan melayani usaha para anggotanya.
Koperasi yang berdiri sejak tahun 1985 ini memiliki jumlah pegawai sebanyak 200 orang dan anggota sebanyak 13 ribu anggota dengan asset sebesar Rp248 miliar di tahun 2021.

Ketua Koppas Srinadi Ngakan Made Nata mengatakan, Koppas Srinadi berdiri berdasarkan potensi perekonomian masyarakat yang luar biasa yakni yang berada di Pasar Galiran Kabupaten Klungkung, sebab pasar ini merupakan pasar terbesar di Bali dengan jumlah pedagang mencapai ribuan.
Koppas Srinadi bergabung dengan LPDB-KUMKM bukan dari tahun ini, kami sudah jauh bermitra dengan LPDB-KUMKM sejak tahun 2012 bersinergi,” ujar Ngakan.
Ngakan menjelaskan, pihaknya mengetahui instrumen pembiayaan LPDB-KUMKM yang cepat, mudah, dan murah dari teman-teman gerakan koperasi di Bali yang sudah lebih awal mendapatkan pinjaman dari LPDB-KUMKM.
“Dari sisi keringanan pasti ada di LPDB-KUMKM, terutama dari sisi bunga yang sangat bisa bersaing dan ini yang membuat kami bermitra dengan LPDB-KUMKM,” ungkapnya.
Tercatat Koppas Srinadi telah mendapatkan pembiayaan dana bergulir LPDB-KUMKM sebanyak 3 (tiga) kali, pada tahun 2012 mendapatkan dana dari LPDB-KUMKM sebesar Rp5 miliar dengan status lunas.
Kemudian, pada tahun 2015 mendapatkan dana dari LPDB-KUMKM sebesar Rp4 miliar dengan status lunas. Dan pada tahun 2021 mendapatkan dana dari LPDB-KUMKM sebesar Rp3 miliar dengan status lancar.
Dari sisi pemanfaatan dana bergulir, Koppas Srinadi menggunakan pembiayaan dana bergulir untuk sektor riil mulai dari lini usaha toko swalayan bangunan, kemudian unit usaha simpan pinjam kepada para anggotanya.
“Dengan dana LPDB-KUMKM kami gunakan untuk pembiayaan anggota dalam mengembangkan usaha sektor riil, dengan hadirnya covid-19 ini juga membantu likuiditas kami dalam melayani anggota, pinjaman kepada anggota jadi bisa kami tingkatkan,” ungkapnya.
Ngakan berharap, LPDB-KUMKM agar terus membantu gerakan koperasi untuk tumbuh dan berkembang, sebab persoalan utama bisnis koperasi saat ini adalah akses permodalan setelah masalah sumber daya manusia.
“Harapan kami agar LPDB-KUMKM terus melayani dan membantu gerakan koperasi di seluruh Indonesia,” pungkas Ngakan. (riz)









