Koranindopos.com – Jakarta. Denny Sumargo kembali menjadi penengah atad perseteruan antara dr. Richard Lee dan seorang konten kreator bernama Doktif (Dokter Detektif). Namun, rencana tersebut batal terlaksana. Padahal, debat yang diharapkan bisa menjadi ajang penyelesaian perselisihan yang telah berlangsung selama hampir dua bulan terakhir.
Rencana debat antara kedua pihak sejatinya akan disiarkan langsung di YouTube Channel Curhat Bang Denny Sumargo pada Jumat (13/12/2024). Namun, Doktif memutuskan untuk tidak hadir, sehingga pertemuan yang dijadwalkan pun batal. Keputusan ini menuai kekecewaan dari netizen yang mempertanyakan alasan ketidakhadirannya. Banyak yang mulai meragukan tuduhan-tuduhan yang sebelumnya dilontarkan Doktif terhadap dr. Richard Lee.
Meski merasa kecewa, dr. Richard Lee mengaku menghormati keputusan Doktif untuk membatalkan kehadirannya. Dalam sesi wawancara bersama Denny Sumargo, Richard menyampaikan, “Gua nggak tahu harus ngomong apa, yang penting gua datang. Aku sudah kosongin waktu dan ikut jadwalnya Doktif. Apapun keputusannya, aku hargai. Mungkin dia berhalangan atau menghindari konflik, aku nggak tahu.”

Doktif sendiri melalui pesan yang disampaikan kepada Denny Sumargo mengatakan bahwa ia lebih memilih untuk bertemu dan berdebat di kantor polisi karena telah melaporkan masalah ini ke pihak berwajib.
“Syukur, Bang. Itu yang aku nantikan dari kemarin,” kata Richard Lee menanggapi pesan Doktif yang dibacakana Denny Sumargo.
Richard Lee juga mengungkapkan alasan di balik keputusannya menerima undangan debat ini. Ia menyebut bahwa selama dua bulan terakhir, dirinya berusaha untuk tidak menggubris komentar atau tudingan yang dilontarkan Doktif. Namun, intensitas konten yang menyerangnya memaksanya untuk mengambil tindakan.
“Aku udah mencoba diam, menunjukkan ‘oke, aku ada salah, aku ada kurang.’ Tapi tiap hari dia bikin konten soal aku. Empat hari terakhir ada 76 konten, artinya lebih dari dua konten per hari. Ya sudah, aku terima tantangan debat ini. Tapi sekarang dia nggak datang, ya ada kekecewaan,” jelasnya.
Richard juga menyesalkan bahwa perseteruan mereka mulai menyerempet ranah personal, yang seharusnya bisa dihindari. Menurutnya, tujuannya hadir di acara Denny Sumargo adalah untuk menyelesaikan masalah secara baik-baik dan berdamai.
“Aku nggak mau menjelekkan orang. Aku ke sini untuk apa adanya dan memaparkan yang aku punya. Tujuan aku menyelesaikan masalah dan berdamai dengan keadaan,” tegas Richard.
Perseteruan ini bermula dari perbedaan pendapat mengenai edukasi produk skincare, yang kemudian meluas menjadi aksi saling kritik di media sosial. Usulan debat terbuka pun muncul untuk meredakan konflik, tetapi batal akibat ketidakhadiran Doktif.
Hingga saat ini, netizen masih menunggu langkah lanjutan dari kedua pihak, baik di platform media sosial maupun di ranah hukum. Apakah konflik ini akan menemukan titik temu atau terus berlanjut, hanya waktu yang akan menjawab.










