Koranindopos.com – Jakarta. Kisah mistis yang mengakar di tengah masyarakat Jawa akan segera hadir di layar lebar melalui film berjudul Pulung Gantung. Film ini dijadwalkan tayang pada 6 Februari 2025 dan diproduksi oleh Makara Production. Mengusung genre horor, film ini tak hanya menampilkan elemen menyeramkan, tetapi juga menyisipkan pesan positif kepada penonton.
Dalam konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, produser Shankar R menjelaskan pendekatan berbeda yang diusung film ini. “Kami membuat film Pulung Gantung ini berbeda. Tujuannya justru supaya masyarakat tidak terus-menerus percaya akan hal negatif. Kami ingin menggambarkan bahwa kita selalu punya jalan keluar di setiap masalah,” ungkapnya pada Selasa (17/12/2024).
Film ini didukung oleh deretan aktor dan aktris seperti Egi Fedly, Nadia Bulan Sofya, Annisa Aurelia Kaila, Andrew Barrett, Michael Russell, Adelia Rasya, dan Indra Pacique.

Salah satu pengalaman menarik diungkapkan oleh Nadia Bulan Sofya, yang berperan sebagai Alana. Ia membagikan kisah menegangkan selama syuting di lokasi yang kental dengan suasana mistis.
“(Kejadian) horornya itu aku lagi ada scene bedua sama Ryan (Andrew Barrett) di kamar, kita take malam banget, jam 1 atau jam 2, itu beneran lama banget karena tiap kita take, lampunya mati. Itu berkali-kali dan itu scene berat. Kesel tapi serem juga karena tiap kita take. Adegannya harus nangis-nangis kan, sampai air matanya habis, matanya sampai merah,” cerita Nadia.
Pulung Gantung merupakan cerita yang sudah lama dikenal di wilayah Jawa, terutama di Gunungkidul, Yogyakarta. Mitos ini sering dikaitkan dengan fenomena bola api yang diyakini membawa malapetaka bagi orang yang sedang mengalami tekanan emosional atau kelelahan mental.
Dalam film ini, kisah Pulung Gantung diangkat dengan pendekatan yang lebih dramatis. Film ini mengikuti perjalanan empat tokoh utama: Ryan, Alana, Ben, dan Elsa, yang berkunjung ke sebuah desa untuk melayat. Namun, mereka justru mendapati diri mereka terjebak dalam kutukan yang mengancam nyawa.
Melalui penceritaan yang intens, film Pulung Gantung menggambarkan perjuangan mereka menghadapi kekuatan mistis tersebut. Konflik utama berpusat pada upaya menyelamatkan Alana, yang menjadi korban kutukan, sambil mengungkap misteri cincin sakti yang menjadi kunci penyelamatan.
Dengan memadukan unsur tradisi dan horor, film ini diharapkan memberikan pengalaman sinematik yang mendalam sekaligus mengangkat kisah budaya lokal ke kancah yang lebih luas. Penonton dapat menyaksikan sendiri bagaimana mitos Pulung Gantung dikemas dengan sudut pandang baru yang penuh makna.










