Koranindopos.com – Jakarta. Pemeliharaan sistem yang tengah dilakukan Bank DKI dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan terganggunya sejumlah layanan perbankan, terutama transaksi transfer antar bank dan QRIS. Meski demikian, layanan ATM tetap dapat digunakan secara normal oleh nasabah.
Situasi ini mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim atau Chico Hakim, menegaskan bahwa langkah pemeliharaan tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan dalam menjaga keamanan dana nasabah. Menurutnya, tidak ada indikasi pelanggaran atau ancaman siber dalam proses ini.
“Memang yang terdampak hanya transfer antar bank dan QRIS, ATM semua tetap berjalan. Ini bagian dari kehati-hatian untuk memastikan keamanan transaksi,” jelas Chico saat ditemui media di Balai Kota Jakarta, Senin (4/3).
Ia juga menyebut bahwa Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno terus mengikuti perkembangan dan menjalin komunikasi langsung dengan manajemen Bank DKI. “Kami terus berkoordinasi, dan harapannya layanan JakOne Mobile bisa kembali normal dalam waktu dekat,” lanjutnya.
Menanggapi rumor soal dugaan serangan siber yang sempat beredar di media sosial, Chico menampik spekulasi tersebut. “Kami belum menerima informasi resmi mengenai adanya serangan siber. Tidak ada dasar untuk menyimpulkan hal itu saat ini,” tegasnya.
Sementara itu, pihak manajemen Bank DKI dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa proses pemeliharaan sistem dilakukan sebagai langkah preventif guna meningkatkan ketahanan infrastruktur digital serta memperkuat perlindungan data dan transaksi nasabah. Selama proses ini, Bank DKI memastikan dana nasabah tetap aman.
Bank DKI juga membuka berbagai kanal bagi nasabah yang mengalami kendala selama masa pemeliharaan ini. Selain Call Center 1500-351, nasabah juga dapat menghubungi kantor cabang terdekat atau menyampaikan keluhan melalui direct message di akun media sosial resmi Bank DKI.
Manajemen Bank DKI juga kembali mengingatkan para nasabah untuk tetap berhati-hati terhadap berbagai upaya penipuan digital yang mengatasnamakan Bank DKI. Untuk mendapatkan informasi resmi, nasabah diminta hanya menggunakan kanal resmi bank.
Di sisi lain, menyambut masa libur panjang Lebaran 2025, Bank DKI juga mengumumkan akan mengoperasikan layanan terbatas pada tanggal 31 Maret, 1–5 April, dan 7 April 2025. Layanan ini hanya tersedia di sejumlah kantor cabang yang ditunjuk dan mencakup pembukaan rekening, tarik dan setor tunai, pemindahbukuan antar rekening Bank DKI, serta penanganan pengaduan.
Nasabah juga tetap dapat memanfaatkan 750 unit ATM Bank DKI yang tersebar di berbagai lokasi strategis seperti kantor kelurahan, kecamatan, pusat perbelanjaan, stasiun, dan terminal. Jaringan layanan tersebut juga telah diperluas ke sejumlah kota besar di luar Jakarta seperti Bandung, Semarang, Solo, Gresik, Sidoarjo, hingga Lampung.










