Rabu, 13 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Ekonomi Bisnis

Indodana Fintech Ajak Generasi Muda Banyuwangi Melek Fintech yang Aman dan Berlisensi

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
18 Juni 2025
in Bisnis
A A
0
Indodana Fintech
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Menyasar generasi muda sebagai pengguna aktif teknologi keuangan digital, Indodana Fintech (PT Artha Dana Teknologi) turut ambil bagian dalam acara literasi keuangan “Next Gen Fintech” yang digelar di Aula Abdullah Azwar Anas, Politeknik Negeri Banyuwangi, Jawa Timur. Mengangkat tema “Kenali Teknologi Keuangan yang Green Flag dan Red Flag”, acara ini dihadiri oleh 150 mahasiswa.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Indodana Fintech sebagai perusahaan fintech lending yang telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus mendukung edukasi publik, khususnya mahasiswa, agar semakin paham dalam membedakan layanan keuangan digital yang aman dan yang berisiko.

Dalam sesi edukasi, Stella Angelica selaku Legal Specialist Indodana Fintech, memaparkan materi mengenai pemahaman produk fintech serta membedakan kategori fintech yang Green Flag (aman & terpercaya) dan Red Flag (berisiko dan berbahaya).

“Kami percaya bahwa literasi keuangan digital adalah fondasi utama bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi finansial yang sangat cepat. Mahasiswa harus mampu mengenali produk fintech yang legal dan aman sebelum menggunakannya,” ujar Stella Angelica.

Artikel Terkait

Navigasi KBLI 2025, Strategi PPMTI Jamin Keberlangsungan Izin Usaha Multimoda di Era Digital

Sinergi PNM dan KPPPA: Mengubah Pala Ngada Menjadi Motor Ekonomi Perempuan NTT

IHSG Melemah Usai Rebalancing MSCI, OJK Sebut Masih Wajar

Stella menjelaskan, kategori Green Flag mencakup fintech yang:

●        Berizin dan diawasi oleh OJK,

●        Memiliki biaya, bunga, dan denda sesuai ketentuan regulasi,

●        Menjaga keamanan data pengguna melalui enkripsi,

●        Melakukan penagihan secara profesional dan etis,

●        Memiliki ulasan positif serta identitas perusahaan yang jelas.

Sementara itu, produk fintech yang masuk kategori Red Flag biasanya:

●        Tidak berizin OJK,

●        Tidak transparan dalam informasi biaya,

●        Melakukan akses data pribadi secara berlebihan,

●        Melakukan penagihan dengan intimidasi atau ancaman,

●        Menggunakan testimoni palsu dan skema penipuan investasi seperti ponzi.

Lebih dari itu, peserta juga diberi edukasi penting mengenai cara menjaga keamanan akun pribadi, termasuk tidak membagikan OTP, PIN, informasi sensitif seperti KTP atau nama ibu kandung, serta memastikan komunikasi hanya dilakukan melalui kanal resmi aplikasi maupun media sosial produk fintech.

INDODANA FINTECH BANYUWANGI (2).png

“Generasi muda punya peran besar dalam membentuk ekosistem keuangan digital yang sehat. Karena itu, penting bagi mereka untuk mengenal lebih dulu produk fintech Green Flag dan bijak dalam memanfaatkannya,” tambah Stella.

Indodana Fintech berharap kegiatan seperti ini bisa membuka wawasan mahasiswa agar makin selektif dan waspada terhadap berbagai layanan keuangan digital yang bermunculan. Lebih dari sekadar pengguna, mahasiswa diharapkan bisa menjadi duta literasi keuangan digital di lingkungan sekitarnya. (ris)

Topik: Indodana Fintech

TerkaitBerita

Navigasi KBLI 2025, Strategi PPMTI Jamin Keberlangsungan Izin Usaha Multimoda di Era Digital
Ekonomi

Navigasi KBLI 2025, Strategi PPMTI Jamin Keberlangsungan Izin Usaha Multimoda di Era Digital

oleh Editor : Akula
13 Mei 2026
Sinergi PNM dan KPPPA: Mengubah Pala Ngada Menjadi Motor Ekonomi Perempuan NTT
Ekonomi

Sinergi PNM dan KPPPA: Mengubah Pala Ngada Menjadi Motor Ekonomi Perempuan NTT

oleh Editor : Akula
13 Mei 2026
IHSG Melemah Usai Rebalancing MSCI, OJK Sebut Masih Wajar
Bisnis

IHSG Melemah Usai Rebalancing MSCI, OJK Sebut Masih Wajar

oleh Editor : Affandy
13 Mei 2026
Puan Maharani Soroti Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS
Bisnis

Puan Maharani Soroti Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS

oleh Editor : Affandy
12 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Era AI dan Media Sosial Picu Tren Swadiagnostik di Kalangan Anak Muda Urban

Era AI dan Media Sosial Picu Tren Swadiagnostik di Kalangan Anak Muda Urban

13 Mei 2026
Navigasi KBLI 2025, Strategi PPMTI Jamin Keberlangsungan Izin Usaha Multimoda di Era Digital

Navigasi KBLI 2025, Strategi PPMTI Jamin Keberlangsungan Izin Usaha Multimoda di Era Digital

13 Mei 2026
Sinergi PNM dan KPPPA: Mengubah Pala Ngada Menjadi Motor Ekonomi Perempuan NTT

Sinergi PNM dan KPPPA: Mengubah Pala Ngada Menjadi Motor Ekonomi Perempuan NTT

13 Mei 2026
Bocoran Behind the Scene Gudang Merica: Benidictus Digantung Tengah Malam Tanpa Ada di Skrip

Bocoran Behind the Scene Gudang Merica: Benidictus Digantung Tengah Malam Tanpa Ada di Skrip

13 Mei 2026

Terpopuler

  • EMISI METANA: Sejumlah alat berat beroperasi di tumpukan sampah yang menggunung di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Foto: REUTERS/WILLY KURNIAWAN)

    Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    339 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    336 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3039 shares
    Share 1216 Tweet 760
  • Menguras Emosi, Leo Pictures Siapkan Series ‘Bunga di Tepi Jurang’ dan Drama Keluarga untuk Tahun 2026

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya