Koranindopos.com, JAKARTA – Unlimited Production merilis series drama terbaru berjudul A Little White Lie. Series tersebut diadaptasi oleh Maxstream TV garapan Lesley Simpson sebagai executive producer. A Little White Lie disutradarai Sondang Pratama bersama produser Oswin Bonifanz. Kisah persahabatan tersebut ditulis oleh Cassandra Massardi.
A Little White Lie melibatkan sejumlah aktor dan aktris, antara lain; Jerome Kurnia, Calista Arum, Junior Robert, Adel Reva, Shania Gracia, Ciccio Manassero, Naura Hakim, Donny Damara, dan Teuku Rizky.
Sondang Pratama menjelaskan, A Little White Lie menghadirkan kisah drama persahabatan, romansa, dan rahasia masa lalu yang kompleks. Sondang menambahkan, kisah itu berpusat pada karakter Ocha, 23, seorang perempuan yang dikenal sebagai murid paling pintar di sekolah. Cerita dimulai ketika Ocha harus menghadapi kenyataan pahit setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), tepat sebelum dia menghadiri reuni sekolah dasar yang digelar di Hotel Gala.
Reuni tersebut menjadi titik awal pertemuan kembali Ocha dengan teman-teman lamanya yang kini terlihat sukses dan mapan. Di antara mereka terdapat Kian dan Quinn, pasangan suami istri muda yang tampak sempurna. Lalu, ada Jeannette yang berkarier sebagai model dan influencer, Harlan yang dikenal berasal dari keluarga kaya, serta Shira, sahabat lama Ocha yang kini bekerja sebagai akuntan. Ocha juga kembali bertemu dengan Bintang, pemilik startup branding consultant yang sejak lama dia kagumi.
Kehadiran Ocha di reuni bukan sekadar nostalgia. Ia datang dengan tujuan khusus, yakni mengucapkan terima kasih kepada sosok misterius yang dulu rutin mengirimkan surat penyemangat kepadanya. Terutama, saat dia kehilangan kedua orangtuanya dalam kecelakaan tragis di masa kecil. Surat-surat tersebut menjadi sumber kekuatan Ocha untuk bangkit dari trauma dan kesedihan.
Namun suasana reuni berubah tegang ketika demonstrasi di Hotel Gala berujung kericuhan dan menyeret nama Adit, pemilik hotel sekaligus kakak kelas mereka. Adit dituduh terlibat dalam pengambilalihan lahan warga dan menghadapi krisis reputasi yang mengancam bisnisnya. Tekanan semakin besar ketika Ben, ayah Adit, mengancam akan mengambil alih hotel jika Adit gagal memulihkan citra.
Untuk memperbaiki reputasi, Adit menggandeng Bintang sebagai konsultan rebranding, yang kemudian mengajak Ocha bergabung dalam timnya. Dalam situasi ekonomi yang sulit, Ocha menerima tawaran tersebut, namun menutupi kondisi keuangannya dengan kebohongan kecil tentang kebutuhan perangkat kerja. Dari sinilah berbagai rahasia dan kebohongan antara karakter mulai terungkap, termasuk fakta bahwa beberapa dari mereka tidak seideal yang terlihat di permukaan.
Konflik semakin rumit dengan terbongkarnya perselingkuhan Kian dan Jeannette yang membuat rumah tangga Kian dan Quinn retak. Di sisi lain, terungkap pula bahwa sosok penulis surat misterius yang selama ini menjadi penyemangat Ocha sebenarnya adalah Adit, bukan Bintang seperti yang dia kira. Adit sengaja menyembunyikan identitasnya demi menjaga semangat Ocha.
Drama mencapai puncaknya ketika Shira didiagnosis mengidap penyakit ginjal serius dan membutuhkan transplantasi. Kepergiannya kemudian menjadi titik refleksi bagi para sahabat tentang arti kejujuran, waktu, dan persahabatan. Sementara itu, konflik keluarga Adit memuncak saat terungkap keterlibatan ayahnya dalam kasus tabrak lari yang menewaskan orangtua Ocha di masa lalu.
Di tengah berbagai pengkhianatan dan rahasia, Ocha memilih bangkit dan membangun kariernya sendiri sebagai konsultan branding. Namun perjalanan emosionalnya membawanya kembali pada dua sosok penting dalam hidupnya: Adit yang selama ini diam-diam menjaganya, dan Bintang yang pernah ia cintai dalam diam. Pada akhirnya, Ocha menyadari ketulusan Adit dan memilihnya sebagai pasangan hidup, sementara Bintang merelakan keduanya dengan ikhlas.
Kisah A Little White Lie ditutup dengan momen simbolik ketika para sahabat berkumpul untuk mengenang Shira, menulis surat persahabatan, dan menanam pohon sebagai simbol pertumbuhan dan penerimaan. Series ini mengangkat pesan bahwa di balik kebohongan kecil yang kerap mewarnai kehidupan, kejujuran dan penerimaan menjadi kunci untuk melangkah maju. (rls/why/mmr)










