Senin, 5 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Film dan Musik

Ivan Gunawan, Mongol Stres dan Sara Wijayanto Bicara Soal Takut Salah Saat Berbahasa Inggris

Editor : Akula oleh Editor : Akula
7 September 2026
in Film dan Musik
A A
0
Ivan Gunawan, Mongol Stres dan Sara Wijayanto Bicara Soal Takut Salah Saat Berbahasa Inggris

Sara Wijayanto mengatakan salah satu persoalan yang sering muncul ketika belajar bahasa Inggris adalah rasa tidak percaya diri untuk mulai berbicara. (Foto. Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Kemampuan berbahasa Inggris tidak selalu berbanding lurus dengan banyaknya kosakata yang dikuasai. Ada orang yang mampu memahami percakapan dalam bahasa Inggris, tetapi justru kesulitan ketika harus memberikan jawaban secara langsung.

Pengalaman tersebut ikut dibicarakan Ivan Gunawan, Mongol Stres, dan Sara Wijayanto dalam sebuah podcast. Bagi mereka, salah satu persoalan yang sering muncul ketika belajar bahasa Inggris adalah rasa tidak percaya diri untuk mulai berbicara.

Ivan Gunawan menilai seseorang perlu memiliki target yang jelas ketika mempelajari bahasa Inggris. Menurut dia, anggapan bahwa belajar bahasa Inggris membutuhkan waktu bertahun-tahun terkadang justru membuat orang enggan memulainya.

“Banyak orang sebenarnya mau belajar bahasa Inggris, tapi mereka berpikir harus bertahun-tahun. Padahal yang penting itu punya target dan durasi yang masuk akal. Di English Is Easy, dalam tiga bulan kita diarahkan untuk bisa lebih PEDE ngomong. Kalau setelah program selesai ternyata belum PEDE, ada garansi kelas lanjutan gratis,” ujar Ivan Gunawan.

Artikel Terkait

Setelah 20 Tahun Vakum, Dewi Perssik Kembali Akting Lewat Serial Suara Hati

JWC 2026 Hadirkan Sinematografer Fjord untuk Berbagi Pengalaman di Jakarta

Gilang Ramadhan Kumpulkan Ritme Musik dari Aceh hingga Papua, Perpusnas Dorong Jadi Inspirasi Karya Baru

Hal serupa dirasakan Mongol Stres. Ia mengaku pernah mengalami situasi ketika memahami maksud sebuah kalimat dalam bahasa Inggris, tetapi kesulitan mencari respons yang tepat.

Ia bahkan pernah menggunakan istilah “morning-morning blind” ketika sebenarnya ingin menyebut “pagi-pagi buta”. Bagi Mongol, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kesalahan dalam berbahasa bisa terjadi ketika seseorang belum terbiasa menggunakan bahasa Inggris secara spontan.

“Kadang kita tuh ngerti bahasa Inggris, tetapi begitu orangnya ngomong langsung, kita bingung mau jawab apa. Jadi sebenarnya bukan cuma soal hafal kata-kata, tetapi berani ngomong. Nah, kalau mau upgrade Bahasa Inggris ada nih tempat kursus, Namanya EC English Is Easy,” kata Mongol Stres.

Sara Wijayanto juga melihat rasa takut salah sebagai salah satu hal yang bisa menghambat seseorang ketika belajar bahasa Inggris. Menurutnya, terlalu memikirkan grammar justru bisa membuat seseorang memilih diam daripada mencoba berbicara.

“Menurut aku yang paling penting adalah berani berbicara dan berkomunikasi. Jangan sampai karena terlalu memikirkan grammar atau takut salah, akhirnya kita malah tidak berani ngomong sama sekali. Di EC English Is Easy, belajarnya sampai lancar,” ujar Sara Wijayanto.

Perbincangan ketiganya bertepatan dengan perjalanan English Is Easy yang memasuki usia 20 tahun. Lembaga kursus bahasa Inggris di bawah PT Edukasi Carakita, bagian dari Falcon Pictures Group itu berdiri sejak 2006 dan bergabung dengan Falcon pada 2010.

Selama dua dekade, English Is Easy mencatat lebih dari 11.000 alumni. Saat ini mereka memiliki dua sekolah di Denpasar, Bali, serta menyiapkan lokasi ketiga.

Selain pembelajaran tatap muka, tersedia pula kelas secara daring melalui aplikasi dan situs web. Pesertanya tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga diaspora Indonesia di sejumlah negara seperti Australia, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Belanda.

Program pembelajaran tersebut ditujukan untuk berbagai kelompok usia, mulai dari anak sekolah dasar hingga orang dewasa. Salah satu program yang ditawarkan adalah “3 Bulan PEDE”, yang berfokus pada keberanian menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari.

Program itu juga dilengkapi garansi. Siswa yang telah menyelesaikan program tetapi masih merasa belum percaya diri berbicara mendapat kesempatan mengikuti kelas lanjutan secara gratis sebanyak 10 kali pertemuan.

Pada akhirnya, cerita Ivan Gunawan, Mongol Stres, dan Sara Wijayanto menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Inggris tidak hanya berkaitan dengan hafalan kosakata dan aturan tata bahasa. Keberanian untuk mencoba berbicara, termasuk ketika sesekali melakukan kesalahan, menjadi bagian penting dari proses tersebut. (BRG/Kul)

Topik: English Is EasyIvan gunawanmongol stress

TerkaitBerita

Privat: Jadi Pemeran Utama Serial ‘Suara Hati’, Dewi Perssik Buka-Bukan Soal Karakter Melodi dan Kehidupan Nyata
Film dan Musik

Setelah 20 Tahun Vakum, Dewi Perssik Kembali Akting Lewat Serial Suara Hati

oleh Editor : Akula
5 Oktober 2026
JWC 2026 Hadirkan Sinematografer Fjord untuk Berbagi Pengalaman di Jakarta
Film dan Musik

JWC 2026 Hadirkan Sinematografer Fjord untuk Berbagi Pengalaman di Jakarta

oleh Editor : Akula
3 Oktober 2026
Gilang Ramadhan Kumpulkan Ritme Musik dari Aceh hingga Papua, Perpusnas Dorong Jadi Inspirasi Karya Baru
Film dan Musik

Gilang Ramadhan Kumpulkan Ritme Musik dari Aceh hingga Papua, Perpusnas Dorong Jadi Inspirasi Karya Baru

oleh Editor : Akula
3 Oktober 2026
6 Bulan Pascaoperasi, Nita Thalia Ungkap Perubahan Wajahnya
Film dan Musik

6 Bulan Pascaoperasi, Nita Thalia Ungkap Perubahan Wajahnya

oleh Editor : Akula
30 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya