Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Film dan Musik

Aditya Zoni Hadapi Tantangan Berat Perankan Dokter Giandra di Film Menjelang Magrib 2: Wanita yang Di Rantai

Editor : Akula oleh Editor : Akula
31 Agustus 2025
in Film dan Musik
A A
0
Aditya Zoni Hadapi Tantangan Berat Perankan Dokter Giandra di Film Menjelang Magrib 2: Wanita yang Di Rantai
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Aditya Zoni kembali tampil di layar lebar lewat film horor terbaru berjudul Menjelang Magrib 2: Wanita yang Di Rantai. Dalam produksi garapan Helroad Films tersebut, pria berusia 24 tahun ini dipercaya memerankan karakter dokter muda bernama Giandra. Peran tersebut disebutnya cukup menantang karena menuntut pendalaman karakter secara serius.

Saat ditemui di acara Gala Premier pada Sabtu (30/8/2025) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Aditya menceritakan bagaimana ia harus melakukan riset mendalam untuk memerankan sosok dokter di era Hindia Belanda. Ia mengaku bersyukur karena dalam tahap pra-produksi, dirinya diberi waktu yang cukup untuk mempelajari latar belakang profesi medis.

“Di sini itu gue sebagai dokter untuk melawan budaya-budaya lama masyarakat kayak percaya mistis, percaya masih hal-hal yang ilmu-ilmuan. Nah itu kan berbanding terbalik sama karakter gue sebagai dokter yang selalu mengedepankan logis dan medis. Jadi ini serunya sih di situ,” jelasnya.

Dalam mempersiapkan peran tersebut, Aditya tidak hanya mengandalkan riset literatur, tetapi juga belajar langsung dari beberapa temannya yang berprofesi sebagai dokter. Ia mengatakan mendapat banyak arahan teknis mengenai cara menjelaskan penyakit hingga bagaimana seorang dokter berinteraksi dengan pasien.

Artikel Terkait

Yasamin Jasem Kuras Tenaga demi Perankan Hantu Cerewet di Film Ghosting

Baskara Mahendra Jadi Perias Jenazah yang Dihantui Arwah Influencer di Film GHOSTHING

Terungkap di Sidang, Richard Lee Disebut Tak Punya Kuasa atas Operasional Athena

Selain pendalaman karakter, tantangan besar juga datang dari kondisi lokasi syuting. Sebagian besar pengambilan gambar dilakukan di Gunung Papandayan, Garut, dengan cuaca yang tidak menentu. Aditya mengaku sempat jatuh sakit selama dua hari akibat dinginnya udara dan hujan deras yang hampir setiap hari mengguyur lokasi.

IMG 20250831 WA0023 - Aditya Zoni Hadapi Tantangan Berat Perankan Dokter Giandra di Film Menjelang Magrib 2: Wanita yang Di Rantai

“Kalau mistis-mistis, Alhamdulillah aman-aman aja. Cuma memang lebih ke medan syutingnya aja sih yang lumayan ya. Kadang-kadang syutingnya di gunung Papandayan ya. Jadi di situ memang dingin, terus cuaca waktu itu lagi nggak bagus, hujan terus kan,” ungkapnya.

Meski menghadapi hambatan, proses syuting tetap berjalan sesuai jadwal. Aditya pun berharap karya ini bisa memberikan kesan berbeda bagi penonton. Ia menegaskan bahwa film ini bukan hanya sekadar tontonan horor, melainkan juga sarat dengan pesan moral. “Ya, mudah-mudahan film ini bukan hanya menjadi tontonan aja buat temen-temen semua, tapi bisa menjadi hiburan juga, bisa menjadi pesan-pesan moral, pesan-pesan positifnya diambil semua dari film ini,” ujanya.

Film Menjelang Magrib 2: Wanita yang Di Rantai sendiri merupakan spin-off dari Menjelang Magrib yang rilis pada 2022 lalu. Cerita berfokus pada kehidupan di masa 1920, ketika Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Latar utamanya adalah Universitas Stovia, tempat lahirnya para dokter pribumi di era kolonial.

Dalam alur cerita, Giandra membaca berita tentang seorang gadis desa bernama Layla yang dipasung karena dianggap mengalami gangguan jiwa. Pada masa itu, pemasungan dianggap sebagai metode penyembuhan, yang biasanya ditangani oleh seorang dukun. Giandra menentang cara tersebut dan berusaha mendekati Layla, hingga pertemuan itu justru memunculkan teror menyeramkan.

Layla, yang diperankan Aisha Kastolan, hidup bersama neneknya (Muthia Datau). Kehadirannya membuat Giandra mulai diteror hal-hal mistis. Bersama seorang jurnalis bernama Rikke (Aurelia Lourdes), Giandra berusaha mengungkap misteri penyakit Layla. Dari situlah tabrakan antara sains modern dan kepercayaan mistis semakin kuat tergambar dalam film.

Sutradara Helfi Kardit menegaskan bahwa tema pemasungan menjadi titik utama dari kisah ini. Ia mengaku terinspirasi dari pengalaman pribadi saat melihat praktik tersebut di daerah Sumatera. “Tema pasung menjadi energi cerita sedari awal saya membuat film Menjelang Magrib ini, karena ini berdasarkan pengalaman pribadi saya waktu saya tinggal di daerah Sumatera, melihat orang yang di pasung di sebuah rumah pasung sebagai bagian cara pengobatan orang yang bermasalah dengan kejiwaan atau mental illness,” pungkasnya.

Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 4 September 2025. Dengan kombinasi kisah horor, konflik budaya, dan drama sosial, Menjelang Magrib 2: Wanita yang Di Rantai diharapkan menjadi tontonan segar sekaligus menantang bagi pecinta film horor tanah air. (Brg/Hend)

Topik: Aditya ZoniFilm Horor

TerkaitBerita

Yasamin Jasem Kuras Tenaga demi Perankan Hantu Cerewet di Film Ghosting
Film dan Musik

Yasamin Jasem Kuras Tenaga demi Perankan Hantu Cerewet di Film Ghosting

oleh Editor : Akula
10 Oktober 2026
Baskara Mahendra Jadi Perias Jenazah yang Dihantui Arwah Influencer di Film GHOSTHING
Film dan Musik

Baskara Mahendra Jadi Perias Jenazah yang Dihantui Arwah Influencer di Film GHOSTHING

oleh Editor : Akula
10 Oktober 2026
Terungkap di Sidang, Richard Lee Disebut Tak Punya Kuasa atas Operasional Athena
Film dan Musik

Terungkap di Sidang, Richard Lee Disebut Tak Punya Kuasa atas Operasional Athena

oleh Editor : Akula
10 Oktober 2026
Film Dokumenter NAZA Ajak Penonton Indonesia Melihat Tragedi Gaza dari Dekat
Film dan Musik

Film Dokumenter NAZA Ajak Penonton Indonesia Melihat Tragedi Gaza dari Dekat

oleh Editor : Akula
10 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

9 Perusahaan Antre IPO di BEI, Tiga di Antaranya Punya Aset Jumbo

9 Perusahaan Antre IPO di BEI, Tiga di Antaranya Punya Aset Jumbo

10 Oktober 2026
Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Sabtu 10 Oktober 2026 Tembus Rp2,592 Juta per Gram

Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Sabtu 10 Oktober 2026 Tembus Rp2,592 Juta per Gram

10 Oktober 2026
Samsung Galaxy S26 FE Hadir dengan Harga Promo Rp9 Jutaan, Tawarkan 47 Fitur Galaxy AI

Samsung Galaxy S26 FE Hadir dengan Harga Promo Rp9 Jutaan, Tawarkan 47 Fitur Galaxy AI

10 Oktober 2026
BYD Fang Cheng Bao Ti 9 Pamer Warna Meteorite Black, SUV Bongsor dengan Kabin 6 Kursi

BYD Fang Cheng Bao Ti 9 Pamer Warna Meteorite Black, SUV Bongsor dengan Kabin 6 Kursi

10 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4958 shares
    Share 1983 Tweet 1240
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1025 shares
    Share 410 Tweet 256
  • Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • BGN Ungkap Konflik Mitra Dapur dan Yayasan MBG, Ada Setoran Rp2.000 per Porsi

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya