Koranindopos.com, Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari komedian muda Fajar Sadboy yang dikabarkan mengalami kecelakaan motor di kawasan Jakarta Timur. Insiden tersebut terjadi saat Fajar sedang dalam perjalanan pulang menuju apartemennya setelah menginap di kantor. Pihak manajemen Jwara Creative baru memberikan klarifikasi pada Kamis, 9 April 2026, di Tebet, Jakarta Selatan, karena menunggu kondisi sang artis pulih terlebih dahulu untuk memberikan keterangan kepada media.
Kecelakaan tersebut terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Fajar menjelaskan bahwa dirinya terjatuh sendiri saat hendak berbelok di jalanan yang kondisinya cukup licin. Akibat hilangnya keseimbangan tersebut, Fajar jatuh ke arah kiri dan menghantam trotoar jalan dengan cukup keras yang menyebabkan cidera pada beberapa bagian tubuhnya.
“Ya, jadi waktu itu saya mau belok, terus saya ngerem. Ternyata jalannya licin, terus saya jatuh ke sebelah kiri. Jatuh terus kena… apa ya… trotoar jalan,” ujar Fajar Sadboy saat ditemui di Tebet.
Meskipun sempat ditolong oleh seorang warga yang mengenalinya, Fajar memilih untuk tetap mandiri dan tidak ingin merepotkan orang lain, termasuk menolak saran untuk menghubungi rekan artis seperti Amanda Manopo. Ia berusaha bangkit sendiri dan mengendarai motornya kembali ke kediamannya meski dalam kondisi menahan sakit yang luar biasa.

Sesampainya di apartemen, rasa sakit baru mulai menjalar ke seluruh tubuh. Pihak manajemen dan orang tua angkatnya, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, segera mengambil tindakan medis setelah mendapat kabar dari ibunda Fajar. Pemeriksaan dokter menunjukkan adanya cidera serius pada tangan kiri dan bagian kuku kaki.
“Lukanya ada bengkak di sini (menunjuk tangan), terus memar bulat kayak koin 500-an. Kalau tangan ini, katanya ada tulang yang geser atau retak karena benturan,” jelas Fajar mengenai kondisinya.
Tidak hanya cidera tulang, Fajar juga harus kehilangan kuku pada bagian jempolnya akibat benturan tersebut. Saat ini, Fajar terlihat harus mengenakan alat penyangga tangan atau arm sling untuk meminimalisir pergerakan pada tangan kirinya yang mengalami retak. Dokter memprediksi proses pemulihan akan memakan waktu yang cukup lama.
“Iya, kuku jempol saya copot,” tambahnya singkat saat ditanya mengenai luka lainnya.
Meskipun mengalami insiden yang cukup fatal, Fajar mengaku tidak merasa trauma untuk kembali berkendara di masa depan. Ia menganggap jatuh dari motor adalah hal yang biasa dialaminya sejak kecil. Namun, kejadian ini menjadi pelajaran berharga baginya untuk lebih waspada terhadap kondisi jalanan di Jakarta.
“Kalau trauma sih enggak, soalnya dari kecil sudah sering jatuh begini. Tapi ya kedepannya harus lebih waspada dan hati-hati lagi sama lingkungan jalan,” tutup Fajar. (BRG/Hend)










