Minggu, 25 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Teknologi

Aliansi Teknologi dan Tata Kelola: Ebbot Gandeng Veda Praxis Respons Ketatnya Regulasi AI di Asia Tenggara

Editor : Akula oleh Editor : Akula
4 Maret 2026
in Teknologi, Aplikasi
A A
0
Aliansi Teknologi dan Tata Kelola: Ebbot Gandeng Veda Praxis Respons Ketatnya Regulasi AI di Asia Tenggara

Oplus_131072

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Kolaborasi lintas negara di bidang kecerdasan buatan kembali menguat seiring meningkatnya tekanan regulasi di kawasan Asia Tenggara. Kali ini, perusahaan teknologi asal Eropa Utara, Ebbot, memilih menggandeng konsultan regional Veda Praxis untuk membangun kerangka implementasi AI yang dinilai lebih terukur dan patuh aturan.

Berbeda dari kerja sama teknologi pada umumnya yang berfokus pada ekspansi pasar, aliansi ini justru menempatkan tata kelola sebagai titik masuk. Kedua pihak menyatakan bahwa percepatan adopsi AI di Asia Tenggara perlu diimbangi dengan kepastian kepatuhan, perlindungan data, serta penguatan sistem pengawasan internal organisasi.

Langkah tersebut muncul di tengah proyeksi ekonomi digital Asia Tenggara yang diperkirakan mencapai US$1 triliun pada 2030, dengan total nilai ekonomi kawasan menembus US$4,5 triliun. Dalam berbagai kajian industri, AI disebut berpotensi menyumbang hingga 18 persen terhadap produk domestik bruto regional. Namun, sektor-sektor seperti perbankan, jasa keuangan, dan lembaga publik menghadapi tuntutan regulasi yang semakin ketat ketika mulai mengintegrasikan AI ke sistem kritikal..

Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan panduan tata kelola AI untuk sektor jasa keuangan. Di Singapura, Monetary Authority of Singapore terus memperbarui standar pengawasan teknologi finansial dan AI.

Artikel Terkait

Permintaan Melonjak, Pemesan iPhone Duo Dapat Kejutan Pengiriman Lebih Cepat dari Estimasi Awal

Bee Frontier dan Bee Eclipse: Amazon Rilis Perangkat AI Pintar Pengelola Waktu dan Ingatan

MEVAL Hadirkan Lampu Tenaga Surya Terra Solar Light dan Switch & Socket di HOMEDEC 2026

Sementara itu, Vietnam mengesahkan undang-undang AI komprehensif pada Desember 2025 yang mulai berlaku Maret 2026. Rangkaian kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa ruang inovasi kini berjalan beriringan dengan peningkatan kewajiban audit dan akuntabilitas.

Dalam konteks itu, Ebbot menghadirkan platform agentic AI yang telah memenuhi ketentuan General Data Protection Regulation (GDPR) Uni Eropa dan tersertifikasi ISO 27001. Perusahaan berbasis di Stockholm tersebut menyebut teknologinya dirancang untuk diintegrasikan dengan sistem layanan yang telah ada, sehingga organisasi dapat mengoperasikan agen AI secara terkontrol di berbagai kanal.

 

Veda Praxis, yang berdiri pada 2005 dan memiliki jaringan di Indonesia, Singapura, serta Vietnam, membawa pengalaman lebih dari dua dekade dalam bidang governance, risk, and compliance (GRC), transformasi digital, serta cybersecurity. Perusahaan ini mencatat telah menyelesaikan lebih dari 2.000 engagement dengan institusi keuangan, BUMN, perusahaan multinasional, hingga usaha kecil dan menengah.

CEO Veda Praxis, Syahraki Syahrir, menilai bahwa keberhasilan implementasi AI bergantung pada fondasi tata kelola yang dibangun sejak awal.

“Asia Tenggara bergerak cepat dalam mengadopsi AI. Namun, keberlanjutannya hanya dapat terjaga jika kepercayaan, keamanan, akuntabilitas, dan auditabilitas menjadi bagian dari desain awal,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dari sisi teknologi, Acting CEO Ebbot Johan Ekberg menyatakan bahwa kemitraan ini dirancang untuk mempercepat transisi organisasi dari tahap perencanaan menuju penerapan nyata.

“Kami ingin membantu organisasi bergerak lebih cepat dari strategi ke implementasi operasional, dengan tetap memastikan solusi yang dapat diskalakan secara global dan memberikan nilai bisnis jangka panjang,” kata Johan.

Aliansi ini menawarkan pendekatan terstruktur yang dimulai dari asesmen kesiapan AI, perancangan arsitektur, implementasi, hingga pengawasan berkelanjutan. Standar yang dirujuk mencakup ISO/IEC 42001 tentang manajemen sistem AI, selain penyesuaian terhadap kerangka regulasi di masing-masing negara.

Chief International & Marketing Officer Veda Praxis, Marek Kosmowski, menyebut kolaborasi tersebut sebagai jembatan antara inovasi teknologi Eropa dan kebutuhan praktis industri Asia Tenggara.

“Tata kelola dan cybersecurity kami integrasikan sejak tahap perancangan agar AI dapat diskalakan dengan keyakinan dan memberikan nilai tambah yang terukur,” ujarnya.

Selain menyasar institusi besar, kemitraan ini juga membuka peluang bagi sektor publik dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mengadopsi AI secara bertahap. Skema implementasi dirancang agar organisasi dengan sumber daya terbatas tetap dapat membangun fondasi pengendalian risiko yang memadai sebelum melakukan ekspansi penggunaan AI.

Dengan meningkatnya pengawasan regulator dan ekspektasi publik terhadap transparansi teknologi, pendekatan kolaboratif antara penyedia platform dan konsultan tata kelola dinilai menjadi model yang semakin relevan. Aliansi antara Ebbot dan Veda Praxis menunjukkan bahwa pengembangan AI di kawasan tidak lagi semata soal kecepatan inovasi, tetapi juga kemampuan menjaga kepatuhan dan ketahanan operasional dalam jangka panjang. (BRG/Kul)

Topik: TeknologiVeda Praxis

TerkaitBerita

Permintaan Melonjak, Pemesan iPhone Duo Dapat Kejutan Pengiriman Lebih Cepat dari Estimasi Awal
Teknologi

Permintaan Melonjak, Pemesan iPhone Duo Dapat Kejutan Pengiriman Lebih Cepat dari Estimasi Awal

oleh Editor : Affandy
25 Oktober 2026
Bee Frontier dan Bee Eclipse: Amazon Rilis Perangkat AI Pintar Pengelola Waktu dan Ingatan
Teknologi

Bee Frontier dan Bee Eclipse: Amazon Rilis Perangkat AI Pintar Pengelola Waktu dan Ingatan

oleh Editor : Affandy
23 Oktober 2026
MEVAL Hadirkan Lampu Tenaga Surya Terra Solar Light dan Switch & Socket di HOMEDEC 2026
Teknologi

MEVAL Hadirkan Lampu Tenaga Surya Terra Solar Light dan Switch & Socket di HOMEDEC 2026

oleh Editor : Akula
23 Oktober 2026
Fenomena Lonjakan Permintaan iPhone Duo Mengubah Peta Gaya Hidup Digital Modern
Teknologi

Fenomena Lonjakan Permintaan iPhone Duo Mengubah Peta Gaya Hidup Digital Modern

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Vino G. Bastian Perankan Ayah yang Berjuang Selamatkan Anak dari Kanker Darah di Gasigogi

Vino G. Bastian Perankan Ayah yang Berjuang Selamatkan Anak dari Kanker Darah di Gasigogi

25 Oktober 2026
Perkuat Sistem Ketahanan Nasional, SIERA Anugerahkan Gelar Kehormatan FIHRA untuk 56 Tokoh dan Akademisi

Perkuat Sistem Ketahanan Nasional, SIERA Anugerahkan Gelar Kehormatan FIHRA untuk 56 Tokoh dan Akademisi

25 Oktober 2026
Permintaan Melonjak, Pemesan iPhone Duo Dapat Kejutan Pengiriman Lebih Cepat dari Estimasi Awal

Permintaan Melonjak, Pemesan iPhone Duo Dapat Kejutan Pengiriman Lebih Cepat dari Estimasi Awal

25 Oktober 2026
Ekspansi Mobil Listrik Mungil BYD Racco Tembus Sri Lanka, Harganya Melonjak Tiga Kali Lipat

Ekspansi Mobil Listrik Mungil BYD Racco Tembus Sri Lanka, Harganya Melonjak Tiga Kali Lipat

25 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5069 shares
    Share 2028 Tweet 1267
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1098 shares
    Share 439 Tweet 275
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya