Jumat, 24 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Teknologi

Aliansi Teknologi dan Tata Kelola: Ebbot Gandeng Veda Praxis Respons Ketatnya Regulasi AI di Asia Tenggara

Editor : Akula oleh Editor : Akula
4 Maret 2026
in Teknologi, Aplikasi
A A
0
Aliansi Teknologi dan Tata Kelola: Ebbot Gandeng Veda Praxis Respons Ketatnya Regulasi AI di Asia Tenggara

Oplus_131072

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Kolaborasi lintas negara di bidang kecerdasan buatan kembali menguat seiring meningkatnya tekanan regulasi di kawasan Asia Tenggara. Kali ini, perusahaan teknologi asal Eropa Utara, Ebbot, memilih menggandeng konsultan regional Veda Praxis untuk membangun kerangka implementasi AI yang dinilai lebih terukur dan patuh aturan.

Berbeda dari kerja sama teknologi pada umumnya yang berfokus pada ekspansi pasar, aliansi ini justru menempatkan tata kelola sebagai titik masuk. Kedua pihak menyatakan bahwa percepatan adopsi AI di Asia Tenggara perlu diimbangi dengan kepastian kepatuhan, perlindungan data, serta penguatan sistem pengawasan internal organisasi.

Langkah tersebut muncul di tengah proyeksi ekonomi digital Asia Tenggara yang diperkirakan mencapai US$1 triliun pada 2030, dengan total nilai ekonomi kawasan menembus US$4,5 triliun. Dalam berbagai kajian industri, AI disebut berpotensi menyumbang hingga 18 persen terhadap produk domestik bruto regional. Namun, sektor-sektor seperti perbankan, jasa keuangan, dan lembaga publik menghadapi tuntutan regulasi yang semakin ketat ketika mulai mengintegrasikan AI ke sistem kritikal..

Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan panduan tata kelola AI untuk sektor jasa keuangan. Di Singapura, Monetary Authority of Singapore terus memperbarui standar pengawasan teknologi finansial dan AI.

Artikel Terkait

Lebih dari Sekadar Air Minum, AQUA AWD-3A1BUBC Dukung Gaya Hidup Sehat dan Praktis di Rumah

Xiaomi Siapkan Redmi Note 17 Pro, Usung Baterai Silikon-Karbon 9.000 mAh dalam Bodi Tetap Ramping

Review Huawei MatePad Mini: Tablet Ringkas 8,8 Inci yang Siap Temani Kuliah dan Kerja

Sementara itu, Vietnam mengesahkan undang-undang AI komprehensif pada Desember 2025 yang mulai berlaku Maret 2026. Rangkaian kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa ruang inovasi kini berjalan beriringan dengan peningkatan kewajiban audit dan akuntabilitas.

Dalam konteks itu, Ebbot menghadirkan platform agentic AI yang telah memenuhi ketentuan General Data Protection Regulation (GDPR) Uni Eropa dan tersertifikasi ISO 27001. Perusahaan berbasis di Stockholm tersebut menyebut teknologinya dirancang untuk diintegrasikan dengan sistem layanan yang telah ada, sehingga organisasi dapat mengoperasikan agen AI secara terkontrol di berbagai kanal.

 

Veda Praxis, yang berdiri pada 2005 dan memiliki jaringan di Indonesia, Singapura, serta Vietnam, membawa pengalaman lebih dari dua dekade dalam bidang governance, risk, and compliance (GRC), transformasi digital, serta cybersecurity. Perusahaan ini mencatat telah menyelesaikan lebih dari 2.000 engagement dengan institusi keuangan, BUMN, perusahaan multinasional, hingga usaha kecil dan menengah.

CEO Veda Praxis, Syahraki Syahrir, menilai bahwa keberhasilan implementasi AI bergantung pada fondasi tata kelola yang dibangun sejak awal.

“Asia Tenggara bergerak cepat dalam mengadopsi AI. Namun, keberlanjutannya hanya dapat terjaga jika kepercayaan, keamanan, akuntabilitas, dan auditabilitas menjadi bagian dari desain awal,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dari sisi teknologi, Acting CEO Ebbot Johan Ekberg menyatakan bahwa kemitraan ini dirancang untuk mempercepat transisi organisasi dari tahap perencanaan menuju penerapan nyata.

“Kami ingin membantu organisasi bergerak lebih cepat dari strategi ke implementasi operasional, dengan tetap memastikan solusi yang dapat diskalakan secara global dan memberikan nilai bisnis jangka panjang,” kata Johan.

Aliansi ini menawarkan pendekatan terstruktur yang dimulai dari asesmen kesiapan AI, perancangan arsitektur, implementasi, hingga pengawasan berkelanjutan. Standar yang dirujuk mencakup ISO/IEC 42001 tentang manajemen sistem AI, selain penyesuaian terhadap kerangka regulasi di masing-masing negara.

Chief International & Marketing Officer Veda Praxis, Marek Kosmowski, menyebut kolaborasi tersebut sebagai jembatan antara inovasi teknologi Eropa dan kebutuhan praktis industri Asia Tenggara.

“Tata kelola dan cybersecurity kami integrasikan sejak tahap perancangan agar AI dapat diskalakan dengan keyakinan dan memberikan nilai tambah yang terukur,” ujarnya.

Selain menyasar institusi besar, kemitraan ini juga membuka peluang bagi sektor publik dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mengadopsi AI secara bertahap. Skema implementasi dirancang agar organisasi dengan sumber daya terbatas tetap dapat membangun fondasi pengendalian risiko yang memadai sebelum melakukan ekspansi penggunaan AI.

Dengan meningkatnya pengawasan regulator dan ekspektasi publik terhadap transparansi teknologi, pendekatan kolaboratif antara penyedia platform dan konsultan tata kelola dinilai menjadi model yang semakin relevan. Aliansi antara Ebbot dan Veda Praxis menunjukkan bahwa pengembangan AI di kawasan tidak lagi semata soal kecepatan inovasi, tetapi juga kemampuan menjaga kepatuhan dan ketahanan operasional dalam jangka panjang. (BRG/Kul)

Topik: TeknologiVeda Praxis

TerkaitBerita

Lebih dari Sekadar Air Minum, AQUA AWD-3A1BUBC Dukung Gaya Hidup Sehat dan Praktis di Rumah
Teknologi

Lebih dari Sekadar Air Minum, AQUA AWD-3A1BUBC Dukung Gaya Hidup Sehat dan Praktis di Rumah

oleh Editor : Affandy
24 Juli 2026
Xiaomi Siapkan Redmi Note 17 Pro, Usung Baterai Silikon-Karbon 9.000 mAh dalam Bodi Tetap Ramping
Teknologi

Xiaomi Siapkan Redmi Note 17 Pro, Usung Baterai Silikon-Karbon 9.000 mAh dalam Bodi Tetap Ramping

oleh Editor : Affandy
24 Juli 2026
Review Huawei MatePad Mini: Tablet Ringkas 8,8 Inci yang Siap Temani Kuliah dan Kerja
Teknologi

Review Huawei MatePad Mini: Tablet Ringkas 8,8 Inci yang Siap Temani Kuliah dan Kerja

oleh Editor : Affandy
23 Juli 2026
DeRUCCI
Teknologi

DeRUCCI Resmi Masuk Indonesia, Perkenalkan Kasur AI Pertama dan Buka Dua Flagship Experience Center

oleh Editor : Hana
22 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

MPR RI Perkuat Pelayanan Publik, Budi Muliawan: Keterbukaan dan Evaluasi Jadi Kunci Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

MPR RI Perkuat Pelayanan Publik, Budi Muliawan: Keterbukaan dan Evaluasi Jadi Kunci Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

24 Juli 2026
Eddy Soeparno: Transisi Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Eddy Soeparno: Transisi Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

24 Juli 2026
Lebih dari Sekadar Air Minum, AQUA AWD-3A1BUBC Dukung Gaya Hidup Sehat dan Praktis di Rumah

Lebih dari Sekadar Air Minum, AQUA AWD-3A1BUBC Dukung Gaya Hidup Sehat dan Praktis di Rumah

24 Juli 2026
IHSG Anjlok 1,75 Persen pada Sesi I, Bursa Asia Kompak Tertekan

IHSG Anjlok 1,75 Persen pada Sesi I, Bursa Asia Kompak Tertekan

24 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4025 shares
    Share 1610 Tweet 1006
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    586 shares
    Share 234 Tweet 147
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Lionel Messi Gagal Raih Bola Emas, Media Argentina Kritik FIFA

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • BMW New iX3, SUV Listrik Premium dengan Performa Tinggi dan Teknologi Masa Depan

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya