Rabu, 9 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Teknologi

Aliansi Teknologi dan Tata Kelola: Ebbot Gandeng Veda Praxis Respons Ketatnya Regulasi AI di Asia Tenggara

Editor : Akula oleh Editor : Akula
4 Maret 2026
in Teknologi, Aplikasi
A A
0
Aliansi Teknologi dan Tata Kelola: Ebbot Gandeng Veda Praxis Respons Ketatnya Regulasi AI di Asia Tenggara

Oplus_131072

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Kolaborasi lintas negara di bidang kecerdasan buatan kembali menguat seiring meningkatnya tekanan regulasi di kawasan Asia Tenggara. Kali ini, perusahaan teknologi asal Eropa Utara, Ebbot, memilih menggandeng konsultan regional Veda Praxis untuk membangun kerangka implementasi AI yang dinilai lebih terukur dan patuh aturan.

Berbeda dari kerja sama teknologi pada umumnya yang berfokus pada ekspansi pasar, aliansi ini justru menempatkan tata kelola sebagai titik masuk. Kedua pihak menyatakan bahwa percepatan adopsi AI di Asia Tenggara perlu diimbangi dengan kepastian kepatuhan, perlindungan data, serta penguatan sistem pengawasan internal organisasi.

Langkah tersebut muncul di tengah proyeksi ekonomi digital Asia Tenggara yang diperkirakan mencapai US$1 triliun pada 2030, dengan total nilai ekonomi kawasan menembus US$4,5 triliun. Dalam berbagai kajian industri, AI disebut berpotensi menyumbang hingga 18 persen terhadap produk domestik bruto regional. Namun, sektor-sektor seperti perbankan, jasa keuangan, dan lembaga publik menghadapi tuntutan regulasi yang semakin ketat ketika mulai mengintegrasikan AI ke sistem kritikal..

Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan panduan tata kelola AI untuk sektor jasa keuangan. Di Singapura, Monetary Authority of Singapore terus memperbarui standar pengawasan teknologi finansial dan AI.

Artikel Terkait

JBL EasySing Mics Resmi Hadir, Ubah PartyBox Jadi Mesin Karaoke Berbasis AI

HUAWEI FreeClip 2S Resmi Dijual di Indonesia, Tawarkan Audio Open-Ear dan Fitur AI

Bocoran Harga iPhone Ultra Tembus Rp60 Juta, Jadi iPhone Termahal Apple?

Sementara itu, Vietnam mengesahkan undang-undang AI komprehensif pada Desember 2025 yang mulai berlaku Maret 2026. Rangkaian kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa ruang inovasi kini berjalan beriringan dengan peningkatan kewajiban audit dan akuntabilitas.

Dalam konteks itu, Ebbot menghadirkan platform agentic AI yang telah memenuhi ketentuan General Data Protection Regulation (GDPR) Uni Eropa dan tersertifikasi ISO 27001. Perusahaan berbasis di Stockholm tersebut menyebut teknologinya dirancang untuk diintegrasikan dengan sistem layanan yang telah ada, sehingga organisasi dapat mengoperasikan agen AI secara terkontrol di berbagai kanal.

 

Veda Praxis, yang berdiri pada 2005 dan memiliki jaringan di Indonesia, Singapura, serta Vietnam, membawa pengalaman lebih dari dua dekade dalam bidang governance, risk, and compliance (GRC), transformasi digital, serta cybersecurity. Perusahaan ini mencatat telah menyelesaikan lebih dari 2.000 engagement dengan institusi keuangan, BUMN, perusahaan multinasional, hingga usaha kecil dan menengah.

CEO Veda Praxis, Syahraki Syahrir, menilai bahwa keberhasilan implementasi AI bergantung pada fondasi tata kelola yang dibangun sejak awal.

“Asia Tenggara bergerak cepat dalam mengadopsi AI. Namun, keberlanjutannya hanya dapat terjaga jika kepercayaan, keamanan, akuntabilitas, dan auditabilitas menjadi bagian dari desain awal,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dari sisi teknologi, Acting CEO Ebbot Johan Ekberg menyatakan bahwa kemitraan ini dirancang untuk mempercepat transisi organisasi dari tahap perencanaan menuju penerapan nyata.

“Kami ingin membantu organisasi bergerak lebih cepat dari strategi ke implementasi operasional, dengan tetap memastikan solusi yang dapat diskalakan secara global dan memberikan nilai bisnis jangka panjang,” kata Johan.

Aliansi ini menawarkan pendekatan terstruktur yang dimulai dari asesmen kesiapan AI, perancangan arsitektur, implementasi, hingga pengawasan berkelanjutan. Standar yang dirujuk mencakup ISO/IEC 42001 tentang manajemen sistem AI, selain penyesuaian terhadap kerangka regulasi di masing-masing negara.

Chief International & Marketing Officer Veda Praxis, Marek Kosmowski, menyebut kolaborasi tersebut sebagai jembatan antara inovasi teknologi Eropa dan kebutuhan praktis industri Asia Tenggara.

“Tata kelola dan cybersecurity kami integrasikan sejak tahap perancangan agar AI dapat diskalakan dengan keyakinan dan memberikan nilai tambah yang terukur,” ujarnya.

Selain menyasar institusi besar, kemitraan ini juga membuka peluang bagi sektor publik dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mengadopsi AI secara bertahap. Skema implementasi dirancang agar organisasi dengan sumber daya terbatas tetap dapat membangun fondasi pengendalian risiko yang memadai sebelum melakukan ekspansi penggunaan AI.

Dengan meningkatnya pengawasan regulator dan ekspektasi publik terhadap transparansi teknologi, pendekatan kolaboratif antara penyedia platform dan konsultan tata kelola dinilai menjadi model yang semakin relevan. Aliansi antara Ebbot dan Veda Praxis menunjukkan bahwa pengembangan AI di kawasan tidak lagi semata soal kecepatan inovasi, tetapi juga kemampuan menjaga kepatuhan dan ketahanan operasional dalam jangka panjang. (BRG/Kul)

Topik: TeknologiVeda Praxis

TerkaitBerita

JBL EasySing Mics Resmi Hadir, Ubah PartyBox Jadi Mesin Karaoke Berbasis AI
Teknologi

JBL EasySing Mics Resmi Hadir, Ubah PartyBox Jadi Mesin Karaoke Berbasis AI

oleh Editor : Affandy
9 September 2026
HUAWEI FreeClip 2S Resmi Dijual di Indonesia, Tawarkan Audio Open-Ear dan Fitur AI
Teknologi

HUAWEI FreeClip 2S Resmi Dijual di Indonesia, Tawarkan Audio Open-Ear dan Fitur AI

oleh Editor : Affandy
8 September 2026
Bocoran Harga iPhone Ultra Tembus Rp60 Juta, Jadi iPhone Termahal Apple?
Teknologi

Bocoran Harga iPhone Ultra Tembus Rp60 Juta, Jadi iPhone Termahal Apple?

oleh Editor : Affandy
6 September 2026
Bocoran Harga iPhone Ultra Tembus Rp59 Juta, Varian 1TB Bikin Geleng-geleng Kepala
Teknologi

Bocoran Harga iPhone Ultra Tembus Rp59 Juta, Varian 1TB Bikin Geleng-geleng Kepala

oleh Editor : Affandy
5 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Remaja 16 Tahun Muntah, Dokter Temukan Gumpalan Rambut Seberat 1,5 Kg di Perut

Remaja 16 Tahun Muntah, Dokter Temukan Gumpalan Rambut Seberat 1,5 Kg di Perut

9 September 2026
Harga Emas Antam Makin Jatuh, Turun Rp17.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram

Harga Emas Antam Makin Jatuh, Turun Rp17.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram

9 September 2026
Pasar Keuangan Mulai Menguat, Investor Disarankan Terapkan Strategi Investasi Selektif

Pasar Keuangan Mulai Menguat, Investor Disarankan Terapkan Strategi Investasi Selektif

9 September 2026
JBL EasySing Mics Resmi Hadir, Ubah PartyBox Jadi Mesin Karaoke Berbasis AI

JBL EasySing Mics Resmi Hadir, Ubah PartyBox Jadi Mesin Karaoke Berbasis AI

9 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4454 shares
    Share 1782 Tweet 1114
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    847 shares
    Share 339 Tweet 212
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tak Ada Tanda Kekerasan, Mahasiswa UI yang Tewas di Kos Depok Diduga Bunuh Diri

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya