Koranindopos.com, Jakarta – Film “Keluarga Suami adalah Hama” segera diangkat ke layar lebar setelah sebelumnya sukses besar sebagai film pendek viral di platform Noice. Proyek adaptasi ini menjadi langkah besar bagi Umbara Brothers Film dan VMS Studio dalam menghadirkan cerita yang menyentuh realitas sosial masyarakat modern.
Film ini kembali digarap oleh sineas kenamaan Anggy Umbara, yang dikenal lewat gaya penceritaan berani dan visual yang kuat. Ia berupaya menafsirkan ulang kisah rumah tangga yang sarat tekanan sosial dan ekonomi, dengan menempatkan perempuan sebagai pusat pergulatan batin.
Kisahnya berfokus pada pasangan muda, Damar dan Intan, yang terjebak dalam pusaran tanggung jawab keluarga besar. Sebagai bagian dari generasi sandwich, keduanya harus menanggung beban ekonomi dari orang tua, diri sendiri, hingga adik-adik yang belum mandiri.
Situasi ini menjadi latar ketegangan rumah tangga yang tak pernah reda. Sedikit demi sedikit, tekanan keluarga suami mulai menggerogoti kehidupan pernikahan mereka, seperti “hama” yang memakan akar tanaman tanpa disadari.
Film ini dibintangi oleh Omar Daniel, Raihaanun, dan Meriam Bellina. Ketiganya mewakili lintas generasi dengan karakter yang kompleks: suami idealis, istri sabar tapi rapuh, dan mertua dominan yang menciptakan konflik batin mendalam.
Disutradarai oleh Anggy Umbara, film ini menggabungkan kekuatan drama psikologis dengan elemen visual khasnya, intens, emosional, dan penuh makna sosial. Ia menjanjikan pengalaman sinematik yang tidak sekadar hiburan, melainkan refleksi tentang pernikahan dan tekanan keluarga.

“Keluarga Suami adalah Hama adalah kisah tentang perempuan yang berjuang mempertahankan pernikahannya di bawah tekanan dari hubungan keluarga yang tak sehat. Ini bukan hanya drama keluarga, ini sebuah cermin sosial,” ujar Anggy Umbara.
Lebih dari sekadar adaptasi, film ini juga menjadi bentuk keberanian sineas lokal mengangkat isu sosial yang sering dianggap tabu. Melalui cerita ini, Umbara Brothers Film dan VMS Studio menunjukkan komitmen mereka terhadap karya yang relevan dan menggugah kesadaran publik.
Film ini kini tengah dalam tahap produksi dan dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada tahun 2026. Kehadirannya diprediksi akan membuka perbincangan baru tentang batas kesabaran, cinta, dan perjuangan perempuan dalam mempertahankan rumah tangganya.
“Keluarga Suami adalah Hama” menjadi cerminan nyata dari beban generasi sandwich, generasi yang harus bertahan di antara tekanan ekonomi dan ekspektasi sosial, namun tetap berusaha menjaga cinta di tengah badai keluarga. (Brg/Hend)










