Koranindopos.com, Jakarta — Fenomena pesugihan yang masih dipercaya di sejumlah daerah di Indonesia menjadi titik berangkat film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Sekuel dari film “Kuasa Gelap” (2024) ini dijadwalkan mulai syuting pada April 2026.
Alih-alih sekadar menghadirkan horor, film ini mencoba menyoroti praktik pesugihan sebagai bagian dari realitas sosial. Cerita akan mengikuti upaya menghadapi konsekuensi dari perjanjian dengan kekuatan gelap melalui pendekatan eksorsisme dalam ajaran Katolik.
Produser Robert Ronny menilai, isu tersebut relevan karena masih terjadi di tengah masyarakat. “Pesugihan bukanlah sekadar fiksi atau takhayul semata. Ini adalah kenyataan yang masih terjadi di banyak daerah di Indonesia. Dan bukan hanya satu jiwa yang dipertaruhkan, tapi keselamatan seluruh desa,” ujarnya.
Film ini kembali menghadirkan dua tokoh utama, Romo Thomas dan Romo Rendra, yang diperankan oleh Jerome Kurnia dan Lukman Sardi. Keduanya akan dihadapkan pada konflik yang lebih kompleks dibanding film sebelumnya.
Lukman Sardi mengatakan karakter Romo Rendra akan mengalami tekanan yang lebih berat. “Romo Rendra akan mengalami cobaan iman terbesar, sesuatu yang sangat manusiawi,” kata Lukman.
Sementara itu, Jerome Kurnia mengaku peran yang ia jalani memiliki arti khusus dalam kariernya. “Romo Thomas adalah salah satu karakter favorit yang pernah saya perankan. Dan saya selalu menganggap peran Romo Thomas sebagai blessing bagi saya,” ujarnya.
Dari sisi kreatif, film ini disutradarai oleh Rizal Mantovani. Ia menyebut proyek ini memiliki tantangan tersendiri karena kedalaman ceritanya.
“Saya merasa tertantang sekaligus terhormat dipercaya menyutradarai film ini. Di Perjanjian Darah, pertarungan imannya jauh lebih brutal. Kedalaman tema film ini jauh melampaui film pertama,” kata Rizal.
Sejumlah pemain baru turut bergabung, seperti Venly Arauna, Keysha Angelica, Sisca Saras, Lydia Kandou, Kiki Narendra, Ferry Salim, Feby Febiola, dan Faiz Vishal.
Selain Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment, produksi film ini juga didukung oleh Legacy Pictures, WOW Multinet Pictures, dan Virtuelines Entertainment. Naskah ditulis oleh Andri Cahyadi bersama Robert Ronny.
Produser eksekutif Andi Boediman menyebut film ini mencoba memberikan sudut pandang berbeda terhadap praktik yang selama ini jarang dibahas secara terbuka. “Pesugihan adalah kenyataan sosial Indonesia yang selama ini tersimpan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ketika manusia memilih perjanjian dengan kegelapan, siapa yang bisa memutusnya? Film ini adalah jawaban kami,” ujarnya.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah direncanakan tayang di bioskop Indonesia pada 2026 dan diharapkan dapat melanjutkan capaian film pertamanya, sekaligus menghadirkan pendekatan baru dalam genre horor religi.(BRG/Kul)










