Koranindopos.com, Kota Tangsel – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan kajian untuk membenahi pelayanan transportasi publik. ”Kita sebetulnya memahami kondisi yang ada terkait dengan angkutan. Memang angkutan yang ada sekarang ini belum memadai dan belum sesuai standar. Juga keinginan-keinginan dari masyarakat makanya kita juga mengkaji itu semua,” ungkap Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Tangsel Muhammad Syaiful Rabu (12/10).
Syaiful menyampaikan, trayek angkutan di Kota Tangsel saat ini baru ada 16 trayek. Pihaknya sedang melakukan kajiannya terkait kelaikannya demand dan supply, kemudian juga apakah ada pengembangan-pengembangan berikutnya.
”Yang utama dalam kajian itu hasil output-nya kan apakah nanti ada penambahan trayek, pembaharuan trayek, atau perpanjangan atau perpendek trayek yang ada. Juga terkait BRT yang ada, makanya ini kita kaji,” terangnya.
Dia menuturkan, transportasi internal yang masih dalam lingkup regional sudah ada di kawasan Bintaro dan Alam Sutera. Saat ini pihaknya juga sedang mencari pengembang-pengembang untuk mengembangkan transprtasi umum. ”Sehingga jadi feeder-feeder angkutan yang ada. Nanti semua akan terintegrasi dengan angkutan,” ucapnya.
Tak hanya itu, kata Syaiful, saat ini Dishub Tangsel juga sedang mengkaji bus untuk pegawi Pemkot Tangsel maupun bus sekolah. Pihaknya sedang menganalisa dimana lokasi paling banyak yang menjadi titik para pegawai tersebut. (jkr/mmr)










