Koranindopos.com – JAKARTA — PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan yang sangat solid sepanjang periode Januari hingga September (Kuartal III) 2026. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 9,66 triliun, melonjak 46% dibandingkan capaian periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp 6,61 triliun.
Sejalan dengan lonjakan laba bersih, ANTAM juga mencatatkan pertumbuhan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar Rp 13,48 triliun, naik 45% dari posisi Rp 9,33 triliun pada Kuartal III-2025.
Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menyampaikan bahwa capaian positif ini merupakan hasil dari konsistensi perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis dan efisiensi operasional.
“Kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional, penguatan strategi komersial, serta pengembangan portofolio usaha untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Untung dalam keterangan resminya, Rabu (28/10/2026).
Selama sembilan bulan pertama tahun 2026, ANTAM mencatatkan laba kotor sebesar Rp 15,56 triliun dan laba usaha mencapai Rp 12,05 triliun. Laba bersih per saham dasar (Basic EPS) ikut terkerek naik 48% menjadi Rp 367,78 per saham, dari sebelumnya Rp 248,62 per saham.
Entitas asosiasi perseroan turut memberikan kontribusi positif sebesar Rp 300,58 miliar, melonjak 115% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 140,03 miliar.
Dari sisi neraca keuangan per September 2026:
-
Total Aset: Rp 59,74 triliun (naik 24% dari Rp 48,07 triliun)
-
Ekuitas: Rp 41,22 triliun (naik 17% dari Rp 35,20 triliun)
-
Kas dan Setara Kas: Rp 10,54 triliun (naik 14% dari Rp 9,26 triliun)
-
Arus Kas Operasional: Rp 5,06 triliun (naik 26% dari Rp 4,02 triliun)
Secara keseluruhan, ANTAM membukukan penjualan bersih sebesar Rp 88,48 triliun, tumbuh 23% YoY dari posisi Rp 72,03 triliun. Pasar domestik menjadi penopang utama dengan kontribusi Rp 83,86 triliun atau setara 95% dari total penjualan bersih.
-
Komoditas Emas (Porsi 77%): Emas menjadi kontributor terbesar dengan nilai penjualan Rp 68,41 triliun (naik 17% YoY). Volume penjualan emas mencapai 25.217 kilogram (kg), dengan total produksi dari tambang internal sebesar 634 kg.
-
Segmen Nikel (Porsi 19%): Pendapatan dari produk feronikel dan bijih nikel melonjak 52% menjadi Rp 16,98 triliun. Volume penjualan feronikel melonjak signifikan hingga 71% menjadi 13.971 ton nikel dalam feronikel (TNi). Sementara itu, produksi bijih nikel mencapai 12,16 juta wet metric ton (wmt) dengan volume penjualan 10,73 juta wmt.
-
Segmen Bauksit dan Alumina (Porsi 3%): Pendapatan segmen ini tumbuh 35% menjadi Rp 2,64 triliun. Penjualan bauksit naik 49% menjadi 1,64 juta wmt, sedangkan penjualan produk alumina (Chemical Grade Alumina) meningkat 9% menjadi 146.642 ton.(dhil/dtk)










