Koranindopos.com, ISTANBUL – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengevaluasi program pemberian visa bagi anak-anak korban perang Gaza, Palestina, untuk berobat ke negeri Paman Sam. Mereka khawatir Hamas menyusupi program tersebut.
Sebelumnya diberitakan, pada Sabtu (16/8/2025) lalu, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan penangguhan semua proses pengajuan visa kunjungan bagi warga Gaza. Khususnya visa medis dan kemanusiaan. Sebagaimana diketahui publik, program pemberian visa tersebut terjadi di tengah agresi Israel ke Gaza sejak Oktober 2023. Perang itu menewaskan hampir 62.000 warga Palestina di Gaza.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan keputusan menangguhkan tersebut adalah dalam rangka evaluasi sistem secara keseluruhan. Alasan Rubio, sejumlah organisasi yang terlibat dalam pengajuan visa AS untuk warga Gaza memiliki ikatan kuat dengan Hamas. ”Kami akan mengkaji ulang terkait pemberian visa tak hanya bagi anak-anak tapi juga bagi orang-orang yang mendampingi mereka,” ujar Rubio dikutip dari jaringan berita CBS News pada Minggu (18/8/2025).
Rubio menjelaskan, ada sejumlah pihak di Kongres AS yang mempertanyakan program tersebut. Khususnya, organisasi kemanusiaan yang membantu proses pengajuan visa anak-anak Gaza. ”Kami tidak akan bermitra dengan kelompok-kelompok yang berhubungan baik dengan Hamas,” ungkap Rubio. Rubio juga menggaris bawahi, evaluasi itu juga dilakukan terhadap mekanisme pemberian visa bagi pendamping dewasa yang tiba bersama anak-anak tersebut. (ant/mmr)










