Koranindopos.com, AS – NATO merespons keputusan Amerika Serikat (AS) yang akan menarik sekitar lima ribu personel militernya dari Jerman dengan meningkatkan komunikasi intensif bersama Washington. Juru bicara NATO Allison Hart mengatakan, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi untuk memahami secara rinci kebijakan tersebut, khususnya terkait postur kekuatan militer AS di Eropa. ”Kami sedang bekerja sama dengan AS untuk memahami detail keputusan mereka mengenai postur kekuatan di Jerman,” kata Hart melalui platform X pada Sabtu (2/5/2026) seperti dilansir Anadolu Agency.
Hart menilai langkah tersebut menjadi sinyal bagi negara-negara Eropa agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kekuatan militer AS. Ia menekankan pentingnya peningkatan investasi pertahanan di kawasan demi menjaga keamanan kolektif. Menurutnya, Eropa perlu mengambil peran yang lebih besar dalam tanggung jawab pertahanan, meskipun NATO tetap yakin terhadap kapasitas aliansi dalam mewujudkan Eropa yang lebih kuat dalam NATO yang lebih kuat.
Sebelumnya, Merz mengkritik keras strategi militer AS dalam konflik dengan Iran yang dinilai tidak memiliki strategi keluar yang jelas. Ia bahkan menyebut AS tengah dipermalukan oleh Iran dalam berbagai perundingan. Menanggapi hal itu, Trump menyatakan tengah mengevaluasi pengurangan kehadiran militer AS di Jerman, yang mencerminkan ketegangan di dalam aliansi NATO, khususnya terkait kebijakan terhadap Teheran.
Penarikan pasukan itu dinilai menjadi babak baru hubungan transatlantik pada 2026, di tengah dorongan bagi negara-negara Eropa untuk mempercepat penguatan dan modernisasi kemampuan militer secara mandiri. (cnni/mmr)










