Koranindopos.com, PADANG – Anggota MPR RI dari Kelompok DPD, H. Muslim M. Yatim, Lc., M.M., secara resmi membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (1/8/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Administrasi MPR RI, Heri Herawan, S.H., Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi, Dr. Wachid Nugroho, S.I.P., M.I.P., dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Faudi, S.Pd., M.Si.
Lomba ini juga menghadirkan tiga dewan juri daerah, yaitu Dosen Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Pendidikan Pancasila, dan Pendidikan Karakter Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batsangkar, Muspardi, M.Pd., Dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Negeri Padang, Dr. Monica Tiara, M.Pd., dan Lektor Universitas Negeri Padang, Atri Waldi, M.Pd.
Dalam sambutannya, Muslim menegaskan bahwa LCC Empat Pilar MPR RI bukan sekadar ajang untuk menguji kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan, melainkan upaya membangun karakter generasi muda agar memiliki wawasan kebangsaan, integritas, dan rasa cinta terhadap NKRI.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mencari siapa paling cepat menjawab soal, tetapi untuk membentuk generasi muda yang memahami nilai-nilai Pancasila, menghormati konstitusi, menjaga persatuan bangsa, serta merawat keberagaman Indonesia,” ujarnya.
Muslim menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Sumatera Barat, Dinas Pendidikan, panitia pelaksana, dewan juri, kepala sekolah, guru pendamping, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya LCC Empat Pilar MPR RI.
“Kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik berkat kerja keras dan sinergi seluruh pihak. Saya menyampaikan apresiasi kepada semua yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya.
Kepada para peserta, Muslim berpesan agar nilai-nilai Empat Pilar MPR RI tidak hanya dipahami sebagai materi perlombaan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan kehidupan sehari-hari.
“Kalian hadir bukan hanya sebagai peserta lomba, tetapi sebagai representasi generasi muda Indonesia yang dipercaya membawa semangat persatuan, cinta kepada tanah air, dan komitmen menjaga kehidupan berbangsa,” tuturnya.
Lebih lanjut, Muslim mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan di era digital. Perkembangan teknologi dan internet memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, dan potensi perpecahan sosial.
“Teknologi digital merupakan pisau bermata dua. Di satu sisi memberikan manfaat besar, tetapi di sisi lain menghadirkan tantangan baru. Karena itu, niali-nilai Pancasila harus menjadi pedoman agar bangsa Indonesia tetap bersatu dan tidak mudah terpecah belah,” ungkapnya.
Menurut Muslim, pendidikan nasional tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki moral, integritas, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan.
“Makna mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya meningkatkan kemampuan ekonomi atau intelektual, tetapi menciptakan manusia yang berpijak pada moral, integritas, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa LCC Empat Pilar MPR RI merupakan salah satu upaya memperkuat karakter, nasionalisme, dan pemahaman nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda.
Ia mengapresiasi seluruh peserta yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti LCC Empat Pilar MPR RI. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk mental dan wawasan kebangsaan.
“Hari ini kita hadir sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk memupuk rasa nasionalisme dan kebangsaan. Hal yang paling berharga dari kegiatan ini adalah pengalaman yang diperoleh para peserta,” ujarnya.
Habibul mengatakan, bahwa seluruh peserta yang mengikuti lomba merupakan siswa-siswa terbaik yang telah melewati proses seleksi panjang. Karena itu, siapa pun yang meraih peringkat terbaik harus menghargai seluruh peserta sebagai pemenang.
“Dalam sebuah perlombaan tentu ada peringkat. Namun, semua anak-anak kita yang hadir di ruangan ini adalah juara. Siapa pun yang nantinya ditetapkan sebagai pemenang, semuanya tetap juara,” katanya.
Menurut Habibul, Sumatera Barat memiliki sejarah besar dalam melahirkan tokoh-tokoh bangsa, seperti Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, Tan Malaka, dan Mohammad Natsir. Semangat perjuangan para tokoh tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda.
“LCC Empat Pilar MPR RI merupakan bagian dari upaya membangun mentalitas, karakter, dan semangat kebangsaan bagi anak-anak kita,” ungkapnya.
Ia berharap LCC Empat Pilar MPR RI dapat terus menjadi wadah bagi pelajar untuk meningkatkan pengetahuan, mengembangkan potensi, serta membentuk generasi penerus bangsa yang berprestasi dan memiliki rasa cinta terhadap Indonesia.
LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sumatera Barat diikuti sembilan sekolah yang berhasil lolos seleksi tingkat kabupaten/kota, yaitu SMAN 1 Padang, SMAN 1 Sijunjung, SMAN 1 Tilatang Kamang, MAN Insan Cendekia Padang Pariaman, SMAN 1 Gunung Talang, MA IT Insan Cedekia Payakumbuh, SMAN 1 Solok, SMAN 2 Bukittinggi, dan SMAN 3 Painan. (hai)










