Koranindopos.com, DEMAK — Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 41 melalui penyediaan dan pemasangan tempat sampah terpilah di Desa Brumbung.
Program tersebut menyasar dua fasilitas umum yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, yakni Balai Desa Brumbung dan area Lapangan Desa Brumbung.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sekaligus membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Pemilihan kedua lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Balai Desa Brumbung merupakan pusat pelayanan administrasi masyarakat yang setiap hari memiliki mobilitas warga cukup tinggi.
Sementara itu, Lapangan Desa Brumbung menjadi salah satu ruang publik yang ramai digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari olahraga, tempat berkumpul pemuda, hingga aktivitas kuliner pada sore dan malam hari.
Banyaknya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut membuat kebutuhan terhadap fasilitas tempat sampah menjadi semakin penting.
Selain menyediakan sarana pembuangan sampah, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 41 juga memberikan edukasi mengenai pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Tempat sampah yang disediakan dibedakan menjadi dua kategori utama, yakni sampah organik dan anorganik.
Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari makhluk hidup dan relatif mudah terurai secara alami. Jenis sampah ini antara lain sisa makanan, kulit buah, daun kering, ranting pohon, dan sisa sayuran.
Sampah organik memiliki potensi untuk diolah menjadi kompos sehingga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan kesuburan tanah.
Sementara itu, sampah anorganik berasal dari bahan nonhayati maupun bahan sintetis yang membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk terurai. Contohnya adalah kantong plastik, botol dan gelas plastik, kaleng minuman, bungkus makanan, kaca, serta berbagai bahan sintetis lainnya.
Pemilahan sampah anorganik diharapkan dapat mempermudah proses daur ulang maupun pemanfaatan kembali sehingga jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat ditekan.
“Dengan adanya pemilahan ini, diharapkan beban penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir dapat berkurang, sekaligus memudahkan proses pengolahan sampah lanjutan di tingkat desa,” ujar salah satu mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 41.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Brumbung. Kepala Desa Brumbung, Sugin, mengapresiasi kepedulian mahasiswa KKN UPGRIS terhadap kebersihan dan keasrian fasilitas umum desa.
Menurutnya, keberadaan tempat sampah terpilah di Balai Desa dan Lapangan Desa dinilai tepat sasaran karena kedua lokasi tersebut memiliki aktivitas masyarakat yang cukup tinggi.
“Kami dari pihak Pemerintah Desa Brumbung mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan sangat mendukung program kerja yang dijalankan oleh adik-adik KKN UPGRIS Kelompok 41. Penyediaan tempat sampah terpilah di Balai Desa dan Lapangan ini sangat tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi kenyamanan warga,” kata Sugin.
Ia berharap masyarakat ikut menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik.
“Fasilitas ini sangat membantu menjaga kerapian desa, dan kami imbau seluruh warga untuk bersama-sama menjaga serta memanfaatkannya dengan baik,” sambungnya.
Apresiasi juga disampaikan masyarakat Desa Brumbung. Firman, salah seorang pemuda setempat yang kerap beraktivitas di lapangan desa, mengatakan keberadaan tempat sampah baru menjawab salah satu persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat.
Menurutnya, minimnya tempat sampah di sekitar lapangan membuat sebagian pengunjung kesulitan membuang sampah setelah membeli makanan atau minuman.
“Jujur saja, selama ini di sekitar lapangan tempat sampah masih sangat kurang. Karena orang bingung mau buang sampah ke mana habis jajan makanan atau minuman, akhirnya tidak sedikit yang membuang sembarangan begitu saja,” ujar Firman.
Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat kawasan lapangan terlihat kotor dan banyak sampah berserakan.
Dengan adanya tempat sampah yang disediakan mahasiswa KKN UPGRIS, ia menilai kondisi lingkungan lapangan menjadi lebih bersih dan rapi.
“Dengan adanya tong sampah baru dari teman-teman KKN UPGRIS ini, lapangan jadi terasa lebih bersih, rapi, dan kita sebagai pengunjung juga jadi makin sadar serta malu kalau tidak membuang sampah pada tempatnya,” tuturnya.
Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 41 berharap program penyediaan tempat sampah terpilah tersebut tidak berhenti pada penambahan fasilitas fisik semata.
Lebih dari itu, program ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sehari-hari.
Kesadaran untuk memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya dinilai menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kebersihan lingkungan.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, Desa Brumbung diharapkan dapat terus membangun budaya hidup bersih dan sehat.
Program tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi dan solusi terhadap persoalan lingkungan di tengah masyarakat selama pelaksanaan KKN.
Dengan tersedianya tempat sampah terpilah di titik-titik strategis, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 41 berharap warga semakin terbiasa membuang dan memilah sampah sesuai jenisnya.
Pada akhirnya, kebiasaan sederhana tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan Desa Brumbung yang lebih bersih, sehat, rapi, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (hai)










