koranindopos.com – Jakarta. Mengawali pekan pertama di bulan Februari, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca yang menuntut kewaspadaan tinggi bagi warga Ibu Kota dan sekitarnya. Untuk Senin, 2 Februari 2026, BMKG memprediksi status “Waspada” akan mencakup hampir seluruh wilayah Jabodetabek, termasuk DKI Jakarta.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat dan petir diprakirakan mengguyur Jakarta sejak pagi hingga malam hari. Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia serta terpantau adanya Bibit Siklon Tropis 98P di sekitar perairan Australia, yang turut meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat.
BMKG merinci potensi cuaca di sejumlah wilayah DKI Jakarta sebagai berikut:
-
Jakarta Selatan & Jakarta Timur
Berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir pada siang hingga sore hari. Warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Ciliwung dan Sunter diminta waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit air. -
Jakarta Pusat, Jakarta Barat, & Jakarta Utara
Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan turun sejak pagi hari dan berpotensi mengganggu arus lalu lintas, khususnya pada jam sibuk (rush hour) Senin pagi. -
Kepulauan Seribu
Diprakirakan terjadi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang, yang dapat berdampak pada aktivitas pelayaran dan wisata bahari.
BMKG juga mencatat suhu udara di Jakarta berada pada kisaran 24–28 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang sangat tinggi, mencapai 87–93 persen. Kondisi ini membuat udara terasa lebih gerah meskipun hujan turun.
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG mengingatkan bahwa durasi hujan yang panjang dapat memicu genangan di sejumlah titik rawan banjir.
“Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk terus memantau informasi cuaca dan kondisi lalu lintas terkini. Pengendara sepeda motor diimbau tidak berteduh di bawah pohon rindang atau baliho saat hujan disertai angin kencang,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Selain wilayah DKI Jakarta, daerah penyangga seperti Tangerang Selatan, Depok, dan Bekasi juga masuk dalam kategori wilayah yang perlu diwaspadai. Hujan yang terjadi secara merata berpotensi menyebabkan jalan licin, genangan air, serta penurunan jarak pandang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap siaga dan mengikuti pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi guna meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem.(afy)










