Rabu, 1 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Ekonomi Bisnis

Bank Jakarta: Fundamental Perbankan Nasional Masih Kuat, Transformasi Jadi Kunci Hadapi Perubahan

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
1 Juli 2026
in Bisnis, Ekonomi
A A
0
BANK JAKARTA

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik Shaping the Next Era of Indonesia's Capital Market, Investor Day 2026, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026).(DOK. BANK JAKARTA)

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com , JAKARTA – Industri keuangan nasional dinilai masih memiliki fundamental yang kokoh meski dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi global. Namun, perubahan lanskap bisnis, perkembangan teknologi, dan dinamika perilaku pasar membuat pelaku industri perbankan perlu terus bertransformasi agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, mengatakan secara fundamental kondisi perbankan nasional masih berada dalam kondisi yang sehat. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap positif, permodalan yang kuat, likuiditas yang terjaga, serta rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang relatif rendah.

“Persoalannya sebenarnya bukan di fundamentalnya, tetapi medan permainannya berubah,” ujar Agus dalam diskusi Shaping the Next Era of Indonesia’s Capital Market pada Investor Day 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Menurut Agus, industri perbankan dalam beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai tantangan yang sulit diprediksi, mulai dari pandemi COVID-19, konflik geopolitik global, hingga perubahan kebijakan perdagangan internasional. Kondisi tersebut membuat perbankan tidak lagi dapat menjalankan strategi bisnis secara konvensional.

Artikel Terkait

Tembus Pasar Global, Langkah Strategis PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) Melantai di Bursa Hong Kong

Nonton Pesta Bola Terbesar Lebih Seru dengan Fitur Sports Live di Philips Smart Lighting Connected by WiZ

OJK Ingatkan Agar Investor Rasional di Tengah Sentimen Negatif Pasar

Selain itu, industri juga menghadapi tekanan terhadap biaya dana (cost of fund/CoF). Agus mengungkapkan bunga deposito dalam lelang dana antarbank sempat mencapai 11,5 persen, yang menjadi indikator meningkatnya biaya penghimpunan dana bagi sektor perbankan.

Menghadapi kondisi tersebut, Bank Jakarta melakukan transformasi di berbagai lini bisnis, mulai dari penguatan model bisnis, digitalisasi layanan, peningkatan manajemen risiko, hingga pembentukan budaya kerja yang adaptif.

Sebagai bank yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Jakarta juga memfokuskan pengembangan bisnis pada penguatan ekosistem pemerintah daerah. Menurut Agus, perputaran anggaran di lingkungan Pemprov DKI Jakarta memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Transformasi digital juga menjadi salah satu fokus utama perusahaan melalui modernisasi infrastruktur teknologi, pengembangan aplikasi digital, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Di sisi lain, Agus menilai tantangan manajemen risiko kini semakin kompleks. Risiko yang dihadapi industri perbankan tidak lagi terbatas pada risiko kredit, tetapi juga mencakup ancaman keamanan siber serta berbagai risiko baru yang muncul seiring perkembangan teknologi.

“Risiko ke depan itu akan semakin multidimensi,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffry Hendrik, menekankan pentingnya peningkatan kualitas investor sebagai fondasi penguatan pasar modal Indonesia.

Menurut Jeffry, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO), BEI terus mendorong peningkatan transparansi pasar, penyediaan data investor yang lebih detail, pendalaman pasar, serta keterbukaan informasi kepada publik.

“Kami yakin dengan transparansi yang lebih baik, tentu akan ada kepercayaan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Jeffry mengungkapkan jumlah investor domestik saat ini telah melampaui 28 juta. Namun, menurutnya, pertumbuhan jumlah investor perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas literasi dan pemahaman investasi.

Ia menilai investor harus mampu melakukan analisis secara mandiri, memahami profil risiko investasi, serta tidak hanya mengikuti tren atau pengaruh media sosial.

“Mampu melakukan analisis, tidak hanya ikut-ikutan apa kata influencer, tidak FOMO,” tegasnya.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Agus menegaskan Bank Jakarta kini lebih mengutamakan pertumbuhan yang sehat dibandingkan sekadar mengejar ekspansi bisnis.

“Kita enggak kejar-kejaran nyari pertumbuhan besar, tetapi yang kita kejar adalah pertumbuhan yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Baik sektor perbankan maupun pasar modal sepakat bahwa transformasi digital, penguatan tata kelola perusahaan, transparansi, manajemen risiko, serta peningkatan literasi keuangan akan menjadi faktor utama dalam menjaga daya saing dan ketahanan industri keuangan nasional di tengah perubahan ekonomi global yang semakin cepat dan kompleks. (dni)

Topik: Bank jakarta

TerkaitBerita

Tembus Pasar Global, Langkah Strategis PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) Melantai di Bursa Hong Kong
Ekonomi

Tembus Pasar Global, Langkah Strategis PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) Melantai di Bursa Hong Kong

oleh Editor : Akula
1 Juli 2026
Nonton Pesta Bola Terbesar Lebih Seru dengan Fitur Sports Live di Philips Smart Lighting Connected by WiZ
Ekonomi

Nonton Pesta Bola Terbesar Lebih Seru dengan Fitur Sports Live di Philips Smart Lighting Connected by WiZ

oleh Editor : Doe
1 Juli 2026
SENTIMEN POSITIF: Pegawai di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (26/11/2025). (Foto Ilustrasi: Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ekonomi

OJK Ingatkan Agar Investor Rasional di Tengah Sentimen Negatif Pasar

oleh Editor : Memoarto
1 Juli 2026
Sinergi BEI dan Bank Jakarta: Dorong Transparansi Pasar dan Investasi Berkualitas
Ekonomi

Sinergi BEI dan Bank Jakarta: Dorong Transparansi Pasar dan Investasi Berkualitas

oleh Editor : Akula
30 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Sampoerna University Raih Akreditasi NECHE, Jadi Universitas Pertama di Indonesia Berstandar Institusional AS

Sampoerna University Raih Akreditasi NECHE, Jadi Universitas Pertama di Indonesia Berstandar Institusional AS

1 Juli 2026
Ada Demo Mahasiswa di Monas Hari Ini, Polisi Imbau Warga Hindari Kawasan Gambir

Ada Demo Mahasiswa di Monas Hari Ini, Polisi Imbau Warga Hindari Kawasan Gambir

1 Juli 2026
Bertemu Grand Mufti Uzbekistan, Ketua MPR Ahmad Muzani Perkuat Persahabatan dan Kerja Sama Wisata Religi

Bertemu Grand Mufti Uzbekistan, Ketua MPR Ahmad Muzani Perkuat Persahabatan dan Kerja Sama Wisata Religi

1 Juli 2026
Polda Banten Musnahkan 73,2 Kg Sabu, 7,4 Kg Ganja dan Vape Etomidate, Selamatkan 332 Ribu Jiwa dari Ancaman Narkoba

Polda Banten Musnahkan 73,2 Kg Sabu, 7,4 Kg Ganja dan Vape Etomidate, Selamatkan 332 Ribu Jiwa dari Ancaman Narkoba

1 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3652 shares
    Share 1461 Tweet 913
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    467 shares
    Share 187 Tweet 117
  • PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Jadwal Cair Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 di Kota Depok, Cek Nama Penerima di Sini!

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Selandia Baru vs Belgia, Laga Hidup dan Mati

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya