Semilir angin pagi perlahan menerpa wajah. Menyambut sang surya di tengah hamparan padi yang menguning sejauh mata memandang. Latar lereng Gunung Slamet menambah kuat panoramic alami. Ini adalah pemandangan langka di kota. Hanya akan Anda temui di Desa Pacarmalang, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, Jawa Tengah.
LAPORAN: Memoarto, koranindopos.com
DESA ini unik. Jika dilihat dari Google Maps bak sebuah pulau. Sekumpulan permukiman dan pepohonan kelapa membentuk pola yang memanjang. Pulau yang berada di tengah-tengah hamparan sawah. Kita bisa berjalan meniti jalur irigasi untuk menuju tengah-tengah tanaman padi.
Lokasinya berada di 7°36’30.5″S 109°17’19.7″E atau dibaca 7 derajat 36 menit 30,5 detik lintang selatan dan 109 derajat 17 menit 19,7 detik bujur timur. Rumit? Ya, itu menurut Google Maps. Cara mudah berwisata ke sini dengan kereta jarak jauh, KA Sawunggalih atau KA Serayu. Dari Stasiun Senen, Jakarta Pusat turun di Stasiun Kroya. Kira-kira waktu tempuhnya 5–6 jam. Cocok bagi Anda yang punya waktu libur singkat. Tidak perlu cuti. Tetapi, tidak disarankan menggunakan KA Serayu karena waktu tempuhnya bisa dua kali lipat.
Dari Stasiun Kroya, Anda dapat menggunakan ojek daring atau naik becak. Ya, naik becak agar semakin terasa nuansa desa dan kearifan lokalnya. Sekira 10 menit waktu perjalanan dari stasiun menuju desa itu jika naik ojek. Beda cerita naik becak. Mungkin Anda akan turun di pematang sawah untuk swa foto lebih dulu. Sebab, sepanjang jalan menuju desa tersebut, Anda akan disambut area persawahan yang luas.
Jika berniat bermalam, sebelum ke desa, Anda dapat memesan kamar hotel lebih dulu. Tetapi, jangan membayangkan hotel berbintang. Paling tidak cukup dan laik untuk beristirahat. Letak hotel itu sekira satu kilometer dari stasiun. Persisnya ada di tepi Jalan Kecila, Pageralang, Kemranjen. Namanya Garuda Hotel.
Berwisata di sini antimainstream. Benar-benar menyatu dengan alam dan kearifan lokal. Anda akan sangat leluasa berteriak melepas penat di tengah sawah. Meniti jalan irigasi membelah tanaman padi, mencari buah pare yang tumbuh merambat, atau bersepeda santai di jalan-jalan desa. Di sini, lokasi wisata yang dapat Anda kunjungi pun beragam. Mulai dari wisata laut di sepanjang pesisir Pantai Widara Payung, Ayah, atau Logending. Jaraknya sekira 40 menit dari lokasi hotel tempat Anda menginap.
Tidak hanya itu. Anda juga dapat berwisata di daerah pegunungan. Di sana ada beberapa tempat wisata pupuler seperti, Batu Raden, Menganti, atau naik ke pucak Dieng di Wonosobo untuk menikmati sunset. Waktu tempuh ke sana kira-kira 2–3 jam dari Kemranjen.
Wisata tanpa kulineran rasanya belum lengkap. Di sini, Tempe Mendoan menjadi primadona. Sajian yang tidak pernah absen di meja makan saat bangun tidur. Ditemani segelas kopi tumbuk khas Banyumas, menambah kenikmatan di pagi hari. Olahan tempe yang digoreng dengan tepung ini bisa Anda dapatkan di warung-warung makan di jam-jam sarapan atau pagi hari.
Selain itu, ada kue satu. Adonan kacang kedelai yang dibentuk kecil-kecil itu menjadi makanan khas dan sekaligus sebagai usaha rumahan warga setempat. Ya, kombinasi komplet. Wisata dataran rendah, pantai, dan pegunungan! Jika berminat ke lokasi ini, Anda dapat menghubungi tour guide lokal di sana melalui nomor 0813-2926-3048. Selamat mencoba! (*)










