Koranindopos.com, Jakarta – Awal September 2025 menjadi momen penting bagi Binsar Bayou, vokalis grup musik lawas Bayou. Pria berusia 49 tahun ini merilis single terbarunya berjudul “Waktu Ku Kaya” yang kini sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital, mulai dari Spotify, iTunes, hingga YouTube. Kehadiran lagu ini menandai kembalinya Binsar dalam jalur solo setelah cukup lama vakum.
Dalam perbincangan di Studio Harapan Indah, Bekasi, Binsar mengaku mendapat energi baru lewat proyek ini. Ia merasa lebih segar dan siap kembali menampilkan karya yang bisa didengar banyak orang. Menurutnya, setiap musisi harus konsisten berkarya agar tetap memberi warna di dunia musik Indonesia.
Lagu “Waktu Ku Kaya” tercipta lewat kolaborasi dengan Mahir Blues, musisi yang mengisi instrumen gitar. Perpaduan keduanya menghasilkan nuansa Ballad Pop Rock. Lagu tersebut bercerita tentang lika-liku cinta yang berubah ketika harta tidak lagi menjadi sandaran. Tema itu dipilih karena dianggap relevan dengan realita sosial.
Kisah dalam lagu menggambarkan seseorang yang dicintai saat masih bergelimang harta, namun ditinggalkan ketika tak lagi memiliki apa-apa. Binsar menyebut pengalaman semacam itu bukan hal asing, bahkan sering dialami banyak orang. Ia ingin pesan tersebut bisa menjadi refleksi bagi pendengarnya.
Selain soal karya musik, Binsar turut menanggapi isu hangat mengenai pemungutan royalti yang ramai dibicarakan. Ia menilai pemerintah perlu lebih bijak dalam mengevaluasi aturan agar tidak merugikan seniman. Menurutnya, regulasi harus berpihak pada semua pihak, baik pencipta lagu maupun pengguna karya.

Binsar menegaskan ketidaksetujuannya terhadap skema direct license. Baginya, sistem tersebut sulit diawasi dan rawan disalahgunakan. Ia berharap Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) tetap menjadi pihak resmi pengelola royalti, namun dengan catatan harus lebih transparan dan akuntabel.
Tidak hanya soal musik, Binsar juga menyinggung fenomena demo besar-besaran terkait permintaan kenaikan gaji anggota DPR RI. Ia berpihak pada suara rakyat yang menolak kebijakan tersebut. Baginya, masyarakat sedang menghadapi tekanan berat akibat pajak yang kian tinggi, pemblokiran rekening, hingga meningkatnya angka pengangguran.
Binsar menyebut para legislator saat ini sebagian besar berasal dari kalangan berpunya, sehingga tidak benar-benar merasakan kesulitan rakyat kecil. Ia menilai sistem politik Indonesia masih menyisakan celah yang menghalangi keterwakilan petani, buruh, maupun pendidik untuk duduk di kursi parlemen.
Meski mendukung aksi unjuk rasa, Binsar menolak keras tindakan anarkis yang merusak fasilitas atau menjarah. Ia menegaskan demonstrasi harus tetap berada dalam koridor hukum. Baginya, aspirasi rakyat bisa tersampaikan tanpa harus merugikan pihak lain.
Sebagai penutup, Binsar mengingatkan pentingnya semangat berkarya, terutama bagi seniman. Ia percaya musik tidak akan pernah usang oleh waktu dan selalu punya ruang di hati masyarakat. Dengan keyakinan itu, ia berharap single terbarunya bisa memberi inspirasi sekaligus hiburan.(brg/Hend)










