koranindopos.com – Jakarta. Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana alam di lingkungan sekolah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan menggelar kegiatan sosialisasi dan mitigasi bencana di SMP Negeri 253 Jakarta, yang berlokasi di Jalan Antariksa Raya, Cipedak, Jagakarsa.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (17/7) ini menyasar para siswa, guru, dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari program edukasi publik terkait penanggulangan bencana.
“Kita akan melakukan sosialisasi ini secara rutin,” ujar Kasatgas BPBD Jakarta Selatan, Sukendar, saat memberikan keterangan kepada media.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jakarta Selatan memaparkan berbagai materi penting, seperti jenis-jenis bencana alam, peralatan pendukung dalam situasi darurat, serta langkah-langkah penyelamatan diri.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah simulasi gempa bumi, yang dilakukan secara langsung oleh petugas BPBD. Simulasi ini memperagakan prosedur evakuasi apabila gempa terjadi baik di dalam maupun luar ruangan.
“Kami juga memberikan contoh langsung kepada adik-adik dan guru terkait simulasi gempa bumi apabila terjadi di dalam ataupun luar ruangan,” kata Sukendar.
Ia berharap, sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa dan guru tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Bencana bisa datang kapan saja dan di mana saja. Dengan sosialisasi ini, kita ingin mereka lebih waspada dan siap,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti sebanyak 916 peserta, terdiri dari 865 siswa kelas VII hingga IX, serta 51 guru dan karyawan sekolah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang masih berlangsung selama pekan ini.
Kepala SMPN 253 Jakarta, Rohiatun, mengapresiasi kehadiran BPBD Jakarta Selatan dan menyambut baik kegiatan edukatif ini.
“Materi yang diberikan cukup baik dan peserta terlihat sangat antusias. Terima kasih kepada BPBD Jakarta Selatan atas pembekalan pengetahuan yang sangat bermanfaat ini,” ujarnya.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan BPBD Jakarta Selatan untuk menjangkau sekolah-sekolah di wilayahnya. Tujuannya adalah membentuk budaya siaga bencana sejak dini dan memastikan bahwa seluruh elemen sekolah memahami langkah-langkah penyelamatan ketika terjadi situasi darurat.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan sekolah-sekolah di Jakarta Selatan dapat menjadi lingkungan yang tangguh dan responsif terhadap bencana, sekaligus menjadi pusat edukasi kebencanaan bagi masyarakat sekitarnya.(dhil)









