Senin, 14 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Triwulan II-2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penggerak Utama

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
6 Agustus 2026
in Ekonomi
A A
0
Ekonomi Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pada triwulan II-2026, ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 5,12 persen.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, mengatakan pertumbuhan ekonomi tersebut terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, didukung berbagai kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan sumber pertumbuhan mencapai 2,67 persen dan tumbuh 5,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Edy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, peningkatan konsumsi masyarakat didorong naiknya pengeluaran per kapita, terutama pada sektor hotel dan restoran, keberhasilan pengendalian inflasi, serta berbagai stimulus pemerintah seperti pemberian diskon tiket transportasi selama libur sekolah dan pembayaran gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, serta para pensiunan.

Artikel Terkait

Harga Emas Antam Loyo Sepekan, Turun Rp33.000 Jadi Rp2,604 Juta per Gram

Elnusa Petrofin Siagakan 500 Awak dan 119 Mobil Tangki untuk Distribusi BBM Makassar

Danamon Raih Penghargaan Best Automobile Financing in Indonesia pada The Asian Banker Indonesia Awards 2026

Selain konsumsi rumah tangga, pertumbuhan ekonomi nasional juga ditopang oleh meningkatnya investasi dan belanja pemerintah.

BPS mencatat Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,87 persen secara tahunan, didorong peningkatan investasi swasta maupun pemerintah.

Sementara itu, konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 15,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Edy, peningkatan tersebut dipengaruhi percepatan realisasi belanja pegawai, pembayaran gaji ke-13, percepatan pembayaran tenaga pendidik non-PNS, peningkatan belanja barang dan jasa, hingga penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meningkatnya aktivitas masyarakat juga tercermin dari sektor pariwisata dan jasa.

BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 51,29 persen, meningkat dibandingkan triwulan II-2025 yang sebesar 48,42 persen.

Kondisi tersebut turut mendorong pertumbuhan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 10,60 persen, sejalan dengan meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat dan berkembangnya layanan jasa boga.

Selain itu, sektor pengadaan listrik dan gas menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 10,81 persen, didorong meningkatnya konsumsi listrik di berbagai kelompok pelanggan.

Di sisi lain, sektor informasi dan komunikasi juga terus menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 6,97 persen, seiring semakin luasnya pemanfaatan layanan telekomunikasi dalam berbagai aktivitas ekonomi.

Dari sisi lapangan usaha, lima sektor dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan II-2026 masih didominasi oleh industri pengolahan sebesar 18,50 persen, diikuti sektor pertanian 13,57 persen, perdagangan 13,02 persen, konstruksi 9,79 persen, serta pertambangan 8,87 persen.

BPS mencatat sektor industri pengolahan tumbuh 4,52 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut terutama didorong meningkatnya permintaan terhadap produk industri makanan dan minuman, industri barang logam, komputer dan elektronik, peralatan listrik, serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional.

“Pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh meningkatnya permintaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” kata Edy.

Sementara itu, sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, tumbuh 6,39 persen, didukung meningkatnya aktivitas perdagangan, pasokan barang domestik maupun impor, serta meningkatnya penjualan kendaraan bermotor. (hai/Infopublik)

Di tengah perlambatan ekonomi yang masih terjadi di sejumlah negara, Indonesia dinilai mampu mempertahankan momentum pertumbuhan.

BPS mencatat sejumlah mitra dagang utama Indonesia juga masih membukukan pertumbuhan ekonomi positif pada triwulan II-2026, antara lain Vietnam sebesar 8,4 persen, Malaysia 5,8 persen, Singapura 5,7 persen, Tiongkok 4,3 persen, Korea Selatan 3,7 persen, dan Amerika Serikat 2,1 persen.

Menurut Edy, kondisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi kawasan tetap bergerak, sementara Indonesia mampu menjaga daya tahan ekonominya melalui penguatan konsumsi domestik, investasi, dan aktivitas produksi.

Secara regional, sejumlah wilayah mencatat pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.

Wilayah Bali dan Nusa Tenggara menjadi kawasan dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 6,10 persen secara tahunan. Posisi berikutnya ditempati wilayah Jawa dengan pertumbuhan 5,65 persen, disusul Sulawesi sebesar 5,53 persen.

Kinerja tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah terus meningkat, didukung pertumbuhan sektor industri, pariwisata, perdagangan, investasi, serta konsumsi masyarakat yang tetap terjaga.

BPS menilai kombinasi kuatnya konsumsi domestik, meningkatnya investasi, percepatan belanja pemerintah, serta membaiknya kinerja sejumlah sektor produktif menjadi faktor utama yang menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung. (hai)

Topik: BPSEkonomi Indonesia

TerkaitBerita

Harga Emas Antam Loyo Sepekan, Turun Rp33.000 Jadi Rp2,604 Juta per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam Loyo Sepekan, Turun Rp33.000 Jadi Rp2,604 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
13 September 2026
Elnusa Petrofin Siagakan 500 Awak dan 119 Mobil Tangki untuk Distribusi BBM Makassar
Ekonomi

Elnusa Petrofin Siagakan 500 Awak dan 119 Mobil Tangki untuk Distribusi BBM Makassar

oleh Editor : Affandy
13 September 2026
Danamon Raih Penghargaan Best Automobile Financing in Indonesia pada The Asian Banker Indonesia Awards 2026
Bisnis

Danamon Raih Penghargaan Best Automobile Financing in Indonesia pada The Asian Banker Indonesia Awards 2026

oleh Editor : Affandy
12 September 2026
Telkom Siapkan Relokasi Karyawan dari Graha Merah Putih, Gedung BUMN Bakal Dipakai BGN
Ekonomi

Telkom Siapkan Relokasi Karyawan dari Graha Merah Putih, Gedung BUMN Bakal Dipakai BGN

oleh Editor : Affandy
12 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Cinta Rico dan Santun Diuji Keluarga dan Keyakinan di Film Ibadah & Cinta

Cinta Rico dan Santun Diuji Keluarga dan Keyakinan di Film Ibadah & Cinta

13 September 2026
iCAR V23 Hadir di BCA Expo 2026, Pengunjung Bisa Langsung Test Drive SUV Listrik Retro

iCAR V23 Hadir di BCA Expo 2026, Pengunjung Bisa Langsung Test Drive SUV Listrik Retro

13 September 2026
CapCut AI Content Fest 2026 Naikkan 10 Film Kreator Indonesia ke Layar Lebar

CapCut AI Content Fest 2026 Naikkan 10 Film Kreator Indonesia ke Layar Lebar

13 September 2026
Pengidap Glaukoma Terpapar Abu Vulkanik, Dokter Ingatkan Risiko Infeksi

Pengidap Glaukoma Terpapar Abu Vulkanik, Dokter Ingatkan Risiko Infeksi

13 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4524 shares
    Share 1810 Tweet 1131
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Keputusan Juventus Lepas Dusan Vlahovic Dipertanyakan

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    326 shares
    Share 130 Tweet 82
  • Alvaro Arbeloa Diprediksi Jadi Pelatih Premier League Pertama Yang Dipecat

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya