
JAKARTA, koranindopos.com – BRI Finance bersama DNA Foundation gelar acara sunatan massal di Rumah Sunat dr. Mahdian, Tebet, Jakarta Selatan (3/12). Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian BRI Finance terhadap kesehatan anak di Indonesia.
Direktur Utama BRI Finance, Azizatun Azhimah mengatakan, kegiatan sunatan massal ini merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat yang juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan hari ulang tahun BRI Finance.
“Kegiatan sunatan massal ini dilakukan sejalan dengan BRILian Ways ke-8, yang mana bahwa insan BRILian peduli terhadap masyarakat dan lingkungan,” ujar Azizatun.

Sebanyak 62 anak peserta sunatan massal di khitan di ruangan yang bersih dan steril dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Selain mendapatkan souvenir unik peserta sunatan massal juga mendapatkan layanan emergency call dan kontrol pasca-sunat gratis di Rumah Sunat dr. Mahdian.
Kontrol pasca-sunat ini diperlukan agar proses pemulihan bisa terpantau dengan baik oleh dokter serta mencegah berbagai risiko yang mungkin terjadi.
Perwakilan DNA Foundation, drg. Imam Rulyawan, mengatakan metode yang digunakan adalah metode sunat terbaik, yaitu Mahdian Klem. Mahdian Klem merupakan produk anak bangsa yang telah memiliki izin Kementerian Kesehatan.
“Metode ini memiliki keunggulan, antara lain satu kali pakai, minim nyeri, minim perdarahan, proses tindakan cepat, tanpa perban dan tanpa jahitan serta anak bisa langsung beraktivitas setelah sunat,” ujar Imam.
Masyarakat sangat senang dan antusias sekali dengan diselenggarakannya acara sunatan massal gratis ini. Salah satunya adalah Febi orangtua dari peserta sunatan massal.
“Senang dan berterima kasih sekali ada kegiatan ini. Semoga acara ini bisa terus dilakukan, peserta yang ikut bisa lebih banyak lagi,” ujar Febi.
Menurut Direktur Utama BRI Finance, Azizatun Azhimah dan perwakilan DNA Foundation, drg. Imam Rulyawan, kegiatan ini dibuat untuk membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sunat bagi anak-anak mereka. Mengingat kesulitan ekonomi yang dirasakan masyarakat di masa pandemi COVID-19. (riz)










